Connect with us

Ekonomi

IHSG BEI Senin 22 Juni 2026: Sempat Melesat tapi Kemudian Ambles 60,45 Poin, Masih Rawan Koreksi

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Aksi lepas saham atau net sell investor asing yang cukup masif ikut mewarnai tergelincirnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dari posisi menguat di pembukaan namun melemah saat penutupan perdagangan Senin (22/6/2026). (AI)

Aksi lepas saham atau net sell investor asing yang cukup masif ikut mewarnai tergelincirnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dari posisi menguat di pembukaan namun melemah saat penutupan perdagangan Senin (22/6/2026). (AI)

FAKTUAL INDONESIA: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) gagal mempertahankan kekuatannya pada pembukaan awal pekan. Sempat dibuka perkasa di zona hijau, bursa saham kebanggaan tanah air justru berakhir loyo di zona merah pada penutupan perdagangan hari Senin (22/6/2026).

Berdasarkan data BEI, IHSG ditutup melemah 60,45 poin atau ambles 0,98 persen ke posisi 6.116,69. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 10,20 poin atau 1,67 persen ke posisi 599,20

Koreksi tajam ini turut diwarnai oleh aksi lepas saham atau net sell investor asing yang cukup masif.

Sempat Sentuh Level Tertinggi

Pada awal perdagangan pagi pukul 09.01 WIB, IHSG sebenarnya memberikan angin segar bagi investor dengan dibuka menguat menguat 39,91 poin atau 0,65 persen ke posisi 6.217,05. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 4,74 poin atau 0,78 persen ke posisi 614,14.

Advertisement

Indeks bahkan sempat menyentuh posisi tertinggi harian di level 6.226,72 akibat sentimen positif regional.

Namun memasuki siang hari, tekanan jual yang tinggi membuat IHSG berbalik arah hingga sempat terperosok ke level terendah hariannya di 6.052,94. Menjelang bel penutupan, indeks berhasil memangkas sebagian pelemahan meski tetap gagal kembali ke level psikologis 6.200.

Dua Faktor Utama

Tim Riset Analis menilai ada beberapa faktor domestik dan global yang membuat investor cenderung bermain aman hari ini:

  1. Sikap Wait and See Menanti Review MSCI

Para pelaku pasar, terutama investor institusi global, cenderung bersikap hati-hati menjelang pengumuman penting Annual Market Classification Review dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang dijadwalkan pada 24 Juni 2026. Agenda ini sangat krusial karena berpotensi memengaruhi bobot pasar modal Indonesia di mata investor asing.

  1. Aksi Ambil Untung dan Isu Regulasi Domestik

Adanya ketidakpastian seputar perkembangan implementasi UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) turut memicu sentimen fluktuatif di pasar domestik. Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah ke level Rp17.843 per dolar AS ikut menambah beban bagi pergerakan indeks.

Seperti dikutip dari tradingview, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai pelemahan IHSG dipengaruhi oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap sejumlah sentimen global dan domestik.

Advertisement

“Pelemahan ini terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap potensi pengetatan kebijakan moneter, penurunan penilaian aksesibilitas Information Flow Indonesia oleh MSCI, serta penghapusan sejumlah saham domestik dari indeks FTSE Russell,” ujarnya, Senin (22/6/2026).

Selain itu, pasar juga mencermati potensi perubahan status Indonesia dalam tinjauan MSCI yang dijadwalkan pekan ini, yang berisiko memicu arus keluar modal asing.

Dari eksternal, ketidakpastian masih membayangi seiring meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, meskipun kedua negara telah menyepakati peta jalan menuju perjanjian damai dalam 60 hari.

Di sisi lain, bank sentral China (PBoC) mempertahankan suku bunga acuan, mencerminkan kehati-hatian di tengah perlambatan ekonomi.

Sementara Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menambahkan investor juga mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah serta pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Advertisement

“IHSG ditutup terkoreksi setelah sempat menguat di sesi pertama. Investor masih mencermati pengumuman MSCI serta perkembangan konflik Timur Tengah, termasuk penutupan Selat Hormuz oleh Iran,” jelasnya.

Masih Rawan Koreksi

Untuk perdagangan selanjutnya, investor masih cenderung bersikap wait and see menjelang pengumuman MSCI mengenai Annual Market Classification Review pada 24 Juni 2026, untuk memastikan apakah Indonesia masih di kelas Emerging Market.

Investor juga menantikan hasil review S&P Global Standards terhadap peringkat Indonesia. Selain itu beberapa isu mengenai UU P2SK menimbulkan ketidakpastian di pasar.

Sementara itu, rupiah ditutup melemah 0,22% di level Rp 17.843 per dolar AS sejalan dengan mayoritas mata uang di Asia.

Advertisement

Untuk perdagangan Selasa (23/6/2026), Nico memperkirakan IHSG masih berpotensi mengalami koreksi dalam jangka pendek dengan rentang pergerakan 6.060 hingga 6.290.

Senada, Herditya memproyeksikan IHSG masih rawan terkoreksi dengan level support di 6.035 dan resistance di 6.226.

Ia juga merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati, di antaranya ISAT pada kisaran Rp 1.840 – Rp 1.950, NCKL pada level Rp 970-Rp 1.050, serta RAJA pada rentang Rp 4.080-Rp 4.750.

Dengan berbagai sentimen tersebut, investor disarankan untuk tetap mencermati perkembangan global dan domestik yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar dalam jangka pendek.

Sembilan Sektor Menurun

Advertisement

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor menguat yaitu sektor energi naik 1,47 persen, diikuti oleh sektor teknologi yang naik sebesar 0,18 persen.

Sedangkan sembilan sektor turun yaitu sektor barang baku turun paling dalam 2,49 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor kesehatan yang turun masing-masing sebesar 2,36 persen dan 2,23 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu ZONE, EMDE, KIOS, BYAN dan ADES. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni BAIK, BINA, HBAT, LUCY, dan UDNG.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.709.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 20,95 miliar lembar saham senilai Rp13,47 triliun. Sebanyak 227 saham naik, 471 saham menurun dan 261 tidak bergerak nilainya.

Investor asing terpantau paling banyak melepas saham-saham berkapitalisasi besar (blue chip) sektor perbankan, dipimpin oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan nilai lego mencapai Rp262 miliar.

Advertisement

Sebaliknya, saham PT Mega Perintis Tbk (ZONE) justru melesat menjadi salah satu top gainer hari ini dengan lonjakan fantastis sebesar 24,77 persen ke level Rp680 per lembar saham.

Rapor Perdagangan IHSG (Senin, 22 Juni 2026)

Indikator PasarCatatan Perdagangan
Posisi Penutupan6.116,69
Pelemahan-60,45 poin (-0,98%)
Total Saham Melemah471 saham
Total Saham Menguat227 saham
Total TransaksiRp13,47 triliun
Aksi Investor AsingJual Bersih (Net Sell) Rp1,11 triliun

Lanjutkan Membaca
Advertisement