Connect with us

Politik

Anggota DPR: Tidak Ada Alasan Logis Menunda Pemilu dari Segi Apapun

Avatar

Diterbitkan

pada

Anggota DPR Marinus Gea. (Ist).

Anggota DPR Marinus Gea. (Ist).

FAKTUAL-INDONESIA: Hingga kini belum ada alasan logis dari pemerintah untuk menunda Pemilu 2024. Oleh karena itu wacana penundaan pemilu yang menjadi polemic di tengah masyarakat hendaknya diakhiri.

Anggota Komisi XI DPR RI Marinus Gea menyatakan bahwa penundaan pemilu itu argumennya harus dari pemerintah. Bukan dari partai politik.

Jadi, baik secara hukum, sosial, maupun politik tidak ada alasan logis untuk menunda pemilu satu hingga dua tahun seperti yang diinginkan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar.
“Penundaan pemilu itu argumen-nya harus dari Pemerintah. Harus ada alasan yang kuat untuk memutuskan menunda pemilu-nya,” kata Marinus dalam webinar bertajuk “Amendemen UUD 1945: Lobi-Lobi Masa Jabatan Presiden?” yang disiarkan di platform Zoom Meeting, dipantau dari Jakarta, Jumat (4/3/2022).

Dalam sepekan, telah muncul polemik di tengah masyarakat terkait dengan penundaan penyelenggaraan Pemilu 2024. Berbagai alasan pun muncul dalam narasi penundaan tersebut, seperti pemulihan ekonomi hingga perkembangan konflik di Rusia dan Ukraina.

Marinus menilai, argumen-argumen tersebut harus disampaikan secara resmi oleh Pemerintah dan harus dapat menjelaskan keadaan genting yang menegaskan urgensi dari penundaan Pemilu 2024.
“Mungkin ada alasan-alasan yang benar-benar akan melemahkan Pemerintah jika dipaksakan pada 2024 dilakukan Pemilu serentak,” ucapnya.

Advertisement

Jika berlangsung keadaan tertentu yang mengharuskan Pemerintah melakukan penundaan terhadap Pemilu 2024, maka penundaan dapat dilakukan selama tidak melebihi 2,5 tahun.

“Artinya, kalau lebih dari 2,5 tahun, itu melanggar undang-undang. Kalau di bawah itu, dengan alasan yang cukup dan bisa diterima oleh masyarakat, itu bisa dijadikan alasan penundaan,” tutur Marinus. ***

Lanjutkan Membaca