Connect with us

Ekonomi

PLN Gencarkan Penggunaan Listrik di Perkebunan Buah Naga Mojokerto

Diterbitkan

pada

Listrik PLN makin dibutuhkan petani buah naga. (Foto: Istimewa)

FAKTUALid – Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus menggencarkan penggunaan listrik untuk peningkatan produksi pertanian buah naga. Menyusul elektirifikasi buah naga di Kabupaten Banyuwangi, perusahaan plat merah itu kini menggarap sektor yang sama di wilayah Mojokerto.

Menurut Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Mojokerto, Puguh Prijandoko, di wilayahnya terdapat beberapa jenis electrifying agriculture, mulai dari lampu untuk tanaman bawang dan hidroponik, pompa untuk irigasi persawahan dan tambak udang, hingga lampu untuk kebun buah naga. “Ada 690 pelanggan Electrifying Agriculture dengan total daya 1.917.000 KVA,” ujarnya, Sabtu (7/8/2021).

Salah satu petani buah naga di Pacet, Mojokerto, Agus Mulyohadi menceritakan produktivitas kebun buah naga mengalami peningkatan setelah menggunakan listrik. “Saya menanam buah naga pada tahun 2016 dan panen setahun sekali. Padahal, saat musim panen, harganya anjlok,” ujarnya.

Setelah berjalan-jalan ke Banyuwangi, Agus mengaku melihat kebun buah naga yang menggunakan listrik. Terinspirasi dari hal itu, mulai tahun 2017 dia mencoba menggunakan listrik PLN dan ternyata banyak keuntungan yang dia dapat.

Petani buah naga ini bisa meningkatkan produksi, dan bahkan bisa panen seminggu sekali. Keuntungan yang dia dapat juga mengalami lonjakan hingga 2-3 kali lipat dibanding sebelum menggunakan lampu.

Advertisement

Dari areal kebun seluas 4,5 Hektar, awalnya dia hanya panen 20 ton/ha per tahun, dengan harga jual yang rendah berkisar antara Rp3.000-5.000 per kilo. Tapi setelah menggunakan lampu listrik, dia mampu berproduksi 60 ton/ha dalam setahun untuk dengan harga Rp10.000-25.000, karena dijual di luar musim.

Menurut Puguh, tim PLN menyambut positif dan menawarkan berbagai program kemudahan untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian di Mojokerto. “Saat ini kami pun memiliki potensi 480 pelanggan sektor pertanian yang terdiri dari sumur sawah, bawang, hidroponik, kebun naga dan kandang ayam dengan total daya 2,14 MVA,” tambahnya.

Berbagai kemudahan yang ditawarkan membuat Agus tak ragu mengajak petani buah naga lainnya untuk segera beralih menggunakan listrik PLN. “Lampu UV yang berwarna kuning 12 watt ada 7000 titik, selain untuk mengusir hama juga membantu proses fotosintesis di malam hari.

Dia mengajak para petani buah naga yang lain untuk beralih menggunakan listrik. “Sedikit investasi di awal, tapi keuntungannya akan kontinyu dan berlipat-lipat,” ujarnya.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement