Connect with us

Ekonomi

Bukan April Mop! Rupiah dan IHSG Sama-sama Perkasa Melesat Menguat Gara-gara Trump

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Awal April yang ceria pada pasar keuangan Indonesia setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dan nilai tukar rupiah kompak ditutup menguat signifikan pada perdagangan Rabu (1/4/2026).

Awal April yang ceria pada pasar keuangan Indonesia setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dan nilai tukar rupiah kompak ditutup menguat signifikan pada perdagangan Rabu (1/4/2026). (AI/Ist)

FAKTUAL INDONESIA:  1 April diperingati sebagai April Mop atau April Fools’ Day dimana orang dianggap boleh berbohong tanpa dianggap bersalah. Tapi ini bukan April Mop pasar keuangan Indonesia dimana nilai tukar (kurs) rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bukan hanya perkasa tapi sama-sama melesat dan terbang menguat pada Rabu (1/4/2026).

Tak pelak lagi pasar keuangan Indonesia mengawali bulan April 2026 dengan ceria setelah rapor hijau yang memuaskan. Setelah sempat tertekan selama beberapa hari terakhir, kurs rupiah dan IHSG kompak dibuka dan ditutup menguat signifikan.

Laju positif ini seolah menjadi angin segar bagi para investor di tengah fluktuasi pasar global yang dinamis.

Rupiah ke Bawah Rp17.000

Rupiah menunjukkan  menunjukkan taringnya. Sempat diprediksi akan tertekan akibat tensi geopolitik, mata uang Garuda justru berhasil membalikkan keadaan. Pada penutupan perdagangan sore ini, Rupiah menguat ke level Rp16.983 per dolar Amerika Serikat, setelah sebelumnya sempat tertahan di atas level psikologis Rp17.000.

Advertisement

Rupiah sudah tampil gagah sejak pembukaan perdagangan Rabu pagi ketika dibuka menguat 55 poin atau 0,32 persen menjadi Rp16.986 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.041 per dolar AS.

Ketika penutupan nilai tukar rupiah tambah perkasa setelah ditutup menguat 58 poin atau 0,34 persen menjadi Rp16.983 per dolar.

Namun Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate(JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini justru bergerak melemah ke level Rp17.002 dari sebelumnya Rp16.999 per dolar AS.

Analis Mata Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait situasi di Timur Tengah. Trump mengatakan AS dapat menarik diri dari konflik dalam waktu dua minggu hingga tiga minggu. Ia juga menambahkan bahwa Iran tidak perlu membuat kesepakatan untuk mengakhiri konflik.

Di pihak Iran, Presiden Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa Teheran siap untuk mengakhiri perang, sambil mengulangi tuntutan utama, memperkuat harapan bahwa negosiasi dapat muncul tetapi tetap bersyarat. 

Advertisement

“Terlepas dari sinyal diplomatik ini, reaksi pasar cenderung tenang, dengan para pedagang menyeimbangkan harapan akan gencatan senjata dengan kenyataan gangguan pasokan yang berkelanjutan,” ujar Ibrahim, seperti dilansir kontan, Rabu (1/4/2026).

Ibrahim memperkirakan rupiah pada Kamis (2/4/2026) bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp 16.980 – Rp 17.020 per dolar AS.

IHSG Melonjak 

Sementara itu IHSG  berdasarkan data RTI Business, ditutup melonjak 1,93% atau naik 136,2 poin ke level 7.184,44. Penguatan ini sekaligus memutus tren pelemahan yang terjadi selama empat hari berturut-turut pada akhir Maret lalu.

Sama dengan rupiah, IHSG juga membuka pergadangan perkasa ketika dibuka menguat 101,03 poin atau 1,43 persen ke posisi 7.149,25. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 11,78 poin atau 1,65 persen ke posisi 727,59.

Advertisement

IHSG juga tambah menguat saat penutupan ketika  ditutup menguat 136,22 poin atau 1,93 persen ke posisi 7.184,44. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 10,98 poin atau 1,53 persen ke posisi 726,79.

Sektor industri menjadi bintang lapangan hari ini dengan kenaikan fantastis mencapai 6,11%, disusul oleh sektor barang konsumen non-primer dan barang baku. Sebanyak 475 saham tercatat menguat, sementara nilai transaksi harian mencapai angka yang cukup tebal, yakni Rp16,48 triliun.

Analis pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, mengatakan pergerakan IHSG masih dipengaruhi oleh sentimen geopolitik di Timur Tengah dan tidak semata-mata ditentukan oleh kinerja fundamental perusahaan.

“Pergerakan pasar saham tidak lagi semata-mata ditentukan oleh kinerja fundamental perusahaan, tetapi lebih banyak ditentukan oleh faktor eksternal yaitu geopolitik Timur Tengah, harga minyak dunia, dan arah suku bunga global,” ujar Hendra kepada Kompas.com.

Phintraco Sekuritas dalam ulasan, Rabu (1/4/2026), mencatat, secara teknikal, beberapa indikator menunjukkan IHSG berpeluang melanjutkan rebound dan menguji level 7.200-7.300.

Advertisement

Seperti dikutip dari investorid, Phintraco Sekuritas memberikan rekomendasi saham MNCN, HRTA, JPFA, BUVA dan CDIA untuk trading, Kamis (2/4/2026).

Faktor Pendorong

Analisis pasar menyebutkan bahwa sentimen positif ini dipicu oleh meredanya kekhawatiran konflik di Timur Tengah. Pernyataan terbaru dari Presiden AS Donald Trump mengenai potensi pengakhiran keterlibatan militer dalam waktu dekat memberikan kepastian bagi pelaku pasar global.

Selain itu, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury Yield) ke level 4,3% turut memberi ruang bagi aset-aset berisiko di negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk kembali diburu investor.

Penguatan hari ini menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia yang masih cukup tangguh menghadapi tekanan eksternal. Namun, investor disarankan tetap waspada terhadap volatilitas harga komoditas energi (seperti minyak bumi) yang diprediksi akan mengalami penyesuaian harga di awal bulan ini. ***

Advertisement

Ringkasan Pasar Rabu, 1 April 2026

IndikatorPosisi PenutupanPerubahan
IHSG7.184,44▲ 1,93%
RupiahRp16.983 / USD▲ Menguat
Nilai TransaksiRp16,48 Triliun
Saham Naik/Turun475 / 209

Lanjutkan Membaca
Advertisement