Connect with us

Lifestyle

7 Penyebab Penis Bengkak, Jangan Dianggap Sepele!

Diterbitkan

pada

penyebab penis bengkak

foto ilustrasi: istimewa

FAKTUAL-INDONESIA: Banyak hal yang dapat yang menyebabkan penis bengkak. Kondisi ini akan terlihat seperti penis yang terlihat merah dan iritasi. Untuk itu kamu perlu mengetahui penyebab penis bengkak.

Area tersebut mungkin terasa sakit atau gatal. Dan ini dapat terjadi pada anak kecil atau orang dewasa. Karena ada banyak penyebab penis bengkak dan penting untuk mengetahui gejala lainnya. Hal ini akan membantu dokter menentukan penyebabnya.

Berikut cara mengatasi penis bengkak yang sudah faktualid.com lansir dari orami.co.id.

1. Balanitis

Penyebab penis bengkak yang pertama adalah balanitis. Balanitis merupakan penyebab umum pembengkakan penis. Hal itu terjadi ketika kepala penis meradang.

Menurut StarPearls, sekitar 3 hingga 11 persen pria akan mengalami balanitis berulang juga sering dikaitkan dengan kondisi diabetes yang tidak dikelola dengan baik dan definisi imun.

Advertisement

Sebagian besar kasus penis bengkak merupakan akibat dari pertumbuhan berlebih Candida albicans, sejenis jamur yang secara alami terjadi pada dalam tubuh. Penyebab paling umum kedua balanitis merupakan adanya bakteri spesies Streptococcus.

2. Uretritis

Penyebab penis bengkak yang kedua adalah Uretritis. Peradangan uretra yang dikenal sebagai uretritis, dapat menyebabkan pembengkakan penis. Sebab, uretra membawa urin dari kandung kemih ke penis. Di Amerika Serikat, uretritis mempengaruhi 4 juta orang setiap tahun, menurut StatPearls.

Biasanya, uretritis merupakan akibat dari IMS. Bakteri Neisseira gonnorhoeae serta bakteri nongonokokus dapat menyebabkannya. Penyebab yang kurang umum termasuk bahan kimia yang mengiritasi atau cedera dari keteter urin.

Baca juga: 8 Cara Memperbesar Penis Secara Alami, Buktikan Sendiri

3. Penyakit Peyronie

Penyebab penis bengkak yang ketiga adalah penyakit peyronie. Penyakit ini terjadi akibat plak menumpuk di penis di bawah kulit.

Hal ini dapat menyebabkan benjolan yang membuat penis melengkung dan menekuk secara tidak normal. Penis bengkak merupakan gejala utama penyakit peyronie.

Advertisement

Menurut National Institute of Diabetes and Disgastive and Kidney Diseases (NDDK), sekitar 1 dari 100 pria di Amerika Serikat yang berusia diatas 18 tahun didiagnosis menderita penyakit ini. Seiring waktu, pembengkakan dapat berubah menjadi bekas luka yang keras.

Penyebab penyakit peyronie ini tidak jelas. Namun, terkait dengan:

  • Cedera penis
  • Penuaan
  • Penyakit autoimun
  • Gangguan jaringan ikat

4. Parafimosis

Penyebab penis bengkak yang keempat adalah parafimosis. Parafimosis ini merupakan penyebab lain penis bengkak yang hanya menyerang pria yang tidak sunat. Hal ini terjadi ketika kulup menempel tepat di belakang kelenjar dan menyebabkan penyempitan.

Paraphimosis tidak umum. Ini mempengaruhi sekitar 1 persen pria yang tidak disunan berusia di atas 16 tahun. Jika kulup tidak bisa ditarik ke belakang, itu bisa memotong aliran darah dan menyebabkan kematian jaringan di kelenjar.

Baca juga: 8 Cara Mengatasi Lemas Saat Berhubungan Intim, Pria Wajib Tahu!

5. Fimosis

Penyebab penis bengkak yang kelima adalah fimosis. Fimosis merupakan tempat kulup terlalu ketat. Sehingga tidak mungkin untuk menariknya ke bawah di atas kepala penis.

meskipun normal terjadi pada bayi dan balita. Kulup biasanya terpisah dari kepala penis secara alami ketika anak mencapai 2-6 tahun, menurut National Health Service.

Advertisement

6. Kanker Penis

Penyebab penis bengkak yang keenam adalah kanker penis. Dalam kasus yang jarang terjadi, penis bengkak mungkin mengindikasikan kanker penis. Biasanya perubahan kulit adalah tanda pertama kanker penis.

Seseorang lebih mungkin terkena kanker penis jika:

  • Memiliki HPV
  • Menggunakan produk tembakau
  • Berusia diatas 60 tahun
  • Mengalami fimosis
  • Memiliki kebersihan pribadi yang buru

7. Priapismus

Penyebab penis bengkak yang terakhir adalah priapismus. Penis yang bengkak mungkin merupakan gejala priapismus. kondisi ini merupakan ereksi berkepanjangan yang berlanjut tanpa rangsangan seksual.

Dalam beberapa kasus, hal ini bisa terjadi setelah rangsangan seksual terjadi. Hal ini terjadi karena ereksi yang berlangsung lebih dari 4 jam (tanpa rangsangan seksual). Ataupun ereksi tanpa penis yang sepenuhnya kaku.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement