Politik
Deklarasi Capres Di Tengah Rakyat Hidup Tertekan Pandemi Ternyata hanya ‘Cek Ombak’

Pemilu 2024 masih dua tahun lagi namun sudah rame yang tampil cek ombak
FAKTUAL-INDONESIA: Di tengah beban hidup rakyat masih berat bukan saja karena serangan pandemi virus corona (Covid-19) namun juga naiknya beberapa kebutuhan pokok banyak yang sudah menari mengenalkan popularitas diri untuk calon presiden (Capres) untuk Pilpres 2024.
Sudah begitu, tarian dengan dukungan tabuhan dan sorak para relawan untuk pentas yang masih dua tahun lagi itu ternyata hanya sekadar tes ombak.
Bila hanya sekadar tes ombak tentu tarian dan nyanyian yang disajikan para capres beserta para pemandu soraknya dapat ditebak hanya menyajikan yang indah-indah disertai pendekatan penuh basa-basi.
Semua ruang terbuka dan bahkan fasiltas umum dimanfaatkan untuk memasang foto diri atau poster besa-besar dengan hiasan kata-kata penuh keagungan, kearifan dan tentunya kemanisan.
Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia (ASI) Ali Rif’an dalam keterangan tertulis yang diterima antaranews.com di Jakarta, Rabu (16/2/20220, menegaskan, deklarasi calon presiden (capres) untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 oleh sejumlah kelompok relawan masih sebatas mengenalkan popularitas ke khalayak umum atau “cek ombak”.
“Pasalnya, untuk mengusung calon presiden, selain memiliki elektabilitas dan kinerja bagus, juga harus mempertimbangkan dukungan partai politik,” kata Ali Rifan.
Meskipun Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden baru dilaksanakan pada 14 Februari 2024, sejumlah nama telah dideklarasikan oleh beberapa relawan untuk maju ke pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
Beberapa nama yang mencuat juga cukup beragam, mulai dari kalangan partai politik, ketua lembaga legislatif, kepala daerah hingga menteri Kabinet Indonesia Maju.
“Pada awal 2022, setidaknya ada tujuh nama yang telah memperoleh dukungan dari relawan,” katanya.
Dalam tes ombak itu banyak tokoh menteri yang memamerkan diri untuk maju meskipun tanpa memiliki basis dukungan partai politik. Lihat saja satu tokoh dari kalangan menteri Kabinet Indonesia Maju yaitu Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.
Selain itu, muncul pula nama Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI LaNyalla Mahmud Mattalitti.
Yang jelas sudah mempunyai dukuangan basis partai politik juga muncul namun tidak segencar nama-nama yang non partai.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, yang juga memperoleh dukungan maju menjadi capres di Pemilu 2024. Dukungan tersebut tidak hanya dari internal maupun organisasi sayap, tapi dari luar partai seperti etnis Komunitas Cina Benteng Kota Tangerang.
Ada juga nama Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Airlangga Hartarto, sekaligus Menteri Koordinator bidang Perekonomian, yang mendapatkan dukungan dari kelompok relawan.
Tokoh lain yang memiliki dukungan partai tentunya yang diusung kelompok relawan yang menamakan diri Generasi Muda Pejuang Nusantara (Gema) Puan mendeklarasikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani.
Selain nama-nama tersebut di atas, muncul juga nama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang mendapat dukungan kuat Partai gerindra.
Di kalangan pejabat kepala daerah, muncul nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang dideklarasikan relawan maju sebagai capres di Pemilu 2024.
“Anies dianggap sebagai figur potensial bagi para pendukung, meskipun nantinya Anies tetap membutuhkan bantuan partai politik,” jelas Ali.
Tidak bisa ditinggalkan juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang baru diguncang oleh kasus Wadas di Purworejo. ***












