Connect with us

Ekonomi

Harga BBM Naik, Menparekraf Berikan 3 Kebijakan Terhadap Sektor Pariwisata

Diterbitkan

pada

Kebijakan Terhadap Sektor Pariwisata

Setelah BBM bersubsidi naik, Menparekraf Sandiaga Uno menyiapkan 3 kebijakan terhadap sektor pariwisata. (ist)

FAKTUAL-INDONESIA: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno memberikan tiga kebijakan untuk menghadapi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang berpotensi mempengaruhi industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

Kebijakan terhadap sektor pariwisata yang pertama yaitu bimbingan teknis dan pendampingan agar pelaku parekraf di level kecil dan mikro bisa mengelola pembiayaan operasional lebih baik.

“Kedua, mendorong wisata minat khusus yang berpotensi mengurangi konsumsi BBM, baik secara langsung maupun tak langsung. Seperti sport tourism yang mencakup wisata lari, maraton, trail run, dan lain sebagainya,” ujar Sandiaga, Senin (12/9/2022).

Baca juga: Sandiaga Uno Ajak Masyarakat Nonton Drasun bukan Drakor, Ini Alasannya

Kebijakan terhadap sektor pariwisata yang ketiga, dalam jangka panjang industri parekraf harus bertransisi secara konsisten memanfaatkan sumber energi baru dan terbarukan untuk mengurangi penggunaan energi fosil yang mengalami kenaikan harga.

“Mudah-mudahan ini bisa membantu sektor wisata terutama pariwisata domestik maupun sektor ekonomi kreatif menyikapi meningkatnya harga BBM,” kata Menparekraf, yang dikutip Selasa (13/9/2022).

Advertisement

Industri parekraf disebut identik dengan mobilitas,dan pergerakan manusia juga terkait erat dengan penggunaan energi. Adanyakenaikan harga BBM hingga 30 persen menyebabkan potensi kenaikan harga juga di industri parekraf.

Beberapa bulan terakhir, tutur Sandiaga, terlihat peningkatan kunjungan wisata terutama bagi kalangan menengah ke atas.

Baca juga: BBM Naik, Hotel Makin Tertekan karena Tak Mudah Naikkan Tarif

“Pariwisata menjadi kebutuhan utama. Katanya perlu untuk healing, katanya harus benerin feeling, katanya sesekali perlu refreshing, tapi tidak boleh bikin kantong kering, apalagi bikin kepala pening,” kata Sandiaga.

Selain membahas tentang kebijakan terhadap sektor pariwisata, pihaknya juga memberikan evaluasi bahwa ada dampak signifikan dari kenaikan harga BBM. Hotel bintang yang menjadi segmen dan preferensi kalangan menengah ke atas juga memiliki risiko terimbas meskipun lebih rendah potensinya dibanding hotel-hotel di strata menengah dan menengah ke bawah.

“Akomodasi hotel non bintang itu yang menjadi perhatian kita, karena itulah yang digunakan masyarakat secara umum. Kenaikan BBM kali ini wisatawan yang tetap memiliki daya beli berwisata akan lebih menekan pengeluaran sebesar 10 persen saat berwisata,” pungkasnya.***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement