Connect with us

Kesehatan

7 Cara Mengendalikan Emosi Terhadap Anak, Orang Tua Wajib Tahu!

Diterbitkan

pada

cara mengendalikan emosi terhadap anak

Foto Ilustrasi (Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Seluruh orang tua ingin menginginkan anak sebagai penurut. Namun, kadang kala sang anak berbuat ulah yang membuat ayah atau ibunya kesal. Untuk itu, penting para orang tua penting mengetahui cara mengendalikan emosi terhadap anak.

Sebisa mungkin, orang tua perlu menahan emosi kepada si kecil. Sebab, luapan emosi yang tidak terkendali bisa berdampak serius terhadap sang anak. Menunjukan amarah di hadapan anak hanya akan membuatnya trauma, bersikap agresif, dan temperamental.

Para orang tua sering lupa dan tidak bisa menahan emosi ketika menghadapi anak. Hal ini terlihat ketika keinginan orang tua tidak terpenuhi. Dengan menerapkan cara mengendalikan emosi terhadap anak, maka sang buah hati nantinya akan berkembang secara positif dalam lingkungan keluarganya. Oleh karena itu, menahan emosi saat ingin memarahinya adalah langkah yang paling tepat.

Baca juga: 6 Cara Mendidik Anak Tanpa Sosok Ayah, Single Mom Wajib Tahu!

Berikut beberapa cara mengendalikan emosi terhadap anak yang telah faktualid.com rangkum dari hellosehat, doktersehat, dan sumber lainnya.

1. Tenangkan diri

cara mengendalikan emosi terhadap anak

Foto Ilustrasi (Istimewa)

Cara mengendalikan emosi terhadap anak yang pertama yaitu menenangkan diri. Anak-anak yang sedang bertumbuh dan berkembang umumnya sulit diatur dan seringkali melakukan ulah yang menjengkelkan sehingga menyulut emosi.

Jika demikian, tahan dan jangan meluapkan emosi. Buatlah perasaan serileks mungkin dengan cara dengan menarik napas sedalam mungkin guna menenangkan diri. Setelah itu, embuskan dan ulangi beberapa kali sampai emosi Anda stabil.

Advertisement

2. Jangan memukul

Para orang kerapkali jadi naik pitam akibat ulah sang buah hati. Sekesal apapun kepadanya, hindari memukul anak. Sebab, tindakan ini bisa berdampak buruk pada anak-anak yang memengaruhi kepercayaan diri dan kepribadiannya.

Memukul anak juga tidak akan membuat Anda merasa lebih baik. Bukannya lega, Anda justru akan dihantui rasa bersalah dan emosi negatif lainnya. Maka dari itu, jangan gunakan kekerasan pada anak karena itu bukanlah contoh yang baik.

3. Tentukan situasi saat marah

cara mengendalikan emosi terhadap anak

Foto Ilustrasi (Istimewa)

Cara mengendalikan emosi terhadap anak berikutnya yaitu menentukan situasi saat marah. Ketika ia melakukan hal yang tak wajar, orang tua pasti merasa kesal dan ingin marah. Namun memarahinya bukanlah jarang keluar yang baik.

Bila si kecil melakukan beberapa kesalahan, pilihlah kesalahan yang penting-penting saja, seperti jika ia bersikap buruk dengan orang lain. Pastikan juga Anda menerapkan batasan-batasan perilaku mana yang perlu ditindak tegas dan mana yang masih bisa dibicarakan baik-baik.

4. Jangan menghakimi

Saat proses pengasuhan, orang tua bisa mengelola emosinya maka akan lebih siap mengajarkan anak untuk mengelola emosi. Saat pengasuhnya, penting untuk menjadi orang tua sebagai panutan sang anak.

Baca juga: Orangtua Perlu Ajak Anak Kenali dan Kelola Emosi Bersama

Maka dari itu, hindari menilai anak secara negatif karena akan membuat persepsi yang sama bagaimana anak memandang dirinya sendiri. Hindari meghakimi anak, terlebih di depan orang lain karena bisa membuat anak merasa sakit hati.

Advertisement

5. Cobalah menghitung

cara mengendalikan emosi terhadap anak

Foto Ilustrasi (Istimewa)

Selain jangan menghakimi, salah satu cara mengendalikan emosi terhadap anak adalah berhitung. Mengajarkan menghitung bisa membuat emosi lebih terkendali. Supaya si kecil nurut, peringatan dengan sikap yang tegas tanpa meneriaki atau membentak anak.

Sebagai contoh, “Rapikan bukunya sekarang. Ibu hitung sampai sepuluh. Kalau sampai sepuluh belum rapi, kamu tidak boleh gunakan  mainan (tertentu), Satu… dua…”.

Sebelum menerapkannya, pasti orang tua dan anak sudah mendiskusikan tentang hadiah dan hukuman. Ketika contoh diatas tidak ia tepati, maka berikan hukuman kecil seperti tidak boleh memainkan mainan tersebut hingga besok.

6. Berdiskusi

Masih berhubungan dengan poin sebelumnya, berdiskusi dengan anak mengenai hal apa saja yang bisa membuat Anda marah. Dengan membangun komunikasi lewat peraturan yang sudah disepakati, maka anak akan mengerti mana yang boleh ia lakukan dan mana yang tidak.

Berikan pula alasan agar anak paham tujuan Anda melarangnya. Pastikan untuk sering berdiskusi dengan anak seiring dengan perkembangannya, karena seiring pertambahan usianya ia akan memiliki persoalan yang berbeda.

7. Jangan berkata kasar

cara mengendalikan emosi terhadap anak

Foto Ilustrasi (Istimewa)

Cara mengendalikan emosi terhadap anak yang terakhir dan perlu Anda latih adalah memilih kata-kata yang baik. Stanford Children Health menyebutkan bahwa berkata kasar pada anak juga merupakan bentuk penganiayaan kepada anak. Bahkan, hal tersebut ternyata dapat membekas lama dalam ingatan anak.

Baca juga: Orangtua Mendongeng Bisa Rangsang Kreatifitas dan Kecerdasan Anak

Itulah beberapa cara mengendalikan emosi terhadap anak. Jika diperlukan, sebaiknya unjukkan kemarahan pada anak pada waktu dan tempat yang tepat untuk membantunya memahami pentingnya bagaimana berperilaku di depan umum dan tidak membuat keributan.***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement