Connect with us

Nasional

Presiden Jokowi Instruksikan Beri Bantuan Korban Gempa Bawean-Tuban, Satu Kepala Keluarga Rp 60 Juta

Diterbitkan

pada

Pemerintah akan beri bantuan warga yang rumahnya rusak akibat gempa Bawean-Tuban. (ist)

FAKTUAL-INDONESIA : Presiden Jokowi akan memberikan bantuan bagi keluarga yang rumahnya rusak akibat gempa Bawean-Tuban, Jawa Timur masing-masing Rp 60 juta per keluarga.

Gempa Bawean-Tuban terjadi pada Jumat (22/3/2024). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 23 kecamatan di Jawa Timur mengalami kerusakan parah akibat gempa tersebut.

Sebanyak 23 kecamatan itu tersebar di 21 kabupaten dan 7 kota di Jawa Timur yang terdampak gempa.

Kabupaten Tuban menjadi wilayah paling banyak mengalami kerusakan. Sebanyak 12 kecamatan di Tuban tercatat mengalami rusak parah.

Selanjutnya di Kabupaten Gresik dan Kota Surabaya di mana masing-masing terdapat 3 kecamatan terdampak kerusakan.

Advertisement

Kepala BNPB,bLetjen TNI Suharyanto saat bertemu dengan sejumlah warga di posko pengungsian Suwari, Bawean, Gresik, Minggu (24/3/2024) menjelaskan, setelah tanggap darurat yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik selesai, selanjutnya akan masuk ke rehabilitasi konstruksi.

“Sesuai instruksi dari Presiden Jokowi, pemerintah pusat akan memberi bantuan, untuk rumah rusak berat akan diganti 60 juta, rusak sedang Rp30 juta dan ringan Rp15 juta,” ucapnya.

Dia menjelaskan untuk menentukan kriteria kerusakan, sudah ada petunjuk teknisnya.

“Kalau kami lihat sepintas tadi di jalan banyak yang rusak dari ringan hingga berat,” katanya

Namun sebelum hal itu, kata dia, selama masa tanggap darurat, pemerintah akan terus memberi bantuan berupa makanan siap saji, matras terpal, tenda kecil hingga besar, dan tidak lupa minuman.

Advertisement

Letjen TNI Suharyanto menjelaskan, sepanjang perjalanan menuju posko pengungsian masih ada warga yang memakai tenda biasa.

“Tendanya kurang baik untuk keluarga, nanti akan kami ganti dengan tenda yang lebih nyaman,” tuturnya.

Tak hanya itu, pemerintah daerah, dalam hal ini Pemprov Jatim, akan segera menurunkan tim psikologi untuk membantu menenangkan masyarakat melalui trauma healing.

“Terkait pendampingan psikologis bagi masyarakat terdampak, kata pak bupati dan pak Pj gubernur, nanti malam akan datang tim pendampingan, termasuk dari TNI-Polri, juga akan menurunkan tim trauma healing,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan, namun jangan terlalu panik.

Advertisement

“Karena gempa per hari ini sudah terjadi sebanyak 229 kali di titik kemarin, tapi menurut pak bupati di Bawean banyak yang takut terjadi tsunami, padahal sudah disampaikan oleh BMKG tidak ada potensi tsunami. Meski gempanya cukup besar hingga magnitudo 6,5,” ujarnya.

“Masyarakat jangan sampai termakan berita hoaks yg tersebar seperti awal kemarin, videonya gempa di Cianjur, tapi dikatakannya di Bawean,” lanjut dia.***

Lanjutkan Membaca
Advertisement