Connect with us

Internasional

Ukraina Permalukan Rusia di Medan Perang, Putin Kehilangan 14.200 Tentara

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Presiden Rusia Vladimir Putin harus membayar mahal invasinya ke Ukraina.

Presiden Rusia Vladimir Putin harus membayar mahal invasinya ke Ukraina.

FAKTUAL-INDONESIA: Sudah lebih dari tiga minggu Rusia melancarkan invasinya ke Ukraina. Namun sampai ini pasukan Presiden Vladimir Putin belum mampu menguasai Ukraina.

Bahkan pengamat militer menyatakan, Ukrainan berhasil mempermalukan Rusia di medan perang.

Tercatat sudah 14.200 tentara Rusia tewas.

Ukraina mempermalukan Rusia di medan perang, kata pakar militer  Inggris.

Prof Michael Clarke, mantan direktur lembaga pemikir Royal United Services Institute (RUSI), mengatakan: “Rusia hampir selalau membuat kesalahan taktis yang mungkin dilakukan.”

Advertisement

Berbicara di program Today BBC Radio 4, dia menjelaskan: “Mereka [pasukan Rusia] terlihat seperti kekuatan yang sama sekali tidak siap, yang tidak memikirkan seperti apa perang besar itu.

“Ukraina menghentikan kemajuan Rusia di semua bidang dan bahkan melancarkan serangan balasan yang sekarang cukup efektif. Rusia kehilangan banyak peralatan dan pasukan.”

Prof Clarke mengatakan Ukraina memiliki sistem komando dan kontrol medan perang “standar NATO”, yang dibangun dengan bantuan dari negara-negara NATO sejak 2014.

Serangan terhadap pabrik perawatan pesawat di Lviv pagi ini membuat “jelas bahwa Rusia akan mencari infrastruktur yang menjaga pesawat Ukraina di udara”, katanya.

Menyerang kota barat hanya 70 km dari perbatasan Polandia juga merupakan “upaya untuk menakut-nakuti Barat agar tidak membantu Ukraina sebanyak yang mereka lakukan”, tambahnya.

Advertisement

14.200 Tentara Rusia Tewas

Saat ini memasuki hari ke-23 invasi Rusia, kementerian pertahanan Ukraina mengatakan dalam pembaruan hariannya di Facebook bahwa diperkirakan 14.200 tentara Rusia tewas sejak konflik dimulai.

Menentukan jumlah pasti korban di masing-masing pihak telah terbukti menantang, dengan Rusia dan Ukraina mengklaim penghitungan dan kerugian yang sangat berbeda.

Dalam pembaruan langka pada 3 Maret, Rusia mengklaim 498 tentaranya telah tewas dalam pertempuran, tetapi tetap diam tentang merilis angka lebih lanjut sejak saat itu.

Sementara itu, para pejabat AS mengatakan pada hari Kamis jumlah korban Rusia bisa lebih dari 7.000, dengan hingga 14.000 terluka.

Advertisement

Di antara kerusakan lain yang ditimbulkan pada persenjataan dan kendaraan Rusia, Ukraina mengklaim pasukannya juga telah menjatuhkan: 450 tank, 93 pesawat, 112 helikopter dan melumpuhkan 43 sistem antipesawat. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement