Connect with us

Lapsus

Kekompakan Semua Elemen Masyarakat, DKI Capai Target Vaksinasi Lebih Awal

Diterbitkan

pada

Gubernur DKI Anies Baswedan dan Wagub Ahmad Riza Patria. (ist)

FAKTUALid – Pemprov DKI Jakarta masih terus berupaya mengendalikan pandemi Covid-19. Selain terus menerapkan 3T ( pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment). Tak ketinggalan program vaksinasi Covid-19 juga digalakkan pada sejumlah kelompok prioritas. Kendati demikian, masih dibutuhkan peran serta masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Kasus Covid-19 memang telah memperlihatkan grafik menurun di Jakarta. Kendati demikian, pencegahan dan pananggulangan harus terus jadi perhatian semua pihak.

Salah satunya melalui program vaksinasi Covid-19 untuk mengurangi dampak keterpaparan ( kemungkinan tertular dan menularkan) warga akan virus Covid-19. Butuh kerja bersama semua elemen warga untuk memutus rantai penularan ini.

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan pihaknya satu langkah berada di depan dengan pencapaian keberhasilan target vaksinasi yang lebih cepat satu bulan dari tenggat waktu yang diberikan Pemerintah Pusat. Hal baik yang harus diapresiasi, terlebih keberhasilan dicapai dengan tidak hanya melibatkan Pemprov DKI, tapi juga masyarakat dan semua pihak akan kesadaran ‘perang’ melawan Virus Corona yang telah merenggut banyak korban jiwa.

“Alhamdulillah, kita lebih cepat satu bulan dari target jadwal yang sudah ditetapkan. Lebih dari 7,5 juta vaksin dosis pertama dan 2,5 juta vaksin dosis kedua telah diberikan kepada warga di Jakarta. Saya ingin sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan vaksinasi ini,” kata Gubernur Anies, di Balai Kota Jakarta, Sabtu (31/7/2021).

Advertisement

Berdasar data hari Sabtu (31/7/2021) telah dilakukan vaksinasi program untuk dosis pertama sebanyak 7.501.192 orang, dosis tahan kedua sebanyak 2.662.667 orang, dan dosis 3 khusus untuk tenaga kesehatan sebanyak 3.547 orang.

Atas pencapaian target vaksinasi di ibukota, Gubernur Anies menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Kesehatan, Kementerian BUMN, dan BNPB yang sangat mendukung dalam kegiatan vaksinasi ini. Juga, rasa terima kasih untuk jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Jakarta, seperti Polda, Kodam, Kejati, dan Pemprov DKI, yang secara kompak bekerja sama, memiliki target yang sama, bersinergi, berkolaborasi, dan saling mengisi, saling menopang, untuk kegiatan vaksinasi ini.

Tenaga Kesehatan dan Warga

Selain rasa terima kasih, apresiasi juga diberikan kepada pihak swasta yang ikut mendukung vaksinasi dengan mengadakan sentra-sentra vaksin, mobil vaksin keliling, juga berbagai organisasi sosial yang ikut serta di dalam gerakan vaksinasi. Tak ketinggalan dan yang utama apresiasi ditujukan khusus kepada para tenaga kesehatan, para petugas publik, relawan yang telah dan terus bekerja menyukseskan vaksinasi.

“Karena, vaksinasi ini melibatkan warga, saya ingin sampaikan terima kasih kepada warga Jakarta yang antusias mengejar vaksinasi, mendatangi, memenuhi sentra-sentra vaksin setiap harinya, dan menjalankan ini semua dengan tertib,” ujar Gubernur Anies.

Advertisement

Gubernur Anies juga menyampaikan informasi bahwa ada 4 (empat) komponen yang bisa divaksinasi di Jakarta. Pertama, ber-KTP Jakarta. Kedua, bekerja di Jakarta. Ketiga, berdomisili di Jakarta. Keempat, bersekolah atau belajar atau berkuliah di Jakarta.

“Kita tahu bahwa herd immunity di kota yang sangat terbuka seperti Jakarta ini tidak akan tercapai bila yang divaksin hanya warga ber-KTP DKI saja. Jadi, mobilitas yang tinggi, keterbukaan, mengharuskan kita memvaksin siapa saja yang beraktivitas di tempat ini. Jadi, kira-kira begini, selama Anda manusia, Anda sehat, tidak ada catatan larangan dari dokter, bisa vaksin di Jakarta. Kami tidak membatasi domisili penerima,” papar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Gubernur Anies pun memaparkan mengenai data vaksin, yakni dari 7,5 juta dosis pertama vaksin di Jakarta, sekitar 4,5 juta lebih adalah warga ber-KTP DKI Jakarta. Sisanya, sekitar 3 juta adalah warga dengan KTP non-DKI Jakarta. Dari jumlah itu, ada sekitar 1,3 juta warga ber-KTP Jawa Barat dan sekitar 500 ribu warga ber-KTP Banten yang juga divaksin di Jakarta.

“Memang bagian terbesar dari warga ber-KTP non-DKI Jakarta yang divaksin di Jakarta adalah petugas publik yang bekerja di sini. Mereka jumlahnya 1,6 juta orang. Jadi, cukup banyak petugas publik yang bekerja di Jakarta, tapi mereka memiliki KTP luar Jakarta,” jelas Gubernur Anies.

Namun Gubernur Anies juga mengingatkan, masih banyak warga ber-KTP DKI Jakarta yang belum divaksin dan mengajak masyarakat untuk melakukan vaksinasi secara lengkap supaya DKI Jakarta bisa mencapai kekebalan komunitas dengan 8,8 juta orang tervaksinasi.

Advertisement

“Kita akan terus kerja, dan akan kerja cepat memastikan bahwa seluruh warga yang tinggal dan berkegiatan di Jakarta itu divaksin. Jadi, walaupun target 7,5 juta itu sudah tercapai, tapi kita tidak akan berhenti di titik ini, kita akan teruskan,” terang Gubernur Anies.

Kemudahan Akses

Demi lancar program vaksinasi Pemprov DKI menyediakan kemudahan akses untuk vaksin melalui aplikasi JAKI atau daftar di faskes terdekat. Pemprov DKI juga konsisten menjalankan 3T (tracking, tracing dan treatment) secara masif. Harapannya, masyarakat DKI Jakarta pun konsisten untuk taat menjalankan protokol kesehatan 6 M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan mengurangi mobilitas, dan menghindari makan bersama).

Gubernur Anies menegaskan meskipun sudah mendapatkan vaksinasi, setiap yang berkegiatan di Jakarta, perlu untuk mematuhi protokol kesehatan dan mengurangi mobilitas. Karena Jakarta masih berada dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

“Ingat kita masih berada dalam PPKM Level 4. Artinya, jangan mengira kita sudah bebas walau keadaan sudah jauh membaik daripada beberapa minggu lalu. Terus kurangi mobilitas, terus jaga prokes, terus saling jaga dan saling bantu,” ucap Gubernur Anies.

Advertisement

Vaksin Covid-19 di Jakarta saat ini makin mudah dan tidak perlu antre serta kuota vaksinasi Covid-19 yang tersedia masih cukup banyak. “Ada 1.001 cara untuk memperoleh vaksinasi, tapi kalau ada cara yang mudah, kenapa harus cari yang susah? Betul atau betul? Daftar dan pilih jadwal vaksinasi mu melalui JAKI,” sebut Gubernur Anies.

Di laman https://corona.jakarta.go.id/id/kuota-vaksinasi-jaki, kuota vaksinasi di DKI Jakarta masih cukup banyak. Di Jakarta Pusat masih ada kuota sebanyak 110.458, Jakarta Selatan 51.427, Jakarta Timur 40.615, Jakarta Barat 25.013, Jakarta Utara 22.361. Sementara, di Kepulauan Seribu kuotanya tersisa 3.000.

Untuk lokasi vaksinasi, terbanyak bisa ditemukan di Jakarta Timur 63 lokasi, Jakarta Selatan 45 lokasi, Jakarta Utara 31 lokasi, Jakarta Pusat 31 lokasi, Jakarta Barat 23 lokasi, dan Kepulauan Seribu 2 lokasi.

Warga bisa mengecek ketersediaan vaksin dengan memasukkan nama lokasi vaksin, tanggal vaksinasi, jenis faskes, wilayah, kecamatan, dan kelurahan.

Pemprov DKI Jakarta akan terus berupaya mengendalikan pandemi Covid-19 dengan terus menggelorakan vaksinasi. Sebab vaksinasi bertujuan mengurangi dampak keterpaparan, memperkecil ruang kemungkinan tertular dan menularkan virus Covid-19. Kasus positif masih fluktuatif sehingga kewaspadaan tinggi semua pihak harus tetap dijaga.

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement