Olahraga
Petik Tiga Kemenangan dari Pecatur Grand Master, IM Arif Abdul Hafiz Raih Juara Jepang Master 2025

IM Arif Abdul Hafiz menghadapi FM Shou Otsuka (Jepang) di babak kesembilan. (Foto: Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Torehan prestasi manis dicatatkan pecatur muda Indonesia, IM Arif Abdul Hafiz (elo rating 2386), meraih juara turnamen bergengsi Japan Open 2025 dengan mencatat skor tertinggi 7,5 MVP, 18-23 September di Shinagawa Tokyo, Jepang.
Bertandang dengan posisi awal menjadi unggulan ketujuh, Arif tampil prima sejak babak pertama. Ia bahkan berhasil mencatat hasil membanggakan dengan sukses tiga kali menekuk pecatur bergelar Grand Master (GM) dalam perjuangan meraih gelar. Dan sempat beredar kabar ia berhak meraih norma GM pertamanya, tapi kabar itu buru-buru diralat karena memang turnamen belum mencukupi klasifikasi bisa mendapatkan hal yang menjadi impian besar pecatur di dunia itu
Baca Juga : Pertamina Indonesia GM Tournament 2024: IM Aditya Bagus Arfan Kokoh di Kategori Grand Master, Lima Pecatur Indonesia Teratas di Kelompok IM
Arif mengumpulkan poin terbanyak seorang diri dengan torehan 7,5 MVP dari sembilan babak. Ia mampu kokoh seorang diri di puncak klasemen mengungguli 34 peserta yang tampil di Japan Master 2025 ini.
Di babak pertama Arif yang memegang budak putih, tampil menggebrak sukses mengubur perlawanan CM Alex Averbukh (Jepang/2097). Namun Arif sempat harus tertatih ketika ditahan remis CM Kan Nakamura (Jepang/ 2171).
Beruntung Arif tetap percaya diri ketika di babak ketiga dengan budak putih memperdaya Mirai Aoshima (Jepang/2354).
Di babak keempat Arif yang mengoperasikan bidak hitam membuat kejutan besar menumbangkan GM Mishra Swayani ( India/2446). Ia pun menyodok ke deretan atas dengan kembali harus bertemu GM Paul Velten (Perancis/2536) di babak kelima.
Di babak keenam Arif kembali jumpa GM yang jagi unggulan utama. Kali ini ia berhasil menahan remis GM Samvester Sukakyan ( Mongolia).
Baca Juga : HUT ke-75 SMAK 1 Penabur: Delapan Master Catur Nasional Pentaskan Catur Buta dan Simultan, Eka Putra Wirya Bangga sebagai Alumi
Arif harus bentrok lawan kompatriotnya GM Susanto Megaranto (2483). Dalam “perang saudara” ini Arif mampu menang untuk membuka peluang juara.
Di babak kedelapan Arif bertanding di meja satu atau utama. Tapi ia mampu ditahan imbang lawannya FM Sehyun Kwon (Korea/2253).
Di babak kesembilan atau laga pamungkas, Arif yang turun bertanding di meja dua berhasil bangkit melumat harapan tuan rumah FM Shou Otsuka (Jepang/2329) dengan memegang budak hitam.
Arif bertengger sendirian di puncak klasemen dengan mengoleksi 7,5 poin dan berhak merebut gelar juara. Dua pecatur Indonesia lainnya, GM Susanto bertengger di peringkat keenam mengumpulkan 5, 5 poin, dan CM Michael Owen di peringkat ke-19 mengoleksi 4,5 poin. ****













