Ekonomi
Sandiaga Uno: Gercep, Geber, dan Gaspol, Pilar Kemenparekraf Raih Capaian Membanggakan 2021

Menparekraf Sandiaga Uno dalam JPAT 2021 yang berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kantor Kemenparekraf/Baparekraf, Jakarta.
FAKTUAL-INDONESIA: Gerak cepat (Gercep), Gerak Bersama (Geber), dan Garap Semua Potensi Lapangan Kerja (Gaspol) menjadi pilar Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
(Kemenparekraf) meraih capaian membanggakan di tengah pandemi COVID-19 sepanjang tahun 2021.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, dalam “Jumpa Pers Akhir Tahun (JPAT) Kemenparekraf/Baparekraf Tahun 2021”, Senin (27/12/2021), memaparkan berbagai program yang dijalankan Kemenparekraf/Baparekraf sepanjang tahun 2021.
“Beragam program tersebut dihadirkan dengan adaptasi, inovasi, dan kolaborasi dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan pariwisata dan ekonomi kreatif dalam pilar gerak cepat (Gercep), Gerak Bersama (Geber), dan Garap Semua Potensi Lapangan Kerja (Gaspol),” kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam JPAT 2021 yang berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kantor Kemenparekraf/Baparekraf, Jakarta.
Menparekraf Sandiaga Uno menjelaskan, untuk jumlah wisatawan mancanegara di tahun 2020 jumlahnya mencapai angka 4,05 juta orang dan menurun di tahun 2021 sebanyak 1,5 juta orang. Di tahun depan Kemenparekraf akan memfokuskan target di angka 1,8 juta sampai 3,6 juta wisman sebagai pariwisata yang berkualitas dan kelanjutan.
“(Adapun) jumlah wisatawan mancanegara selalu menjadi yang kita kejar. Tapi kali ini begitu kita lihat angka di tahun 2020 mencapai 4,05 juta orang, di tahun 2021 diperkirakan 1,5 juta orang, di tahun depan kita fokuskan di 1,8-3,6 juta,” kata Menparekraf.
Lebih lanjut, ia mengandalkan pergerakan wisatawan nusantara yang ditargetkan menyentuh 260-280 juta pergerakan pada tahun depan dan nilai tambah ekonomi kreatif yang mencapai Rp1.236 triliun.
“(Hal ini) yang membuat Indonesia kini berada di posisi tiga dunia setelah Amerika dengan Hollywood dan Korea Selatan dengan K-pop,” ungkapnya.
Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan terdapat peningkatan realisasi investasi pariwisata tahun 2021 sebesar Rp14,9 triliun dan berkontribusi terhadap realisasi investasi nasional sebesar 3,36 persen.
“Ini capaian yang menurut saya membanggakan,” ujar Sandiaga.
Untuk penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp2,94 triliun dari asal negara antara lain Singapura sebesar Rp1.494,49 miliar, Inggris Rp202,26 miliar, dan Prancis Rp144,74 miliar.
Adapun beberapa jenis usaha yang menjadi tempat penanaman adalah hotel bintang Rp1.335,31 miliar, restoran dan penyediaan makanan keliling Rp754,75 miliar, serta penyediaan akomodasi jangka pendek lainnya Rp468,21 miliar.
Sementara untuk tiga besar dari tujuan PMA berasal dari DKI Jakarta Rp1.083,86 miliar, Bali Rp716,40 miliar, dan Nusa Tenggara Barat sebesar Rp410,35 miliar.
Mengenai penanaman dalam negeri tercatat mencapai Rp11,96 triliun dengan hotel bintang Rp6.508,18 miliar, kawasan pariwisata Rp2.860,11 miliar, dan penyediaan minuman Rp882,33 miliar menjadi yang tertinggi dari segi jenis usaha.
Lalu daerah tiga daerah tujuan terbesarnya yakni dari Banten Rp2.512,80 miliar, DKI Rp1.902,22 miliar, serta Jawa Timur Rp1.511,49 miliar.
Pada kesempatan itu, Sandiaga juga menyampaikan terkait nilai devisa pariwisata yang diprediksi menyentuh angka 0,47-1,7 miliar dolar AS pada tahun 2022.
Selanjutnya ialah kontribusi produk domestik bruto yang diestimasi mencapai 4,3 persen, lalu nilai ekspor produk ekonomi kreatif senilai 21,28 miliar dolar AS. ***














