Internasional
Iran Gratiskan Biaya Melintas di Selat Hormuz Selama Dua Bulan

Selat Hormuz akan dibuka secara gratis selama 60 hari ke depan. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Pemerintah Iran memutuskan membebaskan biaya bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz selama 60 hari ke depan. Kebijakan tersebut diumumkan oleh Dewan Tertinggi Keamanan Nasional Iran (SNSC) sebagai bagian dari implementasi Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad yang bertujuan mendukung normalisasi dan pemulihan aktivitas pelayaran di kawasan tersebut.
Pada Kamis (18/6/2026) waktu setempat, SNSC mengeluarkan pernyataan resminya. Yaitu menyatakan seluruh biaya perizinan bagi kapal yang melintas akan ditanggung pemerintah Iran. Langkah ini diharapkan dapat mendorong peningkatan lalu lintas pelayaran sekaligus memperlancar arus perdagangan internasional yang melewati salah satu jalur laut paling strategis di dunia.
Selain memberikan pembebasan biaya, pemerintah Iran juga menginstruksikan Otoritas Jalur Perairan Teluk Persia (PGSA) untuk mempercepat proses pengajuan izin dan memprioritaskan pelayanan bagi kapal yang akan melintas di kawasan tersebut.
Menurut SNSC, sejumlah pengaturan khusus tetap diberlakukan mengingat kondisi keselamatan di Selat Hormuz masih memerlukan pengawasan ketat. Kapal-kapal diwajibkan mengikuti rute dan jadwal pelayaran yang telah ditetapkan guna meminimalkan risiko kecelakaan dan memastikan kelancaran arus transportasi laut.
Otoritas Iran menilai kebijakan tersebut penting untuk menjaga keamanan navigasi sekaligus memungkinkan peningkatan volume lalu lintas kapal secara bertahap. Rincian teknis terkait pelayaran, termasuk pengaturan operasional dan prosedur keselamatan, akan diumumkan lebih lanjut oleh PGSA.
Pemerintah Iran juga menyampaikan bahwa sejumlah langkah tambahan akan dilakukan sesuai ketentuan dalam MoU Islamabad, termasuk upaya pembersihan ranjau di beberapa area yang dianggap berpotensi mengganggu keamanan pelayaran.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran vital yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan Samudra Hindia. Kawasan ini menjadi salah satu titik penting perdagangan global karena menjadi jalur utama distribusi minyak dan energi dari negara-negara Timur Tengah ke berbagai wilayah dunia.
Keputusan pembebasan biaya pelayaran tersebut muncul di tengah upaya Iran meningkatkan kembali aktivitas maritim dan perdagangan internasional pasca tercapainya kesepahaman damai dengan Amerika Serikat. Langkah ini diharapkan dapat memberikan sinyal positif bagi pelaku industri pelayaran serta memperkuat stabilitas perdagangan di kawasan.
Dengan berbagai kebijakan yang diterapkan, Iran berharap arus kapal yang melintasi Selat Hormuz dapat kembali meningkat secara bertahap, sekaligus mendukung pemulihan aktivitas ekonomi dan perdagangan internasional di kawasan Teluk Persia.***














