Otomotif
Kena Macet Parah Bisa Bikin Oli Mesin Menguap, Benarkah?

Ilustrasi jalan macet (Foto: Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Kemacetan dapat terjadi kapan dan dimana saja. Namun, macet parah umumnya terjadi ketika mudik lebaran atau saat berakhir pekan menuju tempat wisata, terutama long weekend. Berbicara tentang macet, terdapat rumor yang mengatakan bahwa macet parah bisa membuat oli mesin menguap dan membahayakan, Benarkah demikian?
Oli mesin sendiri mempunyai fungsi dan peran penting, yakni sebagai pelumas komponen mesin yang saling bergesekan. Selain itu, hadirnya oli mesin juga akan mendinginkan mesin mobil ketika panas yang timbul akibat gesekan antar komponen mesin yang bergerak akan diteruskan ke dinding blok mesin.
Saat ini, produk oli mesin memang sudah dibuat agar aditif yang membuatnya lebih tahan panas dan tidak mudah menguap. Meski sudah modern, namun tetap ada batas suhu maksimal hingga akhirnya oli akan menguap.
Supaya mobil dalam keadaan prima, pemilik mobil perlu memerhatikan jumlah atau kadar oli mesin secara berkala, terutama jika hendak bepergian jauh atau setelah melewati jalan macet. Jika kuantitas tidak sesuai, tentu tugas oli dalam melumasi atau melindungi mesin menyebabkan komponen di dalamnya cepat rusak.
Baca juga: Jalan Tol Pertama di Indonesia yang Dilengkapi Jalur Sepeda, Ada di Bali untuk Dukung Pariwisata
Selain oli mesin menguap, pemakian sehari-hari juga membuat kualitas oli menurun. Apalagi, jika sering mengalami kemacetan sehingga oli harus bekerja lebih keras.
Daftar isi
Cek Oli Mesin Setelah Macet Parah

Oli mesin menguap (Foto Ilustrasi: Istimewa)
Berbicara terkiat oli mesin menguap saat macet parah, hal ini ternyata benar bisa terjadi ketika mobil dalam suhu yang cukup panas. Sebenarnya, jika oli baru di ganti dan kuantitas masih cukup, menghadapi macet parah tidak terlalu berbahaya meski masih memiliki risiko, yang dikutip dari Auto2000, Sabtu (19/03/2022).
Anda bisa memerika volume oli pada keesokan harinya melalui tongkat pemeriksa (dipstick) setelah mobil berjibaku dengan kemacetan parah.
Hindari mengecek oli dan mesin mobil dalam keadaan panas karena bisa membahayakan Anda dan kendaraan. Jika volume oli masih dalam batas wajar dan tidak ada kebocoran, itu tergolong aman.
Namun, jika oli mesin menguap dan terlihat berkurang, sebaiknya tambahkan oli atau bawa mobil ke bengkel resmi. Terlebih, jika oli mesin terus berkurang walaupun sudah ditambah.
Baca juga: 5 Cara Membersihkan Kerak Oli Mobil, Tak Perlu Ke Bengkel
Ganti oli dan servis secara berkala
Para pemilik kendaraan roda empat sangat dianjurkan melakukan penggantian oli mesin setiap 6 bulan saat servis berkala. Termasuk, mobil yang jarang dipakai karena oksidasi yang dapat merusak senyawa oli dan memicu karat. Pastikan juga memeriksa ketinggian dipstick setidaknya sebulan sekali.***














