Connect with us

Ekonomi

Perkembangan Pembelian 50 Pesawat Boeing 777, Ini Kata Bos Garuda Indonesia

Diterbitkan

pada

Perkembangan Pembelian 50 Pesawat Boeing 777, Ini Kata Bos Garuda Indonesia


Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Wamildan Tsani akui perusahaannya tengah membahas tentang pembelian 50 pesawat Boeing dari AS. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Wamildan Tsani mengatakan perseroannya saat ini masih berkomunikasi secara intensif dengan Boeing atas rencana membeli 50 pesawat Boeing 777.

Diketahui, pembelian 50 pesawat Boeing dari AS adalah bagian dari negosiasi Indonesia untuk mendapatkan tarif impor 19 perse dari sebelumnya 32 persen.

Wamildan Tsani mengatakan, pembahasan perusahaan itu meliputi detail kebutuhan armada yang sesuai dengan pangsa pasar perseroan. “Perseroan dan Boeing tengah melakukan komunikasi secara intensif,” kata dia.

Baca Juga : Pemerintah Butuh Anggaran Rp 120 Triliun untuk Impor 50 Pesawat dari AS

Dia mengatakan rencana pembelian pesawat Boeing 777 merupakan salah satu strategi perseroan untuk penyehatan Garuda Indonesia dalam jangka panjang. Di sisi lain, aksi korporasi ini juga bagian dari transformasi bisnis dengan penguatan armada dan optimalisasi jaringan penerbangan dalam lima tahun ke depan.

Sementara, terkait sumber dana, dia menjelaskan bahwa dana pembelian 50 pesawat tersebut sejalan dengan rencana penyehatan keuangan perseroan sebagaimana tertuang dalam rancangan restrukturisasi dalam rangka penyehatan perseroan.

Advertisement

Alokasi dana telah disetujui oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Rapat umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 30 Juni 2025.

Dia menyebut,  proses perundingan pembelian pesawat Boeing 777 masih terjadi pada tingkat bisnis dengan bisnis (B2B) antara kedua perusahaan. Sesudah Presiden Donald Trump menetapkan tarif impor produk Indonesia turun menjadi 19 persen, rencana bisnis pembelian pesawat menurut dia makin lancar.

Baca Juga : Lagi Cerita Soal Batik Air, Kali Ini Pesawat Rute Soetta – Lubuklinggau Terpaksa Harus Putar Balik ke Soetta

Rencana pembelian pesawat Boeing merupakan bagian dari negosiasi tarif impor dengan Amerika Serikat. Airlangga mengatakan bahwa kesepakatan komersial itu sudah berlangsung sejak AS mengumumkan tarif resiprokal sebesar 32 persen kepada Indonesia.

Sebelumnya, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso juga menyebut rencana itu sebagai salah satu subjek negosiasi. Namun Garuda Indonesia belum melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan produsen pesawat asal AS tersebut. ***

 

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement