Connect with us

Olahraga

Ir. Chris Hombokau, MT Meninggal Ditabrak Motor, Bridge Indonesia Kehilangan Seorang Pembina

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Ir. Chris Hombokau, MT Meninggal Ditabrak Motor, Bridge Indonesia Kehilangan Seorang Pembina

Pembina bridge aktif asal Sulawesi Utara, Ir. Chris Hombokau M.T. meninggal dunia karena ditabrak motor oleh seorang anak muda yang masih di bawah umur yang ternyata adalah tetangganya.

Oleh : Bert Toar Polii

FAKTUAL INDONESIA: Bridge Indonesia baru saja dikejutkan dengan berita meninggalnya salah seorang Pembina bridge aktif asal Sulawesi Utara, Ir. Chris Hombokau M.T.

Berita duka ini mengejutkan karena tidak ada berita sakitnya dia sebelumnya.

Ternyata almarhum meninggal karena ditabrak motor oleh seorang anak muda yang masih dibawa umur yang ternyata adalah tetangganya.

Ini penulis kutip berita dari Manadopost.id 5 Desember 2025 : Pegiat Olahraga Bridge Sulawesi Utara, Pnt Ir Chris Hombokau tewas ditabrak sepeda motor, saat berjalan kaki dari rumahnya menuju GMIM Yudea Paal Dua, Jln Lengkong Wuaya.

Baca Juga : Aktor Epy Kusnandar Meninggal Dunia, Sakit Penyumbatan Batang Otak

Dia sebetulnya hendak menghadiri Ibadah Menyambut Natal Kelompok Pelayanan Lansia, Wilayah Manado Timur VI, pukul 16.00 Wita, Kamis 4 Dewember 2025. Direncanakan, Pnt Chris akan membaca Alkitab tentang Nubuatan Kelahiran Yesus dalam perayaan pohon terang.

Advertisement

Di dekat Indomaret, tiba-tiba pengendara sepeda motor yang masih di bawah umur dan tetangganya sendiri menabraknya dari belakang sekira pukul 15.30 Wita. Mengharukan, Pnt Chris tetap memegang erat Alkitab kala jatuh tertabrak.

Ir. Chris Hombokau adalah seorang yang sangat mencintai olahraga bridge dan sejak mengenal olahraga bridge di Fakultas Teknik Universitas Samratulangi ia langsung berikhtiar untuk memasalkan olahraga ini.

Baca Juga : Bencana Banjir dan Longsor Sumatera: Jumlah Korban Bertambah, 614 Meninggal, 449 Hilang dan 2.600 Terluka

Apalagi sejak ia dinyatakan lulus saat mengikuti pelatihan guru bridge oleh seorang pakar bridge dari Australia Paul Marston. Selain sebagai guru bridge, ia juga dikenal sebagai salah satu Pemimpin Pertandingan.

Namun almarhum lebih berkonsentrasi untuk memasalkan bridge terutama dikalangan pelajar dan mahasiswa. Malah pada beberapa tahun terakhir ini ia merambah melatih di beberapa gereja. Ini terjadi karena almarhum adalah  Wakil Ketua Pokja Olahraga Pria/Kaum Bapa (P/KB) sekaligus Penanggung Jawab Cabor Bridge se- sinode Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM)

Tukang bridge mengenal almarhum sudah lama sekali dan kebetulan juga lahir di Kota kecil Tondano di pinggir danau Tondano serta alumni sekolah yang sama SMA Negeri Tondano dan Fatek Unsrat Manado. Bedanya almarhum jadi Insinyur dan aktif di organisasi Persatuan Insinyur Indonesia sementara tukang bridge hanya bertahan 31/2 tahun.

Advertisement

Baca Juga : Joune Ganda Kembali Pimpin Pengprov Gabsi Sulut

Karena hobi yang sama kami juga termasuk aktif berdiskusi tentang hal-hal teknis bridge melalui WA.

Terakhir kami diundang bersama untuk wawancara oleh RRI Manado yang bisa dilihat disini : https://rri.co.id/daerah/1976557/bridge-sulut-krisis-event-dan-regenerasi

Salah satu pernyataan almarhum yang perlu diperhatikan oleh Pengprov Gabsi Sulut adalah : Dari sisi pembinaan, Chris Hombokau dari Komisi Bridge Masuk Sekolah-Kampus GABSI Sulut menjelaskan bahwa banyak kegiatan kini berjalan karena inisiatif pribadi, bukan karena program resmi organisasi. “Secara lembaga memang tidak terprogram. Tapi saya tetap masuk sekolah-sekolah karena sudah terlanjur cinta bridge,” katanya.

Baca Juga : Turnamen Bridge Nasional dan Tertua, M Amintadaya – Welly Juara Pahlawan Cup 2025

Semoga kedepannya kita bisa menemukan pengganti almarhum yang dedikasinya untuk olahraga bridge sulit untuk ditandingi.

Saking cintanya akan olahraga ini, putra tunggalnya dinamakan sesuai nama seorang pakar bridge dunia yang sangat terkenal karena selain prestasinya ia juga menciptakan konvensi yang dinamakan Stayman. Konvensi Stayman ini digunakan oleh mungkin sekitar 95% pemain bridge di dunia ini.

Advertisement

Putranya Stayman Hombokau S.Tr. T  telah menekuni olahraga bridge sejak muda dan sempat mewakili Indonesia. Selain Stayman, almarhum meninggalkan isterinya Novriana Amelia Pangemanan S.ST, M.M yang sangat mendukungnya.

Semoga keluarga yang ditinggalkan tetap tabah. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement