Connect with us

Nasional

Bencana Banjir dan Longsor Sumatera: Jumlah Korban Bertambah, 614 Meninggal, 449 Hilang dan 2.600 Terluka

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Bencana Banjir dan Longsor Sumatera: Jumlah Korban Bertambah, 614 Meninggal, 449 Hilang dan 2.600 Terluka

Sejumlah kendaraan melintas jalur Tarutung-Sibolga di Dusun Sibalanga, Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, Tapanuli Selatan, yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor, Senin (1/12/2025). (Bidang Komunikasi Kebencanaan / Danung Arifin)

FAKTUAL INDONESIA: Jumlah korban akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) terus bertambah. Berdasarkan rekapitulasi terdampak bencana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  hingga Selasa (2/12/2025) pukul 09.34 tercatat korban yang meninggal dunia mencapai 614 orang, 449 hilang, dan 2.600 luka-luka.

Untuk jumlah korban meninggal dari tiga provinsi yang dilanda bencana, Sumut masih yang tertinggi dengan 293 orang, kemudian Sumbar 165 dan Aceh 156.

Terdata pula dari 50 kabupaten di Aceh, Sumut dan Sumbar yang terkena bencana, sebanyak 2,3 juta orang terdampak dengan 586.300 mengungsi.

Banjir dan longsor mengakibatkan 3.500 rumah rusak berat, 4.100 rusak sedang dan 20.500 rusak ringan.

Baca Juga : Ketum NOC Okto, Sebagian Hasil Penjualan Jersey Kontingen SEA Games Indonesia Disumbangkan untuk Korban Bencana Sumatera

Kemudian fasilitas pendidikan (Fasdik) yang rusak 282 unit dan jembatan 271 unit.

Advertisement

Pembukaan Akses Dipercepat

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, PhD seperti dilansir laman BNPB mengemukakan, upaya kolaboratif antara Pemerintah Pusat dan Daerah dalam penanganan darurat bencana hidromteorologi di Sumatra Utara, semakin dirasakan masyarakat terdampak. Salah satunya terlihat di jalur Tarutung menuju Padang Sidempuan, yang sebelumnya terputus karena tertimbun material longsor.

Perlahan tapi pasti, akses darat yang juga menghubungkan Medan menuju Padang di Sumatra Barat itu mulai terbuka berkat dukungan dari Dinas Pekerjaan Umum, TNI dan Polri.

Dari hasil pantauan lapangan hari ini Senin (1/12), tepatnya di jalan lintas Tarutung kilometer 12m Dusun Bupayung, Desa Luat Lombang, Kecamatan Sipirok hingga Batu Jomba, sejumlah alat berat dikerahkan untuk membuka akses. Petugas lapangan juga melakukan pembersihan material secara semi-manual menggunakan sekop dan alat bantu lainnya.

Dari proses pembukaan jalur ini sudah ada 11 titik yang kini dapat dilalui oleh jenis kendaraan tertentu dengan kecepatan terbatas. Sisanya, hanya tinggal beberapa titik saja yang ditargetkan akan dapat pulih dalam waktu yang tak begitu lama.

Advertisement

Baca Juga : Percepat Penanganan Bencana, Presiden Prabowo Prioritaskan Bantuan ke Wilayah Terisolir

Sejumlah kendaraan mulai sepeda motor hingga mini sedan telah dapat menjangkau lebih jauh dari jarak yang sebelumnya tertutup. Masyarakat yang sebelumnya terisolasi kini mulai mengakses jalur dan kebutuhan logistik dapat didistribusikan secara maksimal oleh pemerintah dan relawan.

Sementara itu, di Jalur Tarutung-Sibolga, pembukaan akses jalan ini juga memberikan dampak yang nyata bagi warga maupun lintas sektor kementerian/lembaga dalam penanganan darurat bencana.

Titik yang sudah dapat ditembus dari jalur ini telah sampai di Dusun Sibalanga Jae atau lebih tepatnya di depan Kantor Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, Tapanuli Selatan.

Usai akses mulai terbuka, distribusi logistik kepada warga terdampak di pengungsian pun dapat dilengkapi sesuai kebutuhan. Di samping itu, terjangkaunya akses ini juga memudahkan tim operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue-SAR) dalam melakukan tugasnya dengan armada yang lebih lengkap.

Pihak PLN juga dapat lebih jauh menjangkau wilayah untuk pemulihan jaringan listrik, sehingga diharapkan dalam waktu dekat semua kehidupan masyarakat dapat berjalan seperti sedia kala.

Advertisement

Segenap pihak terus berupaya membuka akses yang masih tertutup material longsor melalui kolaborasi secara terpadu. Jalur Tarutung-Sibolga dan Tarutung-Padang Sidempuan memang belum seluruhnya dapat ditembus, namun tim di lapangan tak henti berupaya memulihkan akses agar segenap penanganan darurat dapat lebih dimaksimalkan.

Upaya pembukaan akses jalur yang tertutup ini menjadi salah satu prioritas dalam penanganan darurat sesuai arahan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, SSos, MM.

Baca Juga : Presiden Prabowo Bertolak ke Daerah Terdampak Bencana Sumatera

Sejalan dengan itu, BNPB juga telah mengerahkan beberapa kekuatan dan armada untuk mencapai wilayah yang masih terisolasi akibat dampak bencana, demi memenuhi kebutuhan logistik dan peralatan bagi masyarakat.

Upaya itu dilakukan dengan mengerahkan lima helikopter dari BNPB dan TNI AD pengangkut logistik yang diterbangkan dari Bandara Sisingamangaraja XII, Silangit, menuju titik-titik yang belum terjangkau.

Di samping itu, BNPB juga mengerahkan prajurit darat dari TNI dan Polri untuk membawa bantuan logistik menembus titik longsor mencapai wilayah yang terisolasi dengan cara berjalan kaki.

Advertisement

“Bergerak juga pasukan TNI membawa logistik dengan ransel di punggung untuk membantu masyarakat yang terjebak di jalur Tarutung menuju Sibolga dan wilayah lainnya,” ungkap Suharyanto, Minggu (30/11).

“Tinggal ada beberapa desa yang mulai berangsur-angsur pulih,” pungkasnya.

Berbagai upaya ini tentunya menjadi salah satu fokus utama yang terus dilakukan demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam fase tanggap darurat hingga pemulihan nanti. Pemerintah berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dari berbagai sektor melalui kolaborasi dan sinergi yang terpadu dalam percepatan penanganan darurat bencana ini.

Baca Juga : Bencana Banjir dan Longsor Sumatera: Kemensos Kembali Salurkan Bantuan, Mensos Gus Ipul Berusaha Sampai dengan Cepat

Upaya Pentahelix Buka Jalur Putus

Sementara itu upaya penanganan terus dilakukan oleh tim gabungan dalam operasi pembukaan jalur darat di wilayah Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.

Advertisement

Data sementara per Minggu (1/12/2025) tim gabungan sudah berhasil membersihkan empat titik longsor di ruas jalan KKA-Bener Meriah. Lokasi ini letaknya persis di kawasan Gunung Salak. Proses pembersihan ini sudah mencapai kilometer (KM) 31.

Proses pembersihan menggunakan tiga alat berat milik Dinas PUPR. Untuk mempercepat pengerjaan, rencananya Dinas PUPR akan mendatangkan satu loader agar pekerjaan lebih efisien.

Sebagai informasi, Gunung Salak merupakan jalur vital yang menghubungkan Kabupaten Aceh Utara dan Bener Meriah. Sejak bencana terjadi, jalur ini mengalami sejumlah longsoran besar yang menutup akses sepenuhnya dan menghambat mobilitas masyarakat serta distribusi logistik.

Saat ini, Tim PUPR Bener Meriah bersama Tim PUPR Provinsi Aceh terus melakukan pengerjaan tanpa henti, siang dan malam, untuk membuka seluruh titik longsor yang tersisa. Upaya percepatan ini menjadi prioritas pemerintah daerah guna memastikan konektivitas Aceh Utara–Bener Meriah.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement