Connect with us

Kesehatan

7 Bahaya Tisu Basah pada Bayi yang Perlu Orang Tua Ketahui

Diterbitkan

pada

bahaya tisu basah pada bayi

Foto Ilustrasi (Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Tisu basah kerap digunakan untuk membersihkan kulit bayi, khususnya saat bepergian dan mengganti popok. Pengunaannya dianggap praktis sehingga sering digunakan. Disamping itu, ternyata masih ada mitos tentang bahaya tisu basah pada bayi, benarkah demikian?

Tisu basah menjadi bahan yang penting sebagai pengganti air untuk membersihkan kelamin dan bokong. Selain itu, tisu basah juga digunakan untuk membersihkan wajah dan tangan bayi. Kulit bayi dikenal masih sangat sensitif terhadap kandungan yang terkandung pada tisu basah.

Dibalik kepraktisannya, ternyata ada efek samping atau bahaya tisu basah pada bayi yang masih diperbincangkan hingga saat ini. Lantas, apa saja bahaya tisu basah pada bayi?

Baca juga: 6 Bahaya Cubit Pipi Bayi yang Perlu Diketahui Orang Tua

Berikut beberapa bahaya tisu basah pada bayi yang telah faktualid.com rangkum dari berbagai sumber.

1. Tisu basah mengandung bahan kimia

Bahaya tisu basah pada bayi yang pertama yaitu tisu basah mengandung bahan kimia. Sudah diketahui bersama bahwa tisu basah terdapat kandungan alkohol dan zat deterjen. Namun, tisu basah yang diperuntukan untuk bayi dibuat tidak mengandung alkohol.

Advertisement

Meski begitu, terdapat kandungan kimia lainnya yakni methylisothiazolinone dan dioksin walau kadarnya rendah. Zat kimia tersebut bisa menimbulkan efek samping ketika terkena kulit bayi, terutama bayi baru lahir. Efek yang umum terjadi adalah alergi dan iritasi.

2. Menyebabkan iritasi kulit

Penggunaan tisu basah pada bayi ternyata bisa menyebabkan iritasi pada kulit. Risiko iritasi dapat berupa ruam kemerahan, bentol-bentol, dan kulit terkelupas. Iritasi yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan gatal dan perih, kulit terluka dan bahkan terinfeksi.

3. Menyebabkan kulit kehilangan kelembapan

Bahaya tisu basah pada bayi berikutnya yaitu bisa membuat kulit bayi kehilangan kelembapan dan air dari permukaannya. Bayi yang mengalami kondisi ini akan menyebabkan kulit kering dan bersisik, bahkan terkelupas.

Lebih jauh lagi, kulit yang kehilangan kelembapan dalam waktu lama akan mengalami kerusakan pada lapisan pelindungnya. Akibatnya ada risiko kulit kemerahan, iritasi, terasa perih, dan kering.

4. Alergi kulit

Selain menyebabkan kulit kehilangan kelembapan, bahaya tisu basah pada bayi lainnya adalah alergi kulit. Pada bayi baru lahir sangat tidak dianjurkan menggunakan produk berbahaya kimia termasuk tisu basah dan sabun bayi yang mengandung deterjen.

Advertisement

Baca juga: 7 Cara Mengatasi Biang Keringat Pada Bayi, Ibu Wajib Tahu!

Tisu basah yang diusapkan ke kulit bayi dapat memicu alerginya. Gesekan antara kulit dengan tisu juga dapat menyebabkan luka. Oleh sebab itu, hindari penggunaan tisu basah. Tunda pemakaian tisu basah hingga bayi berusia di atas satu tahun.

Apabila ingin tetap menggunakannya, usapkan sedikit saja ke area kulit bayi, yakni pada tangan dan kaki.

5. Risiko eksim

Eksim merupakan masalah kulit yang berair sangat mudah menyebar ke bagian tubuh yang lain. Tisu basah yang terkena kulit bayi bisa memicu risiko kanker. Ketika eksim semakian parah, bayi bisa terserang demam dan radang atau inflamasi.

Ketika bayi mengalami kondisi ini, segera bawa bayi ke dokter untuk mendapat perawatan karena eksim yang mendapat perawatan yang salah bisa berbahaya.

6. Mempermudah perpindahan bakteri

Salah satu bahaya tisu basah pada bayi adalah mempermudah perpindahan bakteri. Sebelum tisu basah diusap ke bayi, tentu tisu tersebut dipegang dahulu oleh orang tua. Hal tersebut ternyata bisa mempermudah perpindahan bakteri.

Advertisement

Hal yang lebih ditakutkan yakni ketika memakai tisu untuk membersihkan kotoran bayi. Feses dan urine mengandung berbagai kuman. Meskipun orang tua membalik atau melipat tisu sebelum mengusapkannya.

7. Kotoran tidak terangkat sempurna

Bahaya tisu basah yang terakhir yaitu kotoran tidak terangkat sempurna. Tisu basah mempunyai cairan khusus. Akan tetapi, cairan tersebut sebenarnya tidak cukup untuk membersihkan kotoran dengan sempurna.

Feses atau urine bayi dapat terselip di bagian tersembunyi seperti lipatan dan sela-sela kulit. Supaya lebih baik, sebaiknya gunakan kapas dan air hangat setelah membersihkan kotoran di bokong dari permukaan kulit. Tidak lupa untuk mengeringkan sempurna menggunakan handuk lembut.***

Baca juga: 8 Manfaat Labu Kuning untuk Bayi, MPASI Pendukung Pertumbuhan

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement