Kesehatan
Kenali 5 Mitos Tentang Manfaat Teh Basi yang Populer, Jangan Langsung Percaya!

Ilustrari teh celup (Foto: Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Dari berbagai macam jenis minuman, teh masih menjadi minuman favorit banyak orang. Teh juga menyimpan banyak manfaat didalamnya. Namun, pernahkah Anda mendengarkan manfaat teh basi? Sejumlah kalangan percaya bahwa teh basi menyimpan beragam manfaat. Benarkah demikian?
Mungkin sebagian dari Anda pernah mendengar tentang teh basi. Teh basi yang dimaksud adalah teh yang sudah diseduh, tetapi dibiarkan tidak diminum hingga basi. Teh bisa menjadi basi ketika didiamkan dalam suhu ruang semalaman.
Teh basi bisa berupa air seduhan atau ampas dari bubuk teh celup maupun teh tubruk. Berbicara tentang khasiatnya, ternyata banyak orang percaya manfaat teh basi untuk kesehatan yang cukup populer, seperti mencerahkan kulit.
Baca juga: 6 Mitos Suara Tokek yang Beredar di Masyarkat, Simak Apa Saja?
Sebenarnya, teh memiliki sejumlah kandungan seperti katekin, polifenol, epigallocatechin gallate (ECGC). Teh yang tidak basi memang bisa berkhasiat bagi kesehatan tubuh dan kecantikan. Setelah basi, benarkah teh masih memiliki khasiat, terutama khasiat seperti memperbesar penis?
Berikut beberapa mitos tentang manfaat teh basi yang telah faktualid.com rangkum dari sehatq, doktersehat, dan sumber lainnya.
Daftar isi
1. Mencerahkan dan menghaluskan kulit
Mitos tentang manfaat teh basi yang pertama adalah mencerahkan dan menghaluskan kulit. Biasanya, khasiat ini diklaim oleh para wanita. Teh basi yang diaplikasikan pada wajah dapat mengangkat sel-sel kulit wajah yang telah mati.
Manfaat ini dinilai berasal dari kandungan antioksidan pada teh. Pada teh basi, kandungan tersebut menjadi rusak. Ditambah, khasiat tersebut belum terbukti secara ilmiah sehingga masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikannya. Apabila Anda ingin menghaluskan kulit wajah, cukup gunakan masker yang mengandung teh.
2. Mengencangkan kulit
Menurut kabar yang beredar, wajah yang kencang bisa diraih hanya dengan menggunakan teh basi secara rutin. Faktanya, kabar ini belum terbukti secara ilmiah. Jika ingin mengencangkan kulit, cukup gunakan teh hijau yang tentunya tidak basi. Teh hijau mengandung antioksidan berlimpah yang membantu meremajakan kulit dan menghilangkan kerutan.
3. Menyehatkan rambut
Manfaat teh basi berikutnya yang dipercaya banyak orang yaitu membuat akar rambut lebih kokoh. Teh basi juga dipercaya bisa membuat rambut lebih berkilau. Sama seperti lainnya, khasiat dari teh basi ini dapat dikatakan hanya mitos.
Baca juga: Ketahui 6 Mitos tentang penggunaan AC yang Keliru, Jangan Percaya!
Pasalnya, belum ada penelitian yang membuktikan korelasi antara teh basi dan kesehatan rambut. Sebagai solusinya, Anda bisa mengambil manfaat teh hitam bekas yang belum basi untuk membuat akar rambut lebih kokoh, serta ampuh menyehatkan kulit kepala dan rambut.
4. Memberantas jamur kuku
Selain menyehatkan rambut, mitos tentang manfaat teh basi lainnya adalah bisa membasmi jamur kuku. Teh yang sudah diseduh dan sudah basi diklaim bersifat antiradang dan antibakteri yang membuatnya bisa mencegah munculnya peradangan dan mengatasi jamur kuku.
Padahal, ini masih sekedar mitos dan belum terbukti secara medis. Teh basi malah justru akan menjadi tempat pertumbuhan bakteri dan bisa menjadi sumber infeksi.
5. Memperbesar alat vital pria
Salah satu mitos tentang manfaat teh basi yang paling terkenal adalah dapat memperbesar alat vital pria. Para pria yang ingin alat kelamin tentu banyak yang mencoba manfaat teh basi. Namun, manfaat ini ternyata juga belum terbukti dari dunia medis hingga.
Teh memang memiliki begitu banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Namun sampai saat ini, khasiat teh basi ini hanyalah sekadar mitos. Tidak jelas darimana asal-usul klaim manfaat teh basi yang satu ini. Padahal, memperbesar penis termasuk proses yang rumit dan tidak dapat dilakukan dengan cara tersebut.
Itulah beberapa mitos tentang manfaat teh basi yang cukup populer dimasyarakat. Selain beberapa mitos di atas, mungkin Anda pernah mendengar mitos lainnya terkait teh basi. Mulai sekarang, ada baiknya untuk tidak langsung percaya pada mitos tersebut. Semoga informasi ini bermanfaat.***














