Nusantara
Korban Tabrakan Bus Peziarah Vs Truk di tol Dupak Surabaya Menjadi 3 Orang

Kondisi kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan, sebelum dievakuasi.
FAKTUAL-INDONESIA: Jumlah korban tewas dalam tabrakan maut antara bus rombongan peziarah asal Palembang dan truk colt diesel di Tol KM 4.400 Surabaya Dupak bertambah menjadi 3 orang. Sementara 35 penumpang yang selamat dalam kejadian yang dipicu ulah salah satu penumpang yang merebut paksa kemudi bus itu, dipulangkan ke Palembang hari ini juga.
Korban terakhir bernama Burniat (51). Pelaku perebut kemudi bus itu meninggal saat dalam perjalanan menuju rumah sakit. “Dia memang selalu ngomong ingin meninggal dan dikubur di sini. Tapi kita anggap itu omongan biasa aja,” ujar ketua rombongan, Rohman, Sabtu (5/3/2022).
Para anggota rombongan peziarah tidak ada yang menduga Burniat akan merebut kemudi bus yang sedang melaju kencang di jalan tol Dupak Surabaya tersebut. Pria ini merebut kemudi dan banting setir lajur kanan. Bus langsung menabrak guard rail hingga berbalik arah ke arah berlawanan. Apesnya, pada saat bersamaan sedang melaju truk colt diesel nopol W 9948 NZ yang melaju dari arah berlawanan.
Korban yang tewas di lokasi kejadian adalah Ujang Teguh Pribadi (31) dan Sujoni (48). Keduanya merupakan sopir dan kernet truk colt diesel yang tewas terjepit kabin kendaraan.
Korban rombongan peziarah yang mengalami luka berat dan ringan di RS PHC (RS Pelabuhan) Surabaya juga menjadi 6 orang. Mereka yang luka berat masing-masing bernama Sobiyatin (41), Supar (64), Yana Rohmana (40) dan Waginem (53). Sedangkan Tatang Heryana (63) yang merupakan pengemudi bus warga jalan Mangger Girang RT 001 RW 008 kota Bandung, dan Daniah (69) mengalami luka ringan.
Menurut penanggungjawab bus, Sholeh, 35 penumpang bus yang selamat dipulangkan hari ini, dan penumapng yang terluka parah terpaksa ditinggal untuk menjalani perawatan di RS PHC Surabaya. Sedangkan untk jenazah Burniat yang menjad penyebab kecelakaan, belum diputuskan kapan akan dibawa pulang ke palembang.
Korban yang dibawa ke RS PHC total mencapai 9 orang. Selain 3 orang yang sudah meninggal dunia, ada juga 6 orang luka sedang dan luka ringan. Dari jumlah itu, korban terluka parah adalah Waginem yang mengalami patah tulang.***














