Connect with us

Internasional

Joe Biden Peringatkan Rusia, Berani Menyentuh NATO Seinci Pun Berarti Perang Dunia III

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyatakan akan mempertahankan NATO dari gangguan Rusia

Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyatakan akan mempertahankan NATO dari gangguan Rusia

FAKTUAL-INDONESIA: Presiden Amerika Serikat Joe Biden memperingatkan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Biden mengatakan, Amerika memang tidak akan mengirim pasukan ke Ukraina.

Namun dalam komentar tergasnya, Jumat,  Biden mengatakan, bila Rusia berani menyentuh NATO maka akan berarti Perang Dunia III.

“Saya ingin memperjelas: Kami akan mempertahankan setiap inci wilayah NATO dengan kekuatan penuh dari NATO yang bersatu dan bersemangat,” tulis presiden di Twitter.

“Tapi kami tidak akan berperang melawan Rusia di Ukraina. Konfrontasi langsung antara NATO dan Rusia adalah Perang Dunia III.”

Advertisement

Biden telah berulang kali mengatakan bahwa mengirim pasukan AS untuk terlibat langsung dengan Rusia tidak mungkin dilakukan.

Dalam beberapa hari terakhir, pemerintahannya telah melakukan kampanye sanksi yang semakin agresif terhadap Vladimir Putin dan negaranya.

Pada hari Jumat, Biden mengumumkan larangan impor alkohol Rusia, makanan laut dan berlian dan memperluas daftar oligarki yang menghadapi sanksi.

Biden menyinggung, Perang Putin ‘tidak akan pernah menjadi kemenangan’

Joe Biden mengatakan lebih banyak tentang mengapa perang di Ukraina “tidak akan pernah menjadi kemenangan” bagi pemimpin Rusia atau tujuan strategisnya.

Advertisement

Perang Putin melawan Ukraina tidak akan pernah menjadi kemenangan.

Dia berharap untuk mendominasi Ukraina tanpa perlawanan.

Dia berharap untuk mematahkan tekad Eropa.

Dia berharap untuk melemahkan Aliansi trans-Atlantik.

Dia berharap untuk memisahkan Amerika.

Advertisement

Dia gagal.

Pasukan Belarusia

AS mengatakan belum melihat bukti bahwa pasukan dari Belarus – yang merupakan sekutu dekat Rusia – berada di Ukraina.

Ukraina mengatakan pihaknya khawatir Belarus dapat bergabung dengan invasi Rusia dalam beberapa jam mendatang – dan menuduh Rusia mengebom sebuah desa Belarusia untuk mencoba dan memprovokasi Belarus agar terlibat. BBC belum dapat memverifikasi klaim tersebut secara independen.

Pada hari Jumat, menurut kantor berita resmi Belarus Belta, Belarus dan Rusia sepakat bahwa Moskow akan segera memasok sekutunya dengan peralatan militer paling mutakhir.

Advertisement

Juru bicara Pentagon AS John Kirby mengatakan: “Kami belum melihat indikasi bahwa pasukan atau pasukan Belarusia telah bergerak ke dalam Ukraina.

“Kami tidak melacak keterlibatan segera oleh pasukan Belarusia. Itu tidak berarti bahwa itu tidak bisa terjadi atau tidak akan terjadi.” ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement