Ekonomi
Gas Bumi Sumatera Segera Terkoneksi! Pipa Perdana Proyek Dusem Resmi Meluncur

Peresmian pengiriman perdana pipa proyek pembangunan pipa transmisi gas Dusem di pabrik PT Krakatau Pipe Industries (KPI), Cilegon, Banten. (Kementerian ESDM)
FAKTUAL INDONESIA: Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM resmi memulai pengiriman pipa perdana untuk proyek raksasa Pipa Transmisi Gas Bumi ruas Dumai – Sei Mangkei (Dusem) pada Kamis (19/2/2026).
Langkah ini menandai percepatan pembangunan infrastruktur gas yang akan menghubungkan wilayah Sumatera Utara hingga Riau, sekaligus menjadi tulang punggung baru bagi distribusi energi bersih di tanah air.
Melaju Lebih Cepat dari Target
Baca Juga : Menteri ESDM Bahlil Menjawab Soal Lifting Gas Bumi dan PNBP Migas Tidak Capai Target 2025
Dalam acara yang digelar di pabrik PT Krakatau Pipe Industries (KPI), Cilegon, Direktur Jenderal Migas, Laode Sulaeman, mengungkapkan rasa optimisnya. Pasalnya, proyek yang menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) ini menunjukkan progres fisik yang melampaui target awal.
Hingga minggu ke-8, capaian proyek ini tercatat sangat positif:
- Segmen 1 (Belawan – Labuhan Batu): Mencapai 12,4% (Target: 7,6%).
- Segmen 2 (Labuhan Batu – Duri): Mencapai 12,0% (Target: 10,2%).
“Pemerintah terus mengupayakan kemudahan akses gas untuk menjangkau sektor industri, komersial, hingga masyarakat luas,” ujar Laode di hadapan para mitra kerja.
Baca Juga : Istana Negara RI Manfaatkan Energi Bersih Gas Bumi Subholding Gas Pertamina
Rincian Proyek dan Investasi
Proyek sepanjang 541,8 km ini terbagi menjadi dua area utama dengan total investasi mencapai Rp6,5 Triliun. Untuk segmen I dengan ruad jalur Belawan – Stasiun Labuhan Batu (279,8 km) ditangani kontraktor KSO PT Wijaya Karya – PT Nindya Karya dengan nilai kontrak Rp3,6 Triliun. Kemudian Segmen 2 dengan ruas jalur Stasiun Labuhan Batu – Duri (262 km) dengan kontraktor pelaksana KSO PT Remaja Bangun Kencana dkk dengan nilai kontrak Rp2,8 Triliun
Bangga Produk Dalam Negeri (TKDN)
Tak hanya soal konektivitas, proyek Dusem juga menjadi panggung bagi industri lokal. Pipa yang digunakan sepenuhnya merupakan produksi dalam negeri dengan komitmen TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) yang sangat tinggi, yakni mencapai 60,9% untuk Segmen 1 dan 62,49% untuk Segmen 2.
Direktur Komersial PT Krakatau Pipe Industries, Rony Yanuardi, menegaskan kesiapannya mendukung penuh proyek ini. “Ini adalah kehormatan bagi kami. Dengan teamwork yang baik bersama kontraktor, kami yakin proyek besar ini akan selesai dengan lancar,” ungkapnya.
Baca Juga : PGN Tandatangani Kerjasama Gas Bumi Dengan 4 Kawasan Industri
Target Rampung: Desember 2027
Pengiriman pipa Batch 1 untuk Segmen 1 telah dimulai sejak 14 Februari lalu melalui jalur laut menggunakan tongkang. Sementara untuk Segmen 2, pengiriman jalur darat menggunakan armada trailer lowbed akan menyusul pada 23 Februari mendatang.
Jika sudah rampung pada Desember 2027 nanti, pipa ini mampu mengalirkan gas sebesar 109,2 MMSCFD. Hal ini diharapkan dapat:Mendorong Hilirisasi Industri di sepanjang Pulau Sumatera.Menjamin Ketahanan Energi dengan integrasi jaringan pipa yang lebih solid. Menyediakan Energi Bersih yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
“Kami berharap pembangunan ini selesai tepat waktu agar manfaatnya bisa segera dirasakan seluas-luasnya oleh masyarakat,” tutup Laode. ***














