Hukum
Enam Jabatan Strategis Resmi Terisi, KPK Kini ‘Full Team’ Gempur Korupsi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakhiri masa kekosongan pada sejumlah posisi strategis melalui pelantikan enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (20/2/2026). (KPK)
FAKTUAL INDONESIA: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi mengakhiri masa kekosongan di kursi-kursi vitalnya. Dalam sebuah seremoni khidmat di Gedung Merah Putih, Jumat (20/2/2027), enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama resmi dilantik.
Momentum ini bukan sekadar seremoni baris-berbaris birokrasi, melainkan sinyal kuat bahwa “mesin” antirasuah kini kembali beroperasi dengan formasi lengkap. Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan korupsi yang kian licin dan kompleks.
Dengan terisinya posisi-posisi kunci ini, KPK optimistis hambatan teknis yang sempat muncul akibat kekosongan jabatan kini bisa dieliminasi.
Baca Juga : Pencekalan Yaqut Cholil Qoumas dan Gus Alex Diperpanjang KPK
Bukan Sekadar Rutinitas
Sekretaris Jenderal KPK, Cahya H. Harefa, menegaskan bahwa pengisian jabatan ini adalah bagian dari strategi manajemen talenta yang krusial.
“Pelantikan ini memastikan setiap unit kerja dapat beroperasi secara terukur dan profesional. Kita ingin dampak pemberantasan korupsi benar-benar dirasakan nyata oleh masyarakat,” ujar Cahya dalam sambutannya.
Berikut adalah enam “nakhoda” baru yang akan memperkuat struktur KPK:
* Tessa Mahardhika Sugiarto: Direktur Penyelidikan.
* Budhi Sarumpaet: Direktur Penuntutan.
* Taryanto: Direktur Deteksi dan Analisis Korupsi (DNA).
* Kunto Ariawan: Direktur Pembinaan dan Peran Serta Masyarakat.
* Iskandar Marwanto: Kepala Biro Hukum.
* Maruli Tua: Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah V.
Baca Juga : KPK Dalami Peran Pegawai Bea Cukai dalam Kasus Suap Impor Barang KW
‘Otak’ Pencegahan yang Jadi Sorotan
Salah satu yang mencuri perhatian adalah penguatan pada Direktorat Deteksi dan Analisis Korupsi (DNA). Unit ini diproyeksikan menjadi “otak” lembaga untuk mengendus potensi kerawanan sistemik sebelum praktik lancung terjadi.
Di sisi lain, kehadiran Direktur Penyelidikan dan Penuntutan yang definitif diharapkan mampu menjaga ritme penanganan perkara agar tetap tajam namun tetap akuntabel, sesuai dengan Rencana Strategis (Renstra) KPK 2025–2029.
Baca Juga : Geledah Ditjen Bea Cukai, Blueray Cargo hingga Rumah Tersangka, KPK Sita Uang Tunai dan Dokumen
Benteng Terakhir Integritas
Menariknya, dalam pesan pelantikannya, Cahya menyelipkan pesan humanis. Ia mengingatkan bahwa integritas seorang pejabat tidak tumbuh di ruang hampa, melainkan dipupuk dari rumah.
Ia meminta para pasangan dan keluarga pejabat untuk menjadi pendukung moral sekaligus pengingat agar amanah besar ini dijalankan tanpa kompromi. Dukungan psikologis dari lingkungan terdekat dinilai menjadi benteng penting dalam menghadapi tekanan pekerjaan yang tinggi di KPK.
Baca Juga : KPK Dalami Peran Pejabat Terkait Kontrak Gas PGN–IAE, Rini Soemarno Diperiksa
Menuju Tata Kelola Berintegritas
Pelantikan ini juga dihadiri oleh petinggi lembaga lainnya, termasuk Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo dan Fitroh Rohcahyanto, serta Anggota Dewas KPK Benny Mamoto. Kehadiran mereka menegaskan dukungan penuh bagi para pejabat baru untuk langsung tancap gas.
Dengan formasi yang kini sudah full team, publik menanti gebrakan nyata dari “wajah-wajah baru” ini. Mampukah mereka membawa KPK terbang lebih tinggi dalam indeks persepsi korupsi? Waktu yang akan menjawab, namun satu yang pasti: pondasi organisasi kini sudah kembali kokoh. ***














