Connect with us

Internasional

Taipan Gandum Ukraina Tewas Setelah Dirudal Rusia, Zelensky: Kehilangan Besar

Avatar

Diterbitkan

pada

Taipan Gandum Ukraina Tewas Setelah Dirudal Rusia

Oleksiy Vadatursky, salah satu pengusaha terkaya Ukraina (Foto: Facebook)

FAKTUAL-INDONESIA: Seorang taipan, salah satu pengusaha terkaya Ukraina tewas terbunuh bersama istrinya dalam serangan rudal Rusia di kota selatan, Mykolaiv, Ukraina pada Minggu malam (31/7/2022).

Oleksiy Vadatursky dan istrinya Raisa, tewas setelah sebuah rudal menghantam rumah mereka semalam, sebagaimana dilaporkan BBC, Senin (1/8/2022).

Vadatursky merupakan pemilik Nibulon, sebuah perusahaan penghasil sekaligus pengekspor produk pertanian terbesar di Ukraina yang meliputi gandum, jelai, dan jagung. Perusahaan ini sangat besar karena memiliki kapal laut sendiri untuk mengirim ekspor mereka.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menggambarkan kematian Vadatursky sebagai kehilangan besar. Vadatursky sebagai pemilik Nibulon, dia juga menerima penghargaan “Pahlawan Ukraina”.

Baca juga: Masih Berlanjut, Serangan Rusia Menghantam Kota Kharkiv dan Mykolaiv Ukraina

Walikota Mykolaiv Oleksandr Senkevych mengatakan serangan itu merupakan terberat sejauh ini. Kerusakan terjadi pada sebuah hotel, kompleks olahraga, dua sekolah dan sebuah bengkel, serta rumah-rumah.

Advertisement

Mykolaiv berada di jalur utama menuju Odesa, pelabuhan terbesar Ukraina di Laut Hitam, dan telah dihantam berulang kali sejak Rusia melancarkan invasi pada 24 Februari.

Di sisi lain, Gubernur Dnipropetrovsk Valentyn Reznichenko menuturkan di Telegram bahwa hingga 50 roket Grad menghantam daerah pemukiman di kota Nikopol pada Minggu pagi.

Sementara itu, seorang penasihat kantor Presiden Zelensky, mengatakan dia yakin Rusia sengaja menargetkan pengusaha itu. Mykhailo Podolyak mengatakan salah satu rudal menghantam kamar pengusaha itu. Dia menegaskan bahwa serangan ini “tidak diragukan lagi” sedang dipandu.

Baca juga: Drone Ukraina Serang Armada Laut Hitam Rusia, 5 Orang Terluka

Ukraina dan Rusia adalah pengekspor utama gandum dan biji-bijian lainnya, dan gangguan ekspor yang disebabkan oleh perang telah menyebabkan harga pangan melonjak di seluruh dunia.

Kedua negara menandatangani perjanjian yang ditengahi PBB di Turki pekan lalu, yang bertujuan untuk meredakan krisis pangan.

Advertisement

Tetapi pengiriman Ukraina diperkirakan akan lambat di tengah pemeriksaan keamanan yang ketat. Ukraina menuduh pasukan Rusia mencuri gandum dari pertanian di tanah yang diduduki dan mengekspornya melalui Krimea. Rusia membantah klaim.***

Lanjutkan Membaca
Advertisement