Politik
Jadikan Hari Kelahiran Pancasila Sebagai Momentum Membangun Kebersamaan

Monumen Pancasila Sakti. (Ist)
FAKTUALid – Peringatan Hari Kelahiran Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni 2021 dapat dijadikan sebagai momentum untuk membangun kembali semangat kebersamaan, gotong royong, dan optimisme rasa kebangsaan di tengah pandemi Covid-19.
Penegasan ini disampaikan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo usai mengikuti Upacara Hari Kelahiran Pancasila secara daring di Jakarta, Selasa (1/6/2021).
Upacara Hari Kelahiran Pancasila dipimpin langsung Presiden Joko Widodo dari Istana Kepresidenan Bogor. Dalam acara tersebut Bamsoet didaulat membaca Teks Pancasila dengan mengenakan pakaian adat Aceh. Sementara Ketua DPR RI Puan Maharani membacakan naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
“Gotong royong dan optimisme rasa kebangsaan di tengah pandemi Covid-19 dengan tetap mematuhi protokol kesehatan akan membawa Indonesia menjadi lebih tangguh dan lebih maju,” kata Bamsoet – panggilan akrab Bambang Soesatyo -.
Kata Bamsoet, Presiden RI pertama Soekarno pada 76 tahun lalu telah menegaskan bahwa Indonesia adalah negara gotong royong.
Sikap gotong royong yang merupakan pengejawantahan dari sila Pancasila harus terus ditumbuhkan dan dikembangkan seluruh elemen bangsa agar Indonesia mampu segera terbebas dari pandemi Covid-19.
Dia menilai, semangat gotong royong yang digelorakan Bung Karno sangat terasa di tengah masyarakat selama pandemi. Dimana rasa senasib sepenanggungan muncul dengan melakukan berbagai aksi kemanusiaan membantu sesama yang terkena dampak Covid-19.
“Rakyat mematuhi imbauan pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, memakai masker serta mencuci tangan sebagai bagian untuk bersama memutus mata rantai Covid-19,” ujarnya.
Ia menjelaskan, data per-tanggal 31 Mei 2021 jumlah penduduk Indonesia yang telah mendapatkan vaksinasi tahap I mencapai 16.413.672 orang. Sementara itu vaksinasi tahap II sudah diberikan kepada 10.631.835 orang.
“Pemerintah menargetkan akan melakukan vaksinasi minimal 181.554.465 jiwa untuk mencapai ‘herd immunity’,” katanya.
Menurut dia, vaksinasi gotong royong yang dilaksanakan perusahaan bagi para buruh dan karyawan ini merupakan salah satu wujud sifat gotong royong dalam membantu pemerintah menanggulangi pandemi Covid-19.
Dia mengaku optimistis keberhasilan program vaksinasi Covid-19 akan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia sehingga diharapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 4 hingga 5 persen di akhir tahun 2021.
Di tempat terpisah, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir meminta Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara jangan dipolitisasi untuk kepentingan apapun.
“Jauhi politisasi Pancasila untuk kepentingan apapun,” kata Haedar melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Selasa.
Belajar dari sejarah, menurut dia, setiap reduksi, penyimpangan, dan politisasi Pancasila akan menimbulkan ketidakpercayaan pada Pancasila itu sendiri.
Selain itu, ia berharap kebijakan-kebijakan negara yang berkaitan dengan Pancasila semuanya memerlukan ketulusan, kejujuran, jiwa negarawan, wawasan yang luas dan semangat kebersamaan dalam mewujudkan Pancasila sebagai ideologi negara.
“Jangan membawa Pancasila menjadi sesuatu yang sempit dan jangan juga membawa Pancasila melebihi dirinya. Itulah Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Tempatkan Pancasila secara proporsional sebagai dasar dan ideologi negara,” kata Haedar. ***














