Connect with us

Nusantara

Menkes Budi Gunadi Sadikin Diberi Gelar Kebangsawanan Keraton Surakarta

Diterbitkan

pada

Menkes Budi Gunadi Sadikin bersama istri Raja PB XIII, Gusti Putri saat meninjau vaksinasi di Keraton Surakarta. (Foto : Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA:Setelah Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka kini giliran Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memperoleh gelar kebangsawanan dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Pemberian gelar dilakukan PB XIII Hangabehi, secara tertutup di Sasana Parasdya Keraton Surakarta, Rabu (29/9/2021).

Sama seperti saat pemberian gelar untuk Gibran, kali ini juga tidak ada upacara adat seperti umumnya pemberian gelar keraton. Pemberian gelar tersebut dilakukan sesuai Menkes meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Pagelaran Keraton Surakarta.

Pengageng Parentah Keraton Surakarta, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Dipokusumo membenarkan adanya pemberian gelar tersebut. Tetapi sampai saat ini pihaknya belum mengetahui gelar yang diberikan Raja PB XIII kepada Menkes.

“Tadi sempat bertemu dengan Sinuhun, ada suatu kekancingan (gelar) yang diberikan. Tetapi saya belum sempat melihat,” jelasnya.

Menurut Dipo, ada sejumlah alasan mengapa Keraton Surakarta memberikan gelar kebangsawanan tersebut kepada Menkes. Salah satunya karena apa yang telah dilakukan Menkes di saat pandemi Covid-19.

Advertisement

“Selama ini juga sudah ada komunikasi yang baik. Selain itu sebagai pejabat tinggi, beliau juga peduli dengan sejarah budaya dengan mengizinkan vaksinasi massal di sini,” jelasnya lagi.

Disinggung apakah nanti akan ada acara adat seusai pemberian gelar tersebut, Dipo mengatakan setelah pandemi, dimungkinkan akan dilaksanakan acara adat seperti yang sebelumnya dilakukan.

“Nanti kalau pandemi berakhir, itu kan seremonial. Seperti saat panjenengan (kamu) menikah, sudah akad dan sudah ada suratnya tetapi belum ada resepsinya,” katanya.

Acara seremonial pemberian gelar tersebut juga akan dikuti Gibran Rakabuming yang telah dianugerahi gelar Kanjeng Pangeran Gibran Rakabumimg Raka Wiruro Nagoro beberapa waktu lalu.

“Prosedurnya memang seperti itu. Acaranya nanti harus yang penting yang bisa dipahami, bisa dimengerti, bahwa inilah Kota Surakarta yang diharapkan memiliki nilai tradisi adat yang nantinya bisa dijadikan tujuan wisata,” pungkasnya. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement