Olahraga
Menuju Paris 2024, KOI Siap Luncurkan Indonesia Olympic Champions Program

Presiden NOC/Ketua Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari, meminimalkan penggunaan anggaran pemerintah
FAKTUALid – Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) siap meluncurkan Indonesia Olympic Champions Program yang berpondasikan peningkatan high performance atlet dengan konsep pertukaran training camp ke luar maupun ke dalam negeri.
Program yang bertujuan menyukseskan grand design pembinaan prestasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) itu akan dilaksanakan di penghujung tahun 2021 dengan meminimalkan penggunaan anggaran pemerintah.
Presiden NOC Indonesia/Ketua KOI Raja Sapta Oktohari mengemukakan, dengan program ini diharapkan prestasi Indonesia akan meningkat di ajang multi event tertinggi sekelas Olimpiade atau single event Kejuaraan Dunia.
Disebutkan, program itu bukan hanya untuk peningkatan high peformance atlet saja. NOC Indonesia juga bakal mengirimkan akademisi olahraga guna meningkatkan pengetahuan di bidang sport science.
Raja Sapta Oktohari menjelaskan program ini berbasis pertukaran training camp dengan sifat dua arah. Dalam arti, Indonesia tidak saja mengirim atlet ke luar negeri namun juga membuka pintu untuk negara lain yang ingin mengirimkan atletnya berlatih di Indonesia.
Selain itu, Okto, demikian panggilan akrab Raja Sapta Oktohari, program ini juga bersifat terbuka bagi seluruh federasi nasional (PP/PB) di bawah KOI/NOC Indonesia. Terutama cabang olahraga (cabor) andalan Merah Putih.
“Kami bekerja sama dengan NOC negara lain yang memiliki fasilitas latihan. Kami tidak hanya mengirim atlet, tetapi juga membuka pintu untuk negara lain yang ingin mengirim atlet nasionalnya berlatih di Indonesia. Kami akan berkoordinasi dengan federasi nasional terkait dan mengaturnya,” kata Okto, Senin (28/6/2021).
Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Konfederasi Balap Sepeda Asia (ACC) ini menjelaskan NOC Indonesia telah memetakan negara mana saja yang akan menjadi destinasi pelatihan bagi atlet-atlet Merah Putih.
Di antaranya, kata Okto, adalah balap sepeda di Swiss taekwondo di Korea Selatan, rowing di Belanda, jet ski dan surfing di Amerika Serikat.
Sedangkan untuk pengiriman akademisi olahraga guna meningkatkan pengetahuan di bidang sport science akan dilakukan di Qatar.
Dengan program tersebut, Okto berharap prestasi Indonesia di ajang multi event tertinggi sekelas Olimpiade atau single event Kejuaraan Dunia bisa meningkat. Pembinaan ini akan dilakukan secara kontinuitas hingga Olimpiade 2024 Paris.
“Target jangka pendek kami adalah bisa menambah jumlah atlet di Olimpiade 2024 Paris. Insya Allah jika program ini terus dijalankan, atlet-atlet kita bisa mencapai peak performance tertinggi. Sebab, yang perlu diingat adalah pembinaan prestasi tak ada yang instans,” ujar Okto. ***














