
FAKTUAL-INDONESIA: Fenomena partai baru yang bermunculan setiap menjelang pemilu, ltidak serta-merta membuat masyarakat tertarik untuk memilih. Hal itu dikatakan Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Siti...

FAKTUAL-INDONESIA: Baku tembak dua anggota Polri di rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo karena salah satu di antaranya menjadi ancaman, sedang lainnya membela...

FAKTUAL-INDONESIA: Sebanyak 12 provinsi telah ditetapkan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai wilayah yang diprioritaskan agar angka stunting turun. Hal itu dikatakan Direktur Bina Ketahanan...

FAKTUAL-INDONESIA: Sistem skrining kesehatan berlapis akan diterapkan saat kepulangan jamaah haji ke Tanah Air. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan menerapkannya mulai dari kedatangan hingga kepulangan ke rumah...

FAKTUAL-INDONESIA: Tahap pengusutan kasus penyalahgunaan dana sosial di Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) akan meningkat dari penyelidikan ke penyidikan. Untuk itu penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi...
FAKTUAL-INDONESIA: Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar sudah tidak lagi menjadi Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia resmi mengajukan pengunduran dirnyai dari KPK. Presiden Joko...

FAKTUAL-INDONESIA: Penyelidikan dugaan penyimpangan dana yang dilakukan dua petinggi Aksi Cepat Tanggap (ACT) masih dikakukan Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri. Keduanya, Senin (11/7/2022),...

FAKTUAL-INDONESIA: Twitter Inc menuntut Elon Musk karena tidak jadi membeli perusahaan media sosial itu. Dalam upaya hukum itu, seperti diberitakan Reuters yang mengutip satu sumber, Twitter...

FAKTUAL-INDONESIA: Elon Musk tidak jadi membeli Twitter dengan harga 44 juta miliar dolar Amerika Serikat. Orang terkaya di dunia itu membatalkan pembelian Twitter karena platform tersebut melanggar...

FAKTUAL-INDONESIA: Tersangka Moch Suchi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi, yang diduga melakukan kejahatan asusila di Pesantren Shiddiqiyyah Jombang, Jawa Timur, terancam hukuman 12 tahun penjara....