Connect with us

Ekonomi

3 Maskapai Rute Internasional Mendarat di Bali, Menambah Optimisme Kebangkitan Industri Pariwisata

Diterbitkan

pada

Para penumpang mengantre check-in di counter Garuda Indonesia di Bandara Internasional Kingsford Smith, Sydney, Australia. ( Dokumentasi KJRI Sydney)

FAKTUAL-INDONESIA: Puji Syukur. Pariwisata Pulau Bali menggeliat lagi dengan datangnya turis-turis mancanegara ke Pulau Dewata. Ini ditandai dengan tiga maskapai rute penerbangan internasional yaitu Jetstar Asia, Garuda Indonesia, dan Scoot sukses melakukan pendaratan perdana di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali,  Jumat (4/3/2020).

Maskapai Garuda Indonesia memang mulai 4 Maret 2022, membuka kembali rute penerbangan dari Bandara Internasional Kingsford Smith – Sydney ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali.

Informasi dari pihak PT Angkasa Pura I (Persero) itu menumbuhkan optimisme pariwisata Bali bisa bangkit lagi setelah babak belur diterjang pandemi Covid-19.

“Suksesnya pendaratan perdana tiga maskapai rute internasional hari ini menambah optimisme akan kebangkitan industri aviasi dan pariwisata yang sangat terdampak oleh pandemi COVID-19 dan diharapkan dapat membawa multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi di Bali,” kata Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi dalam keterangannya  di Jakarta, Sabtu (5/3/2021).

Maskapai Jetstar Asia nomor penerbangan 3K243 rute Singapura – Denpasar sukses melakukan pendaratan pada pukul 09.55 WITA menggunakan jenis pesawat Airbus A320 dan mengangkut sebanyak 8 penumpang.

Advertisement

Pesawat yang sama dengan nomor penerbangan 3K244 terbang dari Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali pukul 10.45 WITA dengan mengangkut 6 penumpang menuju Singapura

Maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA715 dengan rute Sydney – Denpasar mendarat pada pukul 14.45 WITA menggunakan jenis pesawat Airbus A330 dan mengangkut sebanyak 61 penumpang.

Maskapai Scoot nomor penerbangan TR288 dengan rute Singapura – Denpasar mendarat pukul 18.05 WITA menggunakan pesawat Airbus A320 dan mengangkut sebanyak 42 penumpang dan berangkat kembali ke Singapura dengan nomor penerbangan TR289 pukul 18.45 WITA dengan mengangkut 11 penumpang.

Ia menjelaskan, maskapai Jetstar Asia mengoperasikan sebanyak 3 penerbangan dalam sepekan yaitu pada Selasa, Jumat & Minggu, Garuda Indonesia mengoperasikan sebanyak 1 penerbangan dalam sepekan pada hari Jumat dan Scoot mengoperasikan sebanyak 3 penerbangan selama sepekan pada Senin, Jumat, dan Minggu.

“Ini juga menambah daftar maskapai internasional yang telah kembali beroperasi di Bali setelah sebelumnya Garuda Indonesia rute Narita – Denpasar dan Singapore Airlines rute Singapura – Denpasar,” ujarnya.

Advertisement

Menurut dia, AP I sebagai pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali bersama seluruh pemangku kepentingan terkait berkomitmen untuk terus memastikan seluruh penumpang rute internasional yang datang ke Bali menjalani setiap proses pemeriksaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain itu, implementasi protokol kesehatan COVID-19 dilakukan secara ketat untuk menjaga aspek keamanan, kenyamanan, keselamatan dan kesehatan seluruh penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

“Proses pembersihan terhadap area pada fasilitas-fasilitas publik dilakukan secara intens dan berkala menggunakan desinfektan. Kami juga mendorong mitra usaha atau tenant untuk tetap memberikan pelayanan terbaik dan menjalankan penerapan protokol kesehatan dengan ketat,” katanya.

Selain itu petugas Angkasa Pura I diwajibkan untuk penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti kacamata pelindung (goggles) atau pelindung wajah (face shield), masker, sarung tangan serta menyediakan cairan pembersih tangan atau hand sanitizer di area-area terminal.

Pengaturan jarak atau physical distancing, dilakukan pada area-area seperti ruang tunggu pemeriksaan dokumen kesehatan, area pemeriksaan RT – PCR, imigrasi, check-in counter, security checkpoint, imigrasi, boarding lounge, garbarata, area baggage claim serta area tunggu transportasi publik.

Advertisement

Sejak kembali beroperasinya penerbangan internasional oleh Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali (1-28 Februari 2022) trafik penumpang penerbangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali mencapai 2.933 penumpang dengan trafik pesawat mencapai 64 pergerakan pesawat.

Pada masa sebelum pandemi COVID-19 tahun 2019, trafik penumpang penerbangan rute internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali mencapai 13,8 juta penumpang dengan trafik pesawat internasional mencapai 73.886 pergerakan pesawat.

Puluhan Pemesanan

Maskapai Garuda Indonesia mulai 4 Maret 2022, membuka kembali rute penerbangan dari Bandara Internasional Kingsford Smith – Sydney ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali.

Sejak diumumkannya rute penerbangan tersebut sekitar beberapa minggu yang lalu, Garuda telah menerima lebih dari 70 pemesanan, menurut keterangan tertulis dari KJRI Sydney yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Advertisement

Konsul Jenderal Republik Indonesia, Vedi Kurnia Buana, turut mengunjungi Bandara Sydney Kingsford Smith dalam rangka menyaksikan pembukaan kembali penerbangan langsung Garuda Indonesia dari Sydney ke Denpasar.

Pada kesempatan tersebut, Konsul Jenderal Vedi Buana, beserta Senior Manager Garuda Indonesia di Sydney, Nyoman Sanjaya dan Station & Service Manager, I Nengah Kardi Susanto, turut menyapa para penumpang yang sedang mengantre check-in.

“Kami sangat senang dengan dibukanya kembali penerbangan langsung internasional dari Sydney ke Bali. Pemerintah Indonesia juga rindu menyambut kembali wisatawan asing dari mancanegara,” ujar Konjen Vedi Kurnia.

Pemerintah daerah di Bali telah bekerja keras untuk memastikan bahwa Bali siap menerima kembali wisatawan mancanegara, kata dia.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat Indonesia akan membuka seluruh wilayahnya untuk wisatawan asing”, ujar Konjen.

Advertisement

Sementara itu, Nyoman Sanjaya mengatakan Garuda secara aktif mempromosikan jadwal penerbangan yang baru dan berharap lebih banyak warga Australia dapat segera terbang kembali dengan Garuda.

Penumpang yang mengantre untuk check-in penerbangan disambut dengan pertunjukan tari Bali dari Sanggar Tari Bali Saraswati.

Masing-masing penumpang juga diberikan travel kit gratis oleh Garuda Indonesia.

Sepasang penumpang, Andrew dan Blossom, mengungkapkan kegembiraannya karena akhirnya bisa kembali ke Bali.

“Kami punya bisnis di Bali, jadi kami senang akhirnya bisa kembali ke Bali. Bukan hanya untuk bisnis, tapi kami juga ingin berselancar di Uluwatu, makan enak dan mengunjungi teman-teman kami”, kata Andrew.

Advertisement

Di antara penumpang, tampak pula pasangan muda Australia yang membawa bayi mereka untuk berlibur.

Selain itu, ada juga pelancong tunggal yang ingin kembali berselancar dan menikmati ombak di Bali.

Warga Indonesia di Australia juga cukup banyak yang pulang ke kampung halamannya melalui Bali setelah lebih dari dua tahun tidak dapat pulang ke Indonesia.

Salah satunya adalah Meliana yang ingin pulang ke Surabaya lewat Bali.

“Meskipun tujuan utama adalah Surabaya, saya berencana untuk memperpanjang masa tinggal di Bali agar bisa jalan-jalan dan berwisata kuliner di Bali”, kata Meliana.

Advertisement

Sejak 3 Februari 2022, Indonesia telah kembali membuka Bali untuk penerbangan langsung. Selain itu, Indonesia juga telah mengurangi persyaratan karantina dari lima hari menjadi tiga hari untuk pengunjung yang telah menerima dosis vaksin ketiga.

Sebelum pandemi, Bali merupakan salah satu tujuan utama wisata warga Australia.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2019, sektor pariwisata berkontribusi terhadap 50 persen penyerapan tenaga kerja di Bali. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement