Connect with us

Hukum

Redam Spekulan Tanah di IKN Nusantara, Pemerintah Siapkan Satgas Tanah dan Lakukan Land Freezing

Diterbitkan

pada

Kawasan IKN Nusantara (Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Pembentukan satuan tugas (Satgas) tanah dan land freezing atau pembekuan aktivitas transaksi jual-beli tanah
di IIbu Kota Negara (IKN) Nusantara segera diwujudkan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil.

Dua langkah pemerintah tersebut bertujuan untuk mecegah aksi para spekulan tanah di kawasan IKN Nusantara.

Adapun komposisi bakal Satgas Tanah untuk Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara terdiri dari Kepolisian, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kementerian ATR/BPN. “Bahkan kalau perlu juga Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK),” kata Sofyan, Sabtu (2/4/2022).

Satgas tersebut, tuturnya, akan dibentuk sesuai arahan langsung dari Presiden RI Joko Widodo demi mencegah spekulan tanah.

Dengan peranan itu, Sofyan Djalil mengatakan, status tanah di kawasan IKN dipastikan akan dapat terus dijaga clean and clear.

Advertisement

“Serta meminimalisasi celah oknum oknum tak bertanggung jawab, agar pembangunan IKN bisa terus berjalan dengan baik,” kata Sofyan.

Selain rencana pembentukan Satgas, ujarnya, pemerintah telah melakukan land freezing, atau pembekuan aktivitas transaksi jual-beli tanah juga demi mencegah spekulan tanah di kawasan IKN.

Hal ini telah diperkuat dengan terbitnya berbagai macam kebijakan.

Kebijakan itu seperti Peraturan Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Nomor 22 Tahun 2019, Peraturan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 6 Tahun 2020, serta Surat Edaran Kantor Wilayah BPN Provinsi Kalimantan Timur terkait pembatasan penjualan atau pembelian tanah di kawasan IKN Nusantara.

“Kami tahu bahwa ketika ada pemindahan ibu kota di sana, para spekulan melakukan aksi bawah tangan untuk membeli tanah-tanah dari masyarakat. Hal ini tentunya malah menciptakan kenaikan harga yang artifisial karena ulah spekulan. Oleh karena itu, dilakukan pembekuan transaksi di area sekitar kawasan IKN,” kata Sofyan.

Advertisement

Lebih lanjut Sofyan mengatakan, kawasan lahan di IKN Nusantara terbagi menjadi beberapa bagian. Bagian pertama adalah Kawasan Inti Pemerintahan, bagian kedua adalah Kawasan Pemerintahan, dan bagian ketiga adalah Kawasan Pendukung.

“Pada Kawasan Inti Pemerintah, 90 persen lebih adalah kawasan hutan yang sepenuhnya dimiliki dan dikuasai oleh negara,” ujar Sofyan.

Lahan IKN di luar kawasan hutan, tuturnya, masuk dalam kawasan yang disebut Areal Penggunaan Lainnya (APL).

Sebab, katanya, dalam tanah APL terdapat beberapa penguasaan, serta izin-izin yang dimiliki oleh masyarakat.

“Fokus pemerintah adalah di Kawasan Inti Pemerintahan dan Kawasan Pemerintahan. Sedangkan untuk Kawasan Pendukung, itu nanti juga diatur oleh tata ruang, tata ruang menjadi panglima di sini,” kata Sofyan.

Advertisement

Penekanan pada tata ruang ini dinilai penting supaya IKN Nusantara dapat terus dikembangkan dengan baik.

“Saya berharap, kebijakan tata ruang ini nantinya tidak membuat pengembangan IKN seperti saat pengembangan DKI Jakarta yang sulit sekali, karena pada 1950-1960-an pemerintah belum punya kebijakan tata ruang,” ucap Sofyan.***

Lanjutkan Membaca
Advertisement