Kesehatan
7 Fakta Mengenai Ovulasi, Ibu Muda Wajib Tahu

Foto Ilustrasi (Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Banyak beredar mitos dan fakta mengenai ovulasi yang sering kali membingungkan para wanita. Tapi, hal umum yang diketahui tentang ovulasi adalah masa yang tepat untuk hamil. Masa ovulasi adalah waktu ketika sel telur matang dilepaskan dan siap dibuahi.
Sebelumnya, sangat banyak mitos dan fakta tentang ovulasi. Memahami bagaiman ovulasi terjadi dan kapan itu terjadi dapat membantu anda mencapai atau mencegah kehamilan.
Berikut beberapa fakta mengenai ovulasi yang sudah faktualid.com lansir dari orami.co.id.
Daftar isi
1. Masa Hidup Sel Telur
Fakta mengenai ovulasi yang pertama adalah masa hidup sel telur. Pada masa ovulasi, sel telur akan hidup selama 24 jam setelah meninggalkan ovarium. jadi, ketika anda melakukan seks di hari ovulasi, kemungkinan untuk hamil sangat besar.
Baca juga: 7 Cara Mengatasi Mual Saat Hamil, Pasanganmu Juga Perlu Tahu
Jika pembuahan tidak terjadi dalam waktu 24 jam setelah sel telur meninggalkan ovarium, sel telur akan luruh. Sperma dapat hidup sekitar 3-5 hari. Jadi mengetahui kapan anda berovulasi dapat membantu anda dan pasangan anda untuk merencanakan kehamilan.
2. Siklus Ovulasi
Fakta mengenai ovulasi yang kedua adalah siklus ovulasi. Rata-rata siklus menstruasi wanita adalah 28 hari, tapi siklus normalnya antara 22-36 hari. Ovulasi normalnya terjadi 2 minggu sebelum siklus menstruasi.
Jika suklus menstruasi anda 28 hari, ovulasi bisa terjadi pada hari ke 14. Hormon yang disebut dengan luteinizing Hormone akan melonjak, memicu pelepasan sel telur dan ovum yang paling matang.
3. Menyebabkan Stres dan Nyeri
Fakta mengenai ovulasi yang ketiga adalah menyebabkan stres dan nyeri. Ovulasi bisa memberikan dampak berbeda pada setiap orang, termasuk stres dan rasa nyeri.
Jadi, jika anda sedang merencanakan kehamilan, akan sangat baik untuk menghindari stres lain. Meskipun banyak wanita tidak mengalami tanda fisik saat mengalami ovulasi, 1 dari 5 wanita mengalami nyeri perut di bagian bawah.
Baca juga: 7 Cara Mengatasi Rambut Lepek Saat Hamil
4. Seks sebelum Ovulasi
Fakta mengenai ovulasi yang keempat adalah seks sebelum ovulasi. Banyak penelitian menemukan bahwa sperma bisa hidup selama 5 hari. Oleh karena itu, sangat baik untuk melakukan seks rutin beberapa hari sebelum ovulasi jika anda sedang merencanakan kehamilan.
Inilah sebabnya mengapa sebagian besar tanda-tanda ovulasi muncul oada hari-hari sebelum sel telur dilepaskan. Sekitar 2-4 hari sebelum berovulasi adalah waktu yang paling subur. Dari 400 sperma yang dapat melewati vagina, masuk ke rahim dan naik ke tuba falopi di mana sel telur berada, hanya 1 sperma yang akan menembus lapisan luar telur.
5. Sel Telur pada Wanita
Fakta mengenai ovulasi yang kelima adalah sel telur pada wanita. Setiap wanita terlahir dengan jutaan sel telur yang tidak matang. Sebanyak setengahnya diserap oleh ovarium sebelum mencapai usia dewasa muda.
Hanya 300-500 sel telur yang akan matang seumur hidup. Hormon hCG akan diproduksi tubuh saat telur yang telah dibuahi menempel di dinding rahim. Butuh waktu beberapa hari hingga sel telur yang telah dibuahi menempel pada dinding rahim.
Baca juga: 6 Cara Mengatasi Perut Kembung saat Hamil, Bumil Wajib Tahu!
6. Menstruasi Saat Tidak Ovulasi
Fakta mengenai ovulasi yang keenam adalah menstruasi saat tidak ovulasi. Anda tetap bisa menstruasi meskipun sedang tidak ovulasi.
Sebaliknya, anda juga bisa mengalami ovulasi meskipun tidak menstruasi. Beberapa wanita mengalami pendarahan saat sel telur yang telah dibuahi menempel di dinding rahim. Kondisi ini terkadang disalahartikan sebagai menstruasi.
7. Ovulasi Meningkatkan Gairah Seks
Fakta mengenai ovulasi yang terakhir adalah ovulasi meningkatkan gairah seks. Tubuh anda biasanya akan menunjukkan beberapa tanda peningkatan kesubutan saat ovulasi mendekat. Ini akan mempengaruhi keinginan anda untuk melakukan hubungan seks, sehingga menjadi saat yang tepat untuk melakukannya.
Anda dapat menggunakan tes prediktor ovulasi untuk membantu hari paling subur sebelum melakukan hubungan seks. Beberapa penelitian menemukan ini untuk membantu anda hamil lebih cepat.*** (Hana Chaniago)














