Politik
Mardiono Jadi Plt Ketum PPP Tapi Suharso Monoarfa tidak Dipecat

Wakil Ketua Umum PPP, Arsul Sani (tengah) membenarkian Muhammad Mardiono (kanan) sebagai Plt Ketum PPP tapi membantah Suharso Monoarfa (kiri) dipecat
FAKTUAL-INDONESIA: Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), memutuskan Muhammad Mardiono menjadi Pelaksana Tugas (Plt) PPP untuk menggantikan Suharso Monoarfa.
Namun Wakil Ketua Umum PPP, Arsul Sani menegaskan, ditunjuknya Mardiono sebagai Plt Ketua umum, tidak membuat Suharso dipecat atau diberhentikan dari struktur PPP.
Mardiono yang Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dipilih melalui Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) bertemakan “Konsolidasi dan Sukses Pemilu 2024”.
Mukernas PPP dihadiri oleh 30 Dewan Pimpinan Wilayah, dari 34 Dewan Pimpinan Wilayah.
Rangkap jabatan dalam lembaga pemerintah, menjadi alasan majelis PPP untuk memutuskan menggantikan Suharso dengan Madiono.
“Saya menerima amanah yang diputuskan dalam rapat pengurus harian untuk mengisi jabatan Plt. Ketua Umum PPP. Atas dukungan dan doa para kiai yang ada di majelis ini, bismillah saya akan bekerja keras agar PPP bisa bangkit di Pemilu 2024,” kata Mardiono dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin.
Sementara itu, Ketua Majelis Syariah PPP Mustofa Aqil Siradj mengatakan keputusan itu diambil atas usulan berbagai pihak. Dia pun berharap keputusan itu bisa bermanfaat dan lebih baik untuk partai.
“Kami tidak bisa menahan gejolak protes, suara, dan usulan dari berbagai pihak. Tidak kurang dari 10 kali pertemuan kami adakan untuk menanggapi gejolak ini. Keputusan ini semata-mata merespon kiai dan berbagai pihak,” jelasnya.
Di kesempatan yang sama, Ketua Majelis Kehormatan PPP Zarkasih Nur mengaku tidak ada kebencian terhadap pemimpin sebelumnya, yakni Suharso Monoarfa.
Ke depannya, menurut dia, kepemimpinan PPP akan dilakukan penuh kebersamaan, persatuan, dan kasih sayang; sehingga bangsa Indonesia menjadi lebih makmur, sejahtera, dan rakyat menjadi umat yang rahmatan lil alamin.
“Kami tetap berhubungan baik, tidak ada yang menaruh kebencian ataupun kemarahan, tetapi dalam menghadapi masalah sekarang ini kami mengharapkan Suharso melepas tugasnya sebagai Ketua Umum PPP,” tegasnya.
Sebelumnya, Majelis PPP telah dua kali mengirimkan surat kepada Suharso dan memintanya mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum PPP. Namun, Suharso tidak kunjung menanggapi surat tersebut.
Selain itu, ada pula rentetan aksi yang meminta Suharso mundur dari jabatannya, antara lain dari para santri, kader PPP, hingga para pecinta kiai. Aksi tersebut merupakan buntut dari ucapan Suharso terkait “amplop kiai” dan hal lain yang dinilai tidak sesuai dengan AD/ART PPP.
Tidak Dipecat
Wakil Ketua Umum PPP, Arsul Sani saat ditemui di Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta, Senin (5/9/2022), membenarkan tentang ditunjuknya Mardiono sebagai Plt Ketua umum.
Arsul Sani menegaskan, ditunjuknya Mardiono sebagai Plt Ketua umum, tidak membuat Suharso dipecat atau diberhentikan dari struktur PPP.
“Dalam forum Mukernas itu memang ada keputusan untuk mengangkat Pak Haji Muhammad Mardiono sebagai pelaksana tugas ketua umum PPP. Ini apakah kemudian artinya Pak Suharso dipecat atau diberhentikan, jawabannya tidak”, pungkas Arsul.
Arsul Sani meyakini, terjadinya pergantian nahkoda PPP tidak membuat perpecahan internal PPP. Namun pergantian ini adalah bagian dari struktur partai yang harus dijalani.
“Jadi jangan dibayangkan PPP terbelah atau pecah, Insya Allah tidak, karena ini adalah hasil dari sebuah diskusi panjang internal partai yang memang itu diinginkan oleh struktur partai”, ujar Arsul. ***














