Connect with us

Kesehatan

5 Manfaat Sunat pada Bayi Laki-Laki dan Risikonya bagi Kesehatan

Diterbitkan

pada

manfaat sunat pada bayi

Foto Ilustrasi (Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Sunat merupakan salah satu kegiatan operasi pengangkatan kulit yang menutupi ujung penis. Bagian kulit ini dikenal sebagai kulup. Sunat atau khitan biasa dilakukan berdasarkan tradisi atau agama tertentu. Terlepas dari itu, ternyata manfaat sunat pada bayi laki-laki baik bagi kesehatan.

Di Indonesia, umumnya anak laki-laki di sunat pada usia 6-10 tahun. Sunat diketahui sudah dilakukan sejak zaman mesir kuno. Namun prosedur ini sudah banyak diterapkan sejak bayi dengan alasan kesehatan, yakni menjaga kelamin tetap bersih, infeksi saluran kemih, dan fimosis.

Disamping itu, ternyata masih banyak orang tua yang masih ragu bayi laki-lakinya untuk sunat. Meskipun terdapat sejumlah risiko, namun manfaat sunat pada bayi sudah terbukti secara ilmiah. Sebagai orang tua, Anda mempertimbangkan umur bayi atau anak saat ingin menjalani prosedur ini.

Baca juga: 6 Bahaya Cubit Pipi Bayi yang Perlu Diketahui Orang Tua

Berikut beberapa manfaat sunat pada bayi yang telah faktualid.com rangkum dari beberapa sumber.

1. Meminimalisir risiko infeksi saluran kemih

Manfaat sunat pada bayi yang pertama yaitu mengurangi risiko infeksi saluran kemih. Sebenarnya, risiko infeksi saluran kemih pada pria dikenal rendah. Akan tetapi, orang yang tidak disunat lebih berisiko terkena infeksi ini.

Advertisement

Infeksi berat atau berulang di awal kehidupan bayi dapat menyebabkan rusaknya ginjal atau infeksi aliran darah di kemudian hari.

2. Mengurangi risiko penyakit menular seksual

Sunat bukan hanya sekedar tuntunan agama atau tradisi daerah tertentu, nyatanya sunat bisa berdampak baik kesehatan anak, yakni menekan risiko penyakit menular seksual. HIV atau gonore ternyata bisa dikurangi risikonya dengan berkhitan.

Sejumlah penelitian mempublikasikan bahwa sunat memiliki efek perlindungan terhadap HIV. Studi ini juga mengungkapkan sunat menurunkan risiko pria terinfeksi HIV hingga 60 persen. Namun, melakukan seks yang aman dan tidak menyimpang perlu diiringi sebagai langkah pencegahan.

3. Menurunkan risiko kanker penis

Manfaat sunat pada bayi berikutnya yaitu menurunkan atau mencegah penyakit kanker penis. Walaupun jarang terjadi, data melaporkan bahwa kanker penis lebih jarang terjadi pada pria yang sudah disunat.

Selain itu, kanker serviks lebih jarang terjadi pada pasangan seksual wanita dari pria yang sudah disunat.

Advertisement

Baca juga: 5 Bahaya AC untuk Bayi Beserta Tips Aman Menggunakannya

4. Penis mudah dibersihkan

Selain menurunkan risiko kanker penis, manfaat sunat pada bayi lainnya adalah penis menjadi lebih mudah dibersihkan. Proses membuang kulup pada bagian kepala penis sehingga terbuka akan membantu Anda membersihkan alat kelamin bayi laki-laki menjadi lebih bersih.

Jika dibandingkan dengan anak laki-laki yang belum sunat, kulup yang belum dipotong atau disunat perlu dibersihkan secara teratur untuk menghindari berbagai masalah.

5. Mencegah terjadinya masalah penis

Salah satu manfaat sunat pada bayi adalah mencegah terjadinya masalah-masalah seputar penis. Penis merupakan organ reproduksi yang berisiko terkena penyakit, terlebih jika tidak disunat. Terkadang, kulup penis anak yang tidak dikhitan bisa sulit ditarik kembali.

Hal tersebutlah yang dikenal sebagai fimosis. Sebelum kondisi itu terjadi, sebaiknya lakukan prosedur sunat pada anak atau bayi untuk mencegahnya dari fimosis. Apabila ini terjadi dan tidak ditangani dengan baik, nantinya menyebabkan peradangan pada kulup atau kepala penis.

Risiko sunat pada bayi laki-laki

Manfaat sunat pada bayi memang sangat beragam dan baik bagi kesehatan. Di samping itu, pasti ada risiko melakukan prosedur ini. Risiko komplikasi sunat memang tergolong rendah, yakni hanya terjadi pada 1–2% dari keseluruhan bayi telah disunat. Berikut beberapa risiko sunat pada bayi:

Advertisement
  • Infeksi dan perdarahan.
  • Cedera pada penis.
  • Peradangan pada bukaan penis (meatitis).
  • Gangguan saluran kemih, seperti penyempitan pada saluran kencing di penis.
  • Nyeri saat ereksi ketika sudah dewasa karena terlalu banyak kulit yang dipotong atau terlalu pendek.
  • Masalah pada kulup, seperti kulup gagal sembuh dengan baik atau kulup menempel di ujung penis dan butuh bedah perbaikan.

Itulah beberapa manfaat sunat pada bayi beserta risikonya. Sebagai orang tua, tentu keputusan anak sunat atau tidak ada di tangan Anda. Anda bisa terap menerapkan prosedur ini mengingat manfaat sunat lebih banyak ketimbang risiko. Terlebih, jika dilakukan oleh tenaga medis yang terlatih.***

Baca juga: Bayi selalu Rewel, Bisa Jadi Minta Diatasi Perutnya yang Kembung

Lanjutkan Membaca
Advertisement