Connect with us

Lifestyle

6 Cara Mengendalikan Emosi saat Puasa, Salah Satunya Berganti Posisi

Diterbitkan

pada

cara mengendalikan emosi saat puasa

Foto Ilustrasi (Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Seseorang yang berpuasa diperintahkan untuk menahan lapar dan haus. Tak hanya itu, puasa juga perlu menahan amarah atau emosi karena bagian dari nafsu. Meluapkan emosi saat berpuasa bisa menurunkan kualitas ibadah itu sendiri. Jika tidak ingin demikian, penting untuk mengetahui cara mengendalikan emosi saat puasa secara efektif.

Sebelum memasuki bulan Ramadhan, Anda kerap mengungkapkan ekspresi marah saat ada kondisi yang tidak mengenakkan hati, seperti ketika berada di jalanan. Berbeda saat puasa, Anda harus bisa mengendalikan emosi dan tak boleh mengeluarkannya begitu saja.

Supaya emosi tidak tersulut, sebaiknya terapkan cara mengendalikan emosi saat puasa. Dengan begitu, Anda dapat mempunyai rasa sabar berlebih untuk menghadapi apa pun yang tidak sesuai keinginan.

Baca juga: 7 Cara Mengendalikan Emosi agar Tidak Berdampak Negatif

Berikut beberapa cara mengendalikan emosi saat puasa yang telah faktualid.com rangkum dari berbagai sumber.

1. Perbanyak istighfar

Cara mengendalikan emosi saat puasa yang pertama yaitu memperbanyak istighfar. Emosi terkadang muncul tanpa diundang sebelumnya. Ketika emosi memuncukan, memperbanyak beristighfar untuk meredam emosi saat puasa.

Advertisement

Jangan sampai emosi membuat Anda jadi marah-marah. Dengan berzikir dan istighfar, Anda dapat makin mengingat akan kuasa Allah, dan akhirnya akan makin membuat hati menjadi lebih tenang dan lembut dalam menghadapi masalah.

2. Berwudu

cara mengendalikan emosi saat puasa

Foto Ilustrasi (Istimewa)

Dilansir islamreligion.com, berwudu bisa menjadi cara mengendalikan emosi saat puasa. Segeralah mengambil wudu ketika emosi memuncak. Wajah, tangan, kepala dan kaki yang terkena air wudu akan menyalurkan perasaan sejuk ke seluruh tubuh sehingga rasa marah akan padam.

3. Berganti posisi

Cara mengendalikan emosi saat puasa berikutnya yaitu berganti posisi, berdiri ke duduk, duduk ke berbaring. Lakukan hal tersebut ketika emosi bergojak. Mengubah posisi seperti itu dipercaya bisa menenangkan diri dan menurunkan gejolak emosi.

Cara ini merupakan sunnah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Teks hadistnya sebagai berikut:

Dari Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, bila salah satu di antara kalian marah saat berdiri, maka duduklah. Jika marahnya telah hilang (maka sudah cukup). Namun jika tidak lenyap pula maka berbaringlah.” (HR. Abu Daud, no. 4782. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

4. Berpikir sebelum berbicara

Selain berganti posisi, cara mengendalikan emosi saat puasa lainnya adalah berpikir sebelum berbicara. Saat seseorang membuat Anda emosi, jangan sekalipun merespons, terlebih ketika berpuasa. Coba pikirkan akibatnya setelah melontarkan kata-kata yang kemungkinan akan merugikan diri Anda sendiri.

Advertisement

Baca juga: 7 Manfaat Puasa bagi Kesehatan Tubuh, Turunkan Berat Badan hingga Menyehatkan Mental

Jika dilakukan, tak menutup kemungkinan hanya akan muncul umpatan yang seharusnya tidak perlu dilontarkan. Jadi, lebih baik diam saat emosi karena ini juga termasuk Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam yang sudah mencontohkannya beribu tahun lalu.

5. Tidur

Menurut sebuah penelitian, para peneliti menganalisis catatan harian 202 mahasiswa, dan meneliti tidur, pemicu stres harian, dan kemarahan mereka selama sebulan. Mahasiswa tersebut melaporkan merasa lebih marah pada hari-hari mereka kurang tidur daripada pada hari-hari mereka tidur dengan cukup.

Selama berpuasa, tentu Anda harus bangun lebih awal untuk sahur. Maka dari itu, ada baiknya jangan tidur terlalu larut yang bisa membuat Anda kekurangan tidur. Bila memungkinkan, cobalah untuk tidur agar dapat memperbaiki suasana hati dan dapat membuat performa tubuh jadi jauh lebih baik.

6. Tarik napas dalam-dalam

cara mengendalikan emosi saat puasa

Foto Ilustrasi (Istimewa)

Salah satu cara mengendalikan emosi saat puasa yang cukup efektif adalah menarik napas dalam-dalam. Mulai saat ini, cobalah menarik napas dalam-dalam dari hidung, dan keluarkan secara perlahan lewat mulut untuk mengontorol rasa amarah didalam diri.

Secara khusus, menarik napas dapat membantu memperlambat detak jantung dan menjaga pikiran tetap fokus pada hal lain di luar sumber stres atau yang membuat Anda kesal.

Itulah beberapa cara mengendalikan emosi saat puasa. Memang sebaiknya emosi yang datang dari seseorang tidak perlu direspons karena nantinya dapat merugikan diri sendiri. Hiraukan saja perkataan orang-orang yang bisa membuat Anda kesal karena itu meladeninya hanya akan mengurangi pahala puasa.***

Advertisement

Baca juga: 8 Cara Menghilangkan Cegukan Saat Puasa, Mana yang Ampuh?

Lanjutkan Membaca
Advertisement