Ekonomi
PIAT UGM Menginisiasi Program Pendampingan Benih Padi Unggul

Foto: piat.ugm.ac.id
FAKTUAL-INDONESIA: Pusat Inovasi Agro Teknologi (PIAT) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, menginisiasi program pendampingan usaha penangkaran benih padi unggul bagi Kelompok Tani.
“Ini semua untuk mendukung penyediaan benih padi unggul dan besertifikat,” kata Kepala PIAT UGM Yogyakarta Dr Taryono MSc, Minggu (20/3/2022).
Diungkapkan, setelah dilakukan identifikasi kesiapan kelompok, maka sejumlah Kelompok Tani seperti Kelompok Tani Makmur Juwiring, Klaten, Jateng, Kelompok Tani Madurejo dan Kelompok Tani Candisingo keduanya terletak di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY, dinyatakan siap menjadi sobat PIAT UGM, sebagai penghasil benih unggul bermutu tinggi dengan harga terjangkau masyarakat.
Melalui pendampingan, diharapkan Kelompok Tani bisa menjadi penyedia benih bagi petani lain yang ada di sekitarnya dengan harga benih lebih terjangkau.
Taryono menjelaskan, salah satu varietas padi unggul yang menjadi idola petani di Yogyakarta dan sekitarnya adalah Inpari-42.
Karena itu pada akhir Desember 2021, PIAT UGM melakukan penanaman padi varietas Inpari 42 Agritan GSR label putih di blok 1, Kebun Kalitirto, dengan luas area penanaman 11.500 meter persegi.
Padi Inpari-42 merupakan padi sawah irigasi yang dilepas oleh Badan Litbang Kementerian Pertanian tahun 2016 dengan sifat utama memiliki anakan produktif sebanyak 18 malai/rumpun, tidak disukai burung dengan potensi hasil gabah basah 6 ton/hektar.
Meski rentan terhadap virus tungro varian 033 dan 073, varietas Inpari 42 Agritan GSR tahan terhadap penyakit blas daun serta tahan terhadap hama wereng batang cokelat. Tanaman padi ini, telah dipanen hari Minggu kemarin.
“Panen kali ini, gabah yang dihasilkan akan diproses menjadi benih padi bersertifikat label ungu, yang masih dapat digunakan untuk menghasilkan benih sebar atau ditanam langsung sebagai benih sebar,” ucapnya.
Sebagian benih yang dihasilkan, akan dimanfaatkan untuk bantuan ke beberapa Kelompok Tani di sekitar PIAT UGM.
“Melalui bantuan benih padi unggul tersebut, diharapkan bakal menekan biaya produksi sehingga pendapatan petani terkerek naik,” pungkas.***














