Connect with us

Ekonomi

Rupiah Hari Ini Senin 10 Agustus 2026: Melonjak ke Rp17.755 Gara-gara Sentimen Destry, Lanjutkan!

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Penunjukan Presiden Prabowo Subianto terhadap Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menjadi salah satu pendorong penguatan kembali nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (10/8/2026). (Foto: Istimewa)

Penunjukan Presiden Prabowo Subianto terhadap Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menjadi salah satu pendorong penguatan kembali nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (10/8/2026). (Foto: Istimewa)

FAKTUAL INDONESIA: Mengawali perdagangan pekan ini, Senin (10/8/2026), rupiah kembali perkasa dengan menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Dengan demikian rupiah sudah empat kali beruntun mampu bertahan di zona hijau.

Bahkan kali ini penguatan rupiah melonjak tajam 142 poin atau 0,79 persen menuju level Rp17.755 per dolar AS dari sebelumnya sebelumnya di level Rp17.897 per dolar AS.

Sejak pembukaan perdagangan rupiah sudah tampil percaya diri dengan dibuka menguat

87 poin atau 0,49 persen menjadi Rp17.810 per dolar AS.

Posisi rupiah juga menguat pada Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia hari ini. Mata uang Garuda bergerak menguat di level Rp17.795 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.913 per dolar AS.

Advertisement

Penguatan impresif ini didorong oleh kombinasi angin segar geopolitik global serta respons positif pelaku pasar terhadap dinamika ekonomi dan kepemimpinan bank sentral domestik.

Faktor Pendorong Penguatan

  • Sentimen Positif Gubernur BI Definitif: Pasar merespons baik pencalonan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) yang diajukan Presiden Prabowo Subianto ke DPR RI, memberikan kepastian arah kebijakan moneter.
  • Meredanya Ketegangan Geopolitik: Adanya potensi kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz memberikan kelegaan bagi pasar energi dan menekan potensi risiko inflasi global.
  • Ekspektasi Dovish The Fed: Melandainya data ketenagakerjaan AS memangkas spekulasi kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral AS (The Fed), sehingga memicu pelemahan indeks dolar.

Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, dari sentimen domestik, Presiden Prabowo Subianto resmi mengajukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Penunjukan ini tertuang dalam Surat Presiden (Surpres) yang telah diserahkan kepada pimpinan DPR untuk mengisi posisi kepala bank sentral.

Kemudian, kepercayaan konsumen Indonesia kembali melemah pada Juli 2026. Indeks keyakinan konsumen (IKK) yang dirilis Bank Indonesia (BI) turun menjadi 116,8 dari 117,8 pada Juni 2026. Penurunan tersebut menjadi yang ketiga secara beruntun. Tren ini menunjukkan konsumen mulai lebih berhati-hati dalam melihat kondisi ekonomi dan menentukan keputusan belanja.

Meski turun, level IKK masih berada di atas 100. Artinya, konsumen secara umum masih optimistis terhadap kondisi ekonomi, meski tingkat keyakinannya terus menurun dalam tiga bulan terakhir.

Jika tren penurunan berlanjut, ruang pertumbuhan konsumsi dapat ikut tertekan karena rumah tangga cenderung menahan belanja dan lebih selektif dalam mengalokasikan pendapatan.

Advertisement

Dengan demikian, perkembangan IKK pada bulan-bulan berikutnya menjadi penting untuk melihat seberapa kuat daya tahan konsumsi domestik di tengah berbagai tantangan ekonomi.

Sedangkan sentiment eksternal menurut Ibrahim seperti dilansir RCTI+, datang dari harapan bahwa Iran dan Oman akan segera mencapai kesepakatan yang berujung pada pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur yang sebelumnya melayani pengangkutan seperlima pasokan minyak dunia sebelum perang pecah.

“Meskipun Iran pada hari Minggu menyatakan bahwa kesepakatan dengan Oman sudah berada di ‘tahap akhir’, negara itu menegaskan kembali bahwa jalur pelayaran tersebut baru akan dibuka kembali setelah Washington memenuhi syarat-syarat lain, termasuk pemberian kompensasi dari AS kepada Iran atas serangan-serangan luas yang terjadi,” tulis Ibrahim dalam risetnya.

Iran dan AS tidak sedang melakukan perundingan, dan Teheran tidak akan memulainya selama Washington melanggar kesepakatan sementara yang ditandatangani pada bulan Juni, ujar Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi pada hari Minggu.

Dalam ancaman tambahan terhadap pasokan, sebuah fasilitas minyak milik Arab Saudi diserang pada akhir pekan lalu. Perusahaan ADNOC milik Uni Emirat Arab pada hari Jumat menyatakan bahwa 15 kapalnya telah diserang saat melintasi Selat Hormuz sejak awal konflik.

Advertisement

Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran mengaku telah menyerang kilang minyak Jazan milik Saudi Aramco pada hari Minggu. Serangan ini terjadi dua hari setelah Arab Saudi menandatangani pakta pertahanan dengan sekutu sesama negara Muslim Sunni, yakni Turki dan Pakistan, sebagai respons terhadap meningkatnya ketidakstabilan kawasan akibat perang antara AS-Israel melawan Iran yang berhaluan Syiah.

Secara terpisah, perusahaan ADNOC milik Uni Emirat Arab pada hari Jumat menyatakan bahwa 15 kapalnya telah diserang saat melintasi Selat Hormuz sejak awal konflik.

Prediksi Pergerakan Selasa

Pasar memperkirakan penguatan mata uang rupiah masih berpotensi berlanjut pada perdagangan Selasa (11/8/2026). Dorongan utama tetap berasal dari masuknya aliran modal asing (capital inflow) seiring optimisme stabilitas moneter dalam negeri.

Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup menguat dalam rentang Rp17.700-Rp17.750 per dolar AS.

Advertisement
  • Rentang Pergerakan: Diproyeksikan bergerak fluktuatif tetapi menguat di kisaran 680 – Rp17.780 per dolar AS.
  • Faktor Kunci Monitoring: Pergerakan harga komoditas global, rilis lanjutan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), serta keputusan penetapan kupon dan BI-Rate yang dicermati investor. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement