Connect with us

Ekonomi

KPPU Persoalkan Praktek Penjualan Minyak Goreng Bersyarat Di Surabaya

Avatar

Diterbitkan

pada

Sejumlah persyaratan temuan KPPU di toko swalayan Surabaya.

FAKTUAL-INDONESIA: Kanwil IV KOmisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menemukan praktek penjualan minyak goreng bersyarat di sejumlah toko swalayan di Kota Surabaya. Mereka menilai ulah para pedagang itu semakin menambah beban rakyat yang sedang kesulitan mendapatkan minyak goreng yang harga eceran tertinggi (HET)-nya ditentukan pemerintah.

Kasus ini diungkapkan Kepala Bidang Penegakan Hukum Kanwil IV KPPU, Romi Pradhana Aryo. “Berdasarkan hasil pantauan kami selama dua hari terakhir di beberapa toko swalayan di Surabaya ditemukan praktek penjualan minyak goreng yang disertai dengan persyaratan tertentu,” ujarnya Rabu (9/3/2022).

Romi menjelaskan, setidaknya terdapat 3 bentuk penjualan minyak goreng secara bersyarat yang ditemukan oleh timnya. Pertama, mensyaratkan minimal nilai berbelanja tertentu antara Rp10.000 hingga Rp75.000. Kedua, mereka mensyaratkan keanggotaan/member tertentu dan juga mensyaratkan pembelian produk tertentu.

Menurutnya, adanya bentuk-bentuk penjualan bersyarat ini akan membuat masyarakat kehilangan kesempatan memperoleh minyak goreng sesuai ketentuan pemerintah, secara wajar. Apalagi sampai saat ini, ketersediaan minyak goreng (dengan harga sesuai HET) belum sampai pada kondisi normal. Dia mengaku menemukan toko swalayan yang kehabisan stok minyak goreng.

Seperti diketahui, pemerintah melalui Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 06 Tahun 2022 Tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Minyak Goreng Sawit menetapkan HET minyak goreng curah Rp11.500/liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp13.500/liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp14.000/liter.

Advertisement

Dari temuan itu Kanwil IV KPPU secara khusus akan melakukan advokasi pada para pemilik toko swalayan yang terpantau telah melakukan praktek penjualan minyak goreng secara bersyarat. Mereka akan diminta untuk menghentikan strategi penjualan tersebut. “Bila tidak diindahkan tentu kami akan mengambil langkah-langkah lanjutan,” ujarnya.***

Lanjutkan Membaca
Advertisement