Connect with us

Wisata

7 Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO di Indonesia, Bisa Jadi Referensi Liburan

Diterbitkan

pada

Situs warisan dunia UNESCO di Indonesia

Taman Nasional Lorentz (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Sebagai warga negara Indonesia, setiap masyarakatnya tentu perlu bangga dengan negara Indonesia. Indonesia memiliki kekayaan dan keindahan alam yang melimpah. Bahkan, sarat akan bangunan yang menyimpan nilai sejarah. Tak heran jika ada beberapa tempat wisata yang masuk ke dalam situs warisan dunia UNESCO di Indonesia.

Situs-situs tersebut sudah dijadikan warisan budaya bagi dunia dan menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan Mancanegara. Dari banyaknya destinasi wisata di tanah air, tentu diantaranya ada kekayaan dan keindahan yang diakui Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) sebagai situs warisan budaya dunia.

Terdapat lebih dari 1000 tempat di dunia yang dinobatkan sebagai Situs Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO. Salah satu situs warisan dunia UNESCO di Indonesia yang terkenal adalah Candi Borobudur. Selain itu, ada beberapa tempat lainnya yang juga diakui oleh UNESCO. Tempat tersebut juga bisa menjadi referensi tempat liburan.

Baca juga: UNESCO Tetapkan Gamelan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Berikut beberapa situs warisan dunia UNESCO di Indonesia yang telah faktualid.com rangkum dari berbagai sumber.

1. Candi Borobudur

Situs warisan dunia UNESCO di Indonesia

Candi Borobudur (Foto: Lonelyplanet)

Situs warisan dunia UNESCO di Indonesia yang pertama yaitu Candi Borobudur. Borobudur ditetapkan menjadi warisan budaya dunia oleh UNESCO pada 1991. Kompleks Candi Borobudur adalah termasuk monumen Buddha terbesar di dunia, tepatnya dibangun pada abad 824 Masehi oleh Raja Samaratungga ketika masa Wangsa Syailendra.

Candi Borobudur sdisebut kompleks karena terdiri dari dua candi kecil lainnya, yakni Candi Mendut dan Candi Pawon. Ketiga candi tersebut merupakan fase-fase dalam pencapaian Nibbana.

Advertisement

2. Taman Nasional Ujung Kulon

Situs warisan dunia UNESCO di Indonesia

Taman Nasional Ujung Kulon (Foto: Istimewa)

Masih di pulau Jawa, situs warisan dunia UNESCO di Indonesia ada di Provinsi Banten, Taman Nasional Ujung Kulon yang terletak di ujung paling barat Pulau Jawa. Lokasi tepatnya adalah di Kecamatan Sumur dan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Taman nasional seluas 122.956 hektar ini merupakan rumah bagi Badak Jawa yang terancam punah. Ditepatkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada 1 Februari 1992. Mengingat habitat Badak Jawa yang sangat sedikit, pengelola membatasi pengunjung agar mengganggu habitat satwa tersebut.

3. Taman Nasional Komodo

Situs warisan dunia UNESCO di Indonesia

Taman Nasional Komodo (Foto: NETZ.id)

Situs warisan dunia UNESCO di Indonesia berikutnya yaitu Taman Nasional Komodo. Taman Nasional yang diapit antara Pulau Sumba dan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurut UNESCO, Taman Nasional Komodo dilihat akan masuk sebagai kawasan prioritas konservasi global, yang tediri dari ekosistem darat dan laut, serta mencakup area seluas 219.322 hektar.

Tempat ini juga mempunyai padang rumput, padang rumput sabana, hutan gugur tropis dan hutan awan yang menakjubkan. Tak hanya komodo, taman nasional ini juga menjadi rumah bagi unggas semak berkaki jingga, tikus endemik, dan rusa Timor. Untuk spesies lautnya, Anda bisa menemukan terumbu karang cantik yang beraneka ragam.

4. Taman Nasional Lorentz

Situs warisan dunia UNESCO di Indonesia

Taman Nasional Lorentz (Foto: Istimewa)

Selain Taman Nasional Komodo, Situs warisan dunia UNESCO di Indonesia lainnya adalah Taman Nasional Lorentz. Menurut situs resmi Taman Nasional Lorentz, asal mula nama tempat ini diduga berasal dari seorang ekspedisi kewarganegaraan Belanda, Dr. H. A. Lorentz.

Baca juga: Terpilih Sebagai Kota Sastra Dunia oleh UNESCO, Gubernur Anies Mengaku Bangga

Lalu pada tahun 1978, pemerintah Indonesia resmi menetapkan TN Lorentz sebagai Cagar Alam (Strict Nature Reserve). Pada akhirnya dinyatakan sebagai World Heritage Site pada tahun 1999 oleh UNESCO. Taman nasional ini juga dinobatkan sebagai taman nasional terluas di Asia Tenggara, yang membentang sekitar 2,4 juta hektar atau setara 25.056 kilometer persegi.

5. Candi Prambanan

Situs warisan dunia UNESCO di Indonesia

Candi Prambanan (Foto: Istimewa)

Salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO di Indonesia adalah Candi Prambanan. Candi satu ini termasuk candi Hindu terbesar di Indonesia. UNESCO menobatkan Candi Prambanan sebagai Situs Warisan Budaya Dunia pada 1991, bersamaan dengan Candi Borobudur dan Taman Nasional Lorentz.

Candi Prambanan dibangun pada masa pemerintahan Raja Pakai Pikatan, yang memerintah Mataram Kuno antara 840-856 Masehi. Bebarapa sejarawan menilai berdirinya candi ini dianggap sebagai respons artistik, politik, dan agama terhadap pembangunan Borobudur karena lokasinya yang hanya berjarak sekitar 19 km dari Candi Borobudur.

6. Sistem Pengairan Subak, Bali

Situs warisan dunia UNESCO di Indonesia

Sistem Pengairan Subak, Bali (Foto: Istimewa)

Jika membahas tentang destinasi wisata, tak lengkap rasanya jika tidak membicarakan pulau Dewata. Sebagai tujuan wisata Mancanegara, Bali ternyata memiliki Situs warisan dunia UNESCO di Indonesia, yakni Sistem Pengairan Subak, Bali

Subak adalah organisasi milik warga yang berprofesi petani di Bali untuk mengatur sistem pengairan atau irigasi sawah secara tradisional. Luas area irigasinya diketahui mencapai sekitar 20.000 hektar. Tak sembarangan, sistem pengairan tersebut ditentukan oleh seorang tokoh adat yang juga merupakan petani.

Advertisement

Orang tersebut disebut Kelian yang bertugas untuk mengawasi dan mengelola Subak. Subak diajukan sebagai Situs Warisan Dunia disetujui dan ditetapkan oleh UNESCO dan disetujui dalam sidang ke-36 Komite Warisan Dunia UNESCO di Saint Petersburg, Rusia.

7. Manusia Purba Sangiran

Situs warisan dunia UNESCO di Indonesia

Mueseum Manusia Purba Sangiran (Foto: kompas.com)

Situs warisan dunia UNESCO di Indonesia yang terakhir adalah Manusia Purba Sangiran. Museum ini adalah salah satu warisan budaya utama untuk mengenalkan evolusi manusia. Disini, Anda bisa menemukan fosil manusia purba, alat-alat dari bebatuan purba, serta lapisan tanah purba yang tertata rapih.

Sangiran tidak hanya dikembangkan untuk sektor pariwisatan, namun menjadi tempat penelitian ilmu arkeologi, geologi, paleotologi yang sangat potensial. Jumlah koleksinya bahkan mencapai puluhan ribu.***

Baca juga: 7 Tempat Wisata di Nusa Lembongan Bali Terpopuler yang Wajib Dikunjungi

Lanjutkan Membaca
Advertisement