Connect with us

Ekonomi

IHSG BEI Kamis 20 Agustus 2026: Bangkit Melambung Tembus Level 6.501,59, Lanjutkan Tren Positif

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Tampil perkasa sejak pembukaan hingga penutupan di zona hijau, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Kamis (20/8/2026), melejit kembali indeks ke level psikologis 6.500. (Foto: Istimewa)

Tampil perkasa sejak pembukaan hingga penutupan di zona hijau, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Kamis (20/8/2026), melejit kembali indeks ke level psikologis 6.500. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL INDONESIA: Luar biasa pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Kamis (20/8/2026). Berangkat dari posisi zona merah sehari sebelumnya, IHSG membuka pasar dengan langsung bangkit ke zona hijau setelah dibuka menguat 53,12 poin atau 0,83 persen ke posisi 6.447,25.

Sesi pertama dilewati dengan positif. Kemudian makin kuat mencengkram zona hijau sehingga ditutup melambung  tajam sebesar 107,46 poin atau 1,68 persen ke posisi 6.501,59.

Kenaikan juga terjadi pada kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 menanjak 5,06 poin atau 0,81 persen ke posisi 632,53 saat pembukaan perdagangan. Pada penutupan indeks LQ45 makin melejit menjadi 11,27 poin atau 1,80 persen ke posisi 638,27.

Kenaikan impresif ini sekaligus membawa kembali indeks ke level psikologis 6.500 dengan dukungan penuh dari seluruh sektor saham yang kompak berada di zona hijau.

Dengan tingkat kenaikan itu maka IHSG menjadi yang terkuat di bursa saham regional Asia yang juga didominasi penguatan. Tercatat yang melemah indeks Strait Times sebesar 0,39 persen ke 5.671,91. Sementara indeks Nikkei menguat 1,46 persen ke 66.278,00, indeks Shanghai menguat 0,24 persen ke 3.903,72, indeks Hang Seng menguat 0,80 persen ke 25.698,49, dan indeks Kospi menguat 5,89 persen ke 6.852,58.

Advertisement

🚀 Bahan Bakar Lonjakan IHSG

Pergerakan bursa hari ini didorong oleh beberapa katalis kuat yang memulihkan kepercayaan investor:

  • Pesta Sektor Saham: Seluruh sektor industri di Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak menguat. Sektor barang baku memimpin lonjakan tertinggi dengan pertumbuhan mencapai 3,46 persen.
  • Aksi Borong Investor: Total nilai transaksi harian bursa tercatat sangat likuid hingga menyentuh angka sekitar Rp14,9 triliun.
  • Sentimen Positif Regional: Aliran modal asing yang kembali masuk (capital inflow) turut memberikan tenaga tambahan setelah pergerakan mata uang rupiah juga sukses keluar sebagai juara di Asia hari ini.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta,  Kamis, menilai, dari dalam negeri, keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan konsisten dengan upaya memperkuat stabilitas rupiah di tengah meningkatnya volatilitas global yang disebabkan oleh perang di kawasan Timur Tengah. Kebijakan tersebut juga ditujukan untuk mempertahankan target inflasi 1,5-3,5 persen pada 2026 dan 2027 serta mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

BI juga menyatakan akan terus melakukan intervensi di pasar domestik dan luar negeri, menawarkan insentif untuk masuknya dana asing, serta menggunakan kebijakan makroprudensial untuk memastikan kecukupan likuiditas perbankan sehingga dapat mendukung penyaluran kredit.

“Bursa regional Asia menguat sejalan dengan penguatan bursa Wall Street, pelaku pasar tampaknya mengesampingkan hasil rilis risalah The Fed yang banyak para pejabat The Fed mulai mendukung kenaikan tingkat suku bunga pada pertemuan bulan lalu,” ujar Nico seperti dikutip dari Metrotv.

Untuk mancanegara, Nico mengatakan pelaku pasar cenderung fokus setelah turunnya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS), yang mendorong pelaku pasar meningkatkan eksposur ke aset berisiko.

Advertisement

Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS menyusul pengumuman Departemen Keuangan AS yang meningkatkan pembelian kembali (buyback) obligasi jangka panjang menjadi sedikitnya USD4 miliar per operasi mulai 9 September 2026, dari sebelumnya USD2 miliar.

“Rencana kebijakan ini meredakan kekhawatiran atas kenaikan biaya pinjaman yang telah sangat membebani pasar ekuitas global,” ujar Nico.

Sedangkan dari kawasan Asia, pelaku pasar fokus terhadap keputusan moneter Bank Sentral Tiongkok yang mempertahankan suku bunga acuan pinjaman tidak berubah.

Pelaku pasar saat ini menunggu pertemuan Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional di Beijing pada 25-28 Agustus 2026 untuk mendapatkan sinyal kebijakan lebih lanjut.

🔮 Prediksi Pergerakan Jumat, 21 Agustus 2026

Advertisement

Memasuki perdagangan akhir pekan besok, Jumat (21/8/2026), laju IHSG diprediksi masih memiliki peluang melanjutkan tren positifnya, meski pelaku pasar tetap perlu mewaspadai potensi aksi ambil untung (profit taking) jangka pendek setelah kenaikan signifikan hari ini.

  • Proyeksi Rentang Gerak: Indeks diproyeksikan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguji level support dan resistance baru di sekitar kisaran 450 hingga 6.530.
  • Fokus Pasar: Investor akan terus mencermati rilis data ekonomi makro global terbaru serta dinamika pasar keuangan global menjelang penutupan pekan ini.

Pergerakan Pasar Hari Ini

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh 11 sektor menguat. Sektor barang baku memimpin penguatan dengan kenaikan 3,46 persen, diikuti sektor barang konsumen nonprimer yang naik 2,16 persen dan sektor industri sebesar 2,15 persen.

Adapun saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BRRC, TRUK, KIJA, ALKA, dan COIN. Sementara saham dengan pelemahan harga terbesar yakni CTBN, BMBL, ARKO, KING, dan WEGE.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.262.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 77,09 miliar lembar saham senilai Rp15,77 triliun. Sebanyak 480 saham naik, 196 saham menurun, dan 287 saham tidak bergerak. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement