Connect with us

Olahraga

Percasi – Scua FIDE RATED 3 CHESS Tournamen 2026: Pecatur Yunior dan Senior Saling Gempur dan Mengancam hinggak Babak Ketujuh

Diterbitkan

pada

Percasi - Scua FIDE RATED 3 CHESS Tournamen 2026: Pecatur Yunior dan Senior Saling Gempur dan Mengancam hinggak Babak Ketujuh

MN Akbar Akmalnaidi (kiri) perlihatkan penampilan konsisten. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Perjalanan dan perjuangan para pemain di ajang Percasi-SCUA Fide Rated 3/ 2026 semakin terlihat menarik memasuki babak keempat hingga ketujuh, Sabtu (17/1/2026) malam, di Bandung, Jawa Barat.

Para pemain junior maupun senior mulai mengadu kemampuan dan saling mengalahkan.

Di babak 4, ada dua partai menarik, yaitu pertarungan antara pecatur senior FM Hamdani Rudin melawan FM Reynard Kristopher di meja 4.

Reynard (2059) yang memegang buah hitam mampu mengimbangi permainan taktis Hamdani Rudin (2225), yang setelah dua kali salah menempatkan bidaknya, harus mengakui kehebatan pemuda berusia 22 tahun ini.

Baca Juga : Pecatur Malaysia dan Singapura Ramaikan Persaingan di Percasi – SCUA FIDE Rated 3 Chess Tournament 2026 di Bandung

“Boleh dibilang ini permainan terbaik Reynard selama ini. Ia mampu memainkan ‘triangle sistem’ dengan baik, bahkan akhirnya memenangkan pertandingan dengan mulus,” ujar Kristianus Liem, Kabid Binpres PB Percasi.

Advertisement

Pertarungan lain yang tak kalah serunya terjadi juga di meja 5, antara pecatur berusia 18 tahun, WIM Shafira Devi Herfesa melawan seniornya, IM Ronny Gunawan yang sudah berusia 66 tahun. Dalam pertarungan yang lumayan seru dan saling “memukul”, akhirnya sang senior lah yang keluar sebagai pemenang meski harus berjuang hingga 4 jam untuk menyelesaikannya.

Kris mengaku sangat senang dengan permainan para pecatur junior di babak 4, yang menunjukkan pembinaan yang di lakukan PB Percasi untuk para pecatur junior mulai membuahkan hasil.

Baca Juga : Chess World Cup 2025: FM Satria Duta Cahaya Tahan Remis GM Martirosyan di Kesempatan Pertama

“Kita berharap semua pemain junior yang memperoleh kesempatan bermain dengan maksimal. Inilah peluang yang baik untuk menunjukkan hasil yang mereka pelajari selama ini, ” ujar Kris.

Hasil kian menggembirakan terjadi, karena hingga babak 7, para pecatur junior mulai memantapkan diri berada di posisi 2 hingga 5, sementara posisi puncak ditempati pecatur middle senior, Ricky Rismanto.

Ada MN Akbar Akmalnaidi (2189) , yang terus bermain di papan 1 mulai dari babak 4, dan berhasil mengumpulkan poin 6 poin sampai babak 7. Saat ini menduduki posisi ke 2. Akbar yang berusia 25 tahun ini, mulai bermain catur pada usia 10 tahun, dan tercatat sebagai juara pula di turnamen SCUA Fide Rated 1 tahun 2022. Di turnamen ini kemampuannya luamayan untuk menandingi para senior dan juniornya disini.

Advertisement

Baca Juga : Pentaskan Merry Riana’s Fun Chess Night dengan Hadirkan Robot Catur, Cafe Tutur SCUA Dibanjiri Bibit-bibit dan Komunitas Olahraga Otak

“Turnamen yang sekarang jauh berbeda karena lawan2nya lebih beragam, seniornya banyak yang kuat, juniornya juga bagus mainnya. Jadi preparation nya harus lebih bagus, ” ujar Akbar

Selain Akbar, ada I Kadek Dhanvant Anggaswara yang ada di urutan 3, disusul Immanuel Morado, dan pemain muda Pelatnas junior PB Percasi, Kenny Horasino Bach.

Terbukti, bahwa kelebihan lain dari turnamen ini adalah para pemain senior yang memiliki pengalaman dan elo rating lebih tinggi, menjadi lawan yang menguntungkan bagi para pemain junior.

Mereka dapat saling adu kemampuan. Dan, mereka yang staminanya cukup tangguh dalam memberikan sparing kepada lawan, dapat membuahkan kemenangan.****

 

Advertisement

 

 

Lanjutkan Membaca