Connect with us

Politik

Terima Pimpinan MPR, Presiden Prabowo Minta konsep PPHN Dikaji Ulang secara Komprehensif

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Presiden Prabowo Subianto menerima pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 23 Juli 2025. (BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Subianto menerima pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 23 Juli 2025. (BPMI Setpres)

FAKTUAL INDONESIA: Presiden Prabowo Subianto meminta kepada pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) agar konsep pokok-pokok haluan negara (PPHN)  dikaji ulang secara komprehensif.

Permintaan Presiden Prabwo itu disampaikan ketika menerima pimpinan MPR di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/7/2025). Pertemuan ini merupakan bagian dari konsultasi kelembagaan menjelang penyelenggaraan Sidang Tahunan MPR dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Selain penyampaian undangan Sidang Tahunan MPR, Presiden bersama para pimpinan MPR juga membahas perkembangan rancangan pokok-pokok haluan negara (PPHN) yang telah disusun oleh tim ahli.

Baca Juga : Luncurkan Koperasi Desa Merah Putih, Presiden Prabowo Nyatakan Sebagai Jalan untuk Wujudkan Kedaulatan Ekonomi Rakyat

“Tadi Presiden minta agar dikaji ulang kembali untuk disempurnakan, setelah itu kemudian nanti akan diputuskan dengan produk apa pokok-pokok haluan negara ini akan dilakukan. Apakah dengan TAP MPR, undang-undang atau produk hukum lainnya,” kata Ketua MPR Ahmad Muzani usai pertemuan.

Dalam bagian lain, Ahmad Muzani menyampaikan bahwa MPR secara resmi mengundang Presiden Prabowo untuk hadir dan menyampaikan pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR.

Advertisement

“Menurut ketentuan yakni tata tertib MPR, sidang tahunan MPR yang jatuh pada tanggal 16 Agustus digeser menjadi tanggal 15 atau hari Sabtu, maaf, tanggal 15 dan hari Jumat. Karena itu Presiden setuju untuk diselenggarakan Sidang Tahunan MPR pada hari Jumat,” ujar Ahmad Muzani.

Di samping itu, MPR turut mengundang Presiden untuk hadir dalam peringatan Hari Konstitusi yang akan digelar pada 18 Agustus 2025 mendatang. “Kita juga membicarakan tentang Hari Konstitusi yakni tanggal 18 Agustus, kami mengundang kesediaan Presiden untuk datang pada Peringatan Hari Konstitusi pada 18 Agustus 2025,” lanjutnya.

Dalam pertemuan tersebut, pimpinan MPR turut menyampaikan apresiasi atas berbagai kunjungan luar negeri Presiden Prabowo mulai dari kunjungan ke Arab Saudi, Brasil untuk KTT BRICS, hingga Prancis dalam rangka peringatan Hari Bastille. Tidak hanya itu, apresiasi juga disampaikan atas langkah konkret Presiden dalam upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Baca Juga : Sidang Tahun MPR: Bamseot Sebut PPHN Tidak Melalui Amandemen, Diatur Lewat Ketetapan MPR

“Kita memberi apresiasi yang tinggi karena telah mengangkat harkat martabat dan kebanggaan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar dan dihormati di dunia. Dan kita juga mengapresiasi tentang berbagai macam langkah kebijakan Presiden, tentang ketersediaan pangan dan penanganan usaha-usaha untuk memenuhi kebutuhan rakyat lainnya,” tuturnya.

Menutup keterangannya, Ketua MPR menyatakan dukungan lembaganya terhadap konsistensi Presiden Prabowo dalam menyuarakan perjuangan rakyat Palestina di berbagai forum internasional.

Advertisement

“Presiden menyatakan bahwa dukungan bangsa Indonesia tidak akan pernah lelah dan kita tidak akan pernah putus berlanjutan karena itu perlu ada sebuah pokok-pokok haluan negara yang mengikat satu sama lain,” ucapnya. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement