Connect with us

Nasional

Kabupaten Bogor Dilanda Bencana Banjir, Tanah Longsor dan Angin Kencang, Tinggi Air 2 Meter

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Kabupaten Bogor Dilanda Bencana Banjir, Tanah Longsor dan Angin Kencang, Tinggi Air 2 Meter

Bencana banjir, tanah longsor dan angin kencang melanda berbagai wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar), akibat hujan deras, Sabtu (9/8/2025)

FAKTUAL INDONESIA: Kabupaten Bogor, Jawa Barat dilanda berbagai bencana mulai dari banjir, tanah longsor dan angin kencang, Sabtu (9/8/2025), akibat dari hujan deras yang melanda beberapa wilayah di daerah itu.

Berbagai bencana itu mengakibatkan lebih dari 2.000 jiwa terdampak sehingga ada yang sampai mengungsi ke beberapa tempat yang aman.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor langsung bergerak untuk menangani berbagai bencana tersebut.

Dalam pantauan media online seperti dilansir koran-jakarta.com, dan planet.merdeka.com,  Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor M Adam Hamdani di Bogor Minggu menjelaskan, BPBD menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke seluruh lokasi terdampak untuk melakukan koordinasi dengan aparat desa, RT/RW, TNI, Polri, dan relawan. Langkah penanganan meliputi kaji cepat, analisa risiko, evakuasi warga ke titik aman, pembersihan material longsor dan banjir, penyedotan air, serta pemotongan pohon tumbang.

Baca Juga : Kereta Jurusan Bogor-Jakarta Alami Gangguan, Hanya Sampai Manggarai

“Selain itu, kami menyalurkan bantuan logistik tanggap darurat seperti terpal, makanan siap saji, dan kebutuhan mendesak lain bagi warga yang mengungsi. Edukasi kebencanaan juga kami sampaikan langsung di lapangan agar warga tetap waspada terhadap potensi bencana susulan,” kata Adam.

Advertisement

Menurut dia, sebagian besar banjir mulai surut pada malam hari, namun BPBD tetap memantau daerah rawan genangan dan longsor mengingat potensi hujan masih tinggi di wilayah Kabupaten Bogor.

Adam mengatakan, kejadian terparah terjadi di Desa Tegal Kecamatan Kemang, ketika Kali Cibeteung meluap dan airnya merendam permukiman setinggi 1–2 meter.

“Banjir ini berdampak pada 120 kepala keluarga atau sekitar 500 jiwa. Warga dievakuasi menggunakan perahu karet, dan hingga malam hari air belum surut,” ujarnya.

Bencana besar lainnya terjadi di Desa Bojong Gede Kecamatan Bojonggede, akibat luapan air Kali Cibeureum dan Kali Pesanggrahan dengan ketinggian air sekitar 110 sentimeter.

Baca Juga : Pemkot Bogor Tetapkan KLB, Usai Sebanyak 210 Siswa Diduga Keracunan MBG

Sebanyak 146 rumah dengan total 572 jiwa terdampak, sebagian di antaranya mengungsi di alamat yang sama dan titik pengungsian setempat.

Advertisement

Kemudian di Kampung Pasir Gaok Kecamatan Rancabungur, hujan deras memicu banjir dan tanah longsor.

Sebanyak sembilan kepala keluarga terdampak banjir, sedangkan empat rumah rusak sedang akibat terjangan air, dan satu rumah rusak sedang karena longsor. Total 38 jiwa mengungsi ke Majlis Nurul Hidayah.

Masih di Rancabungur, banjir juga melanda Kampung Cimulang Ujung setelah Kali Pasir Gaok meluap. Banjir merendam 18 rumah dengan 132 jiwa terdampak, serta menyebabkan satu rumah rusak sedang dan satu rumah rusak ringan. Dua kepala keluarga mengungsi ke rumah kerabat.

Kecamatan Kemang juga mengalami banjir di Kampung Kemang dan Kemang Sekolahan. Luapan Kali Cibeteung setinggi satu meter merendam enam rumah, mengakibatkan satu rumah ambruk dan dua rumah jebol dinding, berdampak pada 19 jiwa.

Baca Juga : Ada Pabrik Uang Palsu di Bogor, DPR Minta Polri Usut Tuntas

Lalu di Kecamatan Bojonggede, banjir melanda Kampung Duren Baru dan Kampung Parakan Jati di Desa Susukan akibat luapan Kali Pesanggrahan setinggi 50–80 sentimeter. Sebanyak 53 rumah terendam dengan total 155 jiwa terdampak.

Advertisement

Bencana tanah longsor tercatat di Kampung Sremped Kecamatan Cibinong, yang merusak dua rumah dan mengancam satu rumah lainnya, berdampak pada lima jiwa.

Berikutnya di Kecamatan Kemang, Kampung Bukit mengalami banjir dan longsor setelah Tembok Penahan Tanah jebol, menyebabkan kerusakan infrastruktur seperti tanah amblas sepanjang 15 meter dan TPT runtuh.

Tanah longsor juga menutup jalan di Kampung Pajeleran dan Blok I, Desa Sukahati Kecamatan Cibinong, setelah pagar warga dan TPT ambruk.

Sementara itu, hujan disertai angin kencang menumbangkan pohon di Desa Tegal Kecamatan Kemang, dan Kelurahan Tengah Kecamatan Cibinong, sempat menutup akses jalan sebelum dievakuasi. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement