Connect with us

Ekonomi

Wamendag Roro Harap Dukungan KBRI Islamabad Mengawal Proses Teknis Menuju Peluncuran Perundingan Ipak – CEPA

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Wamendag Roro Harap Dukungan KBRI Islamabad Mengawal Proses Teknis Menuju Peluncuran Perundingan Ipak – CEPA

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, Dyah Roro Esti menerima kunjungan Duta Besar RI Pakistan, Chandra Warsenanto Sukotjo di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (24/2/2026). (Kemendag)

FAKTUAL INDONESIA: Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, Dyah Roro Esti mengharapkan dukungan Kedutaan Besar (KB) RI Islamabad dalam mengawal proses teknis menuju peluncuran perundingan Indonesia–Pakistan Comprehensive Economic Partnership Agreement (IPak-CEPA) yang direncanakan saat KTT D-8 di Jakarta pada April 2026.

Baca Juga : Target Transaksi Rp119 Triliun, Wamendag Roro Ungkap Friday Mubarak Kunci Stabilitas Ekonomi Saat Lebaran.

Hal itu dikemukakan Wamendag Roro saat menerima kunjungan Duta Besar RI Pakistan, Chandra Warsenanto Sukotjo di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Pada kesempatan tersebut, Wamendag didampingi oleh Direktur Perundingan Antar Kawasan dan Organisasi Internasional Natan Kambuno.

Selain itu Roro juga meminta KBRI Islamabad  mendorong pemanfaatan Joint Trade Committee (JTC) untuk memperkuat promosi perdagangan, pengembangan UMKM, dan harmonisasi standar.

Baca Juga : Wamendag Roro Terima Delegasi HKTDC, Bahas Pebingkatan Penetrasi Ekspor UMKM Indonesia ke Hong Kong

Dalam pertemuan itu Roro dan Dubes Chandra membahas peluang penguatan hubungan perdagangan bilateral Indonesia – Pakistan, percepatan pembentukan IPak-CEPA, optimalisasi JTC, serta penguatan kerja sama melalui perluasan D-8 Preferential Trade Agreement menuju CEPA.

Advertisement

Wamendag juga meminta dukungan Dubes untuk memperluas D-8 PTA menjadi CEPA selama masa Keketuaan Indonesia 2026–2027, mengawal implementasi MoU antara GAPKI dan asosiasi minyak nabati Pakistan, serta memastikan posisi Indonesia sebagai pemasok utama minyak sawit di Pakistan tetap terjaga. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement