Connect with us

Wisata

Sri Sultan: Pariwisata di DIY Harus Menuju Quality Tourism

Diterbitkan

pada

 

Pantai Parangtritis Yogyakarta. (Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali terancam oleh pemunculan virus mematikan Covid-19, yang belakangan ini nampak kembali meledak.

Sesuai hasil pemantauan, bahkan Covid-19 kini telah memasuki gelombang ketiga lewat persebaran varian baru Omicron. Oleh sebab itu, mau tidak mau sektor kepariwisataan di DIY harus ikut menyesuaikan diri.

Menurut Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, penyesuaian yang mesti ditempuh para pelaku wisata, salah satunya adalah mengubah kepariwisataan di DIY dari yang semula berbasis kerumuman menuju ke quality tourism.

“Ini sebagai jalan terbaik yang harus ditempuh, agar sektor pariwisata tetap berjalan di tengah pandemi,” kata Sri Sultan dalam pengukuhan Budiharto Setyawan sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, di Yogyakarta, Senin (7/2/2022),

Advertisement

Di sisi lain, kepada pimpinan baru Bank Indonesia Perwakilan DIY, Sri Sultan berharap agar dapat meneruskan optimalisasi peran Kantor Perwakilan untuk terus mendukung pengembangan sektor riil dan mendorong terbentuknya clean money policy.

“Tak kalah penting adalah, perlunya upaya ekstra lewat sinergi seluruh stakeholder guna mempercepat pemulihan ekonomi DIY yang inklusif melalui optimalisasi realisasi fiskal, penciptaan lapangan kerja baru, menjaga inflasi, dan perluasan daya dorong ekonomi,” katanya.

Sri Sultan berharap adanya sinergisitas dan kolaborasi antara Pemda, Bank Indonesia, dan stakeholder di DIY lain yang telah berjalan baik bisa terus berlanjut di bawah kepimpinan Budiharto Setyawan. Semua ini untuk mewujudkan perekonomian DIY yang lebih maju.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan pentingnya penyesuaian strategi pemulihan ekonomi di tengah lonjakan kasus Covid-19. BI juga berkomitmen untuk mengawal pemulihan ekonomi di daerah.

Disebutkan, komitmen itu antara lain Bank Indonesia turut mendorong akselerasi vaksinasi bagi masyarakat. Bank Indonesia turut mendukung beroperasinya sektor produktif dan aman di daerah. Dalam hal ini, perluasan vaksinasi menjadi hal krusial bagi sektor pariwisata sebagai salah satu sektor produktif DIY agar tetap beroperasi dengan aman.

Advertisement

selain itu, Bank Indonesia mendukung sinergi kebijakan fiskal pusat dan daerah, termasuk melalui percepatan realisasi pendapatan dan belanja daerah dengan elektronifikasi transaksi pemerintah. Bank Indonesia juga turut bersinergi dengan Pemda untuk memfasilitasi pengembangan dan penciptaan nilai tambah UMKM.

Selanjutnya, Bank Indonesia turut mendorong digitalisasi ekonomi di DIY, melalui perluasan QRIS bagi UMKM dan BI-FAST Payment yang melayani transaksi ritel masyarakat secara real time, aman, mudah, dan beroperasi.

Di tengah tantangan pemulihan ekonomi, pihaknya berharap pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY yang baru akan bisa meneruskan semangat kolaborasi dan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, akademisi, media, dan Bank Indonesia demi ekonomi DIY yang lebih maju.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement