News
Ketagihan Main Game, Bisa Jadi Terkena Gangguan Jiwa

foto ilustrasi: istimewa
FAKTUALid – Beberapa orang memilih untuk tidur siang, menonton film atau membaca buku untuk mengisi waktu kosong sekaligus menghilangkan stres.
Sebagian lainnya lebih memilih untuk bermain game, entah itu game konsol, game online di hp atau game di komputer. Pada sebagian orang, ada beberapa yang mengalami kondisi ketagihan main game online dengan intensitas yang cukup tinggi.
Main game memang tidak seburuk yang dibayangkan oleh kebanyakan orang, Tapi anda tetap harus hati-hati apabila sudah terlanjur bisa jadi ketagihan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun kini menggolongkan kecanduan main game sebagai gangguan mental.
Berikut yang harus anda ketahui tentang ketagihan main game yang sudah faktualid.com rangkum dari hellosehat.com
Daftar isi
1. Ketagihan Main Game Adalah Gangguan Mental Baru Menurut WHO
Gaming disorder diusulkan untuk masuk kategori besar “gangguan mental, perilaku dan perkembangan saraf”, khususnya dibawah sub kategori “Gangguan penyalahgunaan zat atau perilaku adiktif”. Ahli kesehatan di seluruh dunia sudah setuju bahwa ketagihan main game dapat memiliki dampak yang menyerupai kecanduan alkohol dan obat-obatan terlarang.
Usulan ini dibuat karena adanya bukti peningkatan besar dalam kasus ketagihan game dari berbagai belahan dunia, yang juga disertai dengan permintaan rujukan terapi pengobatan dokter.
2. Apa yang Dimaksud Ketagihan Main Game (Gaming Disorder)
Ketagihan main game ditandai dengan ketidakmampuan diri dalam mengontrol keinginan untuk bermain game, sehingga susah atau tidak mampu untuk menghentikan perilaku tersebut.
Tanda daan gejala klasik ketagihan main game adalah:
- Merasa mudah marah dan tersinggung saat dilarang atau diminta untuk berhenti main game
- Selalu menghabiskan waktu yang lama untuk bermain, bahkan durasinya makin bertambah setiap harinya
- Selalu berpikir tentang game ketika sedang mengerjakan aktivitas lainnya
Baca juga: Kenali 7 Varian Depresi, Beserta Penyebabnya
3. Apa yang Membuat Seseorang Ketagihan Game?
Setiap hal-hal yang membuat anda senang akan merangsang otak menghasilkan dopamin, hormon pembuat bahagia. Dalam keadaan normal, hal ini tidak akan menyebabkan ketagihan.
Akan tetapi setiap anda mengalami ketagihan, objek yang membuat anda senang tersebut bisa merangsang otak untuk menghasilkan dopamin yang berlebihan. Jumlah dopamin yang berlebihan akan mengganggu kerja hipotalamus, bagian otak yang bertanggung jawab untuk mengatur emosi dan suasana hati sehingga bisa membuat anda merasa senang yang tidak wajar.
Efek membahagiakan ini akan membuat tubuh secara otomatis ketagihan dan ingin merasakannya lagi. Pada akhirnya, efek ini membuat anda terus menggunakan keinginan tersebut secara berulang dalam frekuensi dan durasi yang lebih tinggi demi memuaskan kebutuhan akan kebahagiaan tersebut.
Baca juga: Dua Bocah Curi Uang Kotak Amal Masjid untuk Main Game Online
4. Apakah Semua Pemain Game Akan Ketagihan?
Dalam batas wajar, bermain game tentunya tidak dilarang. Bermain game dapat menjadi aktivitas menghilangkan stres dan juga baik bagi kesehatan otak.
Ada sejumlah bukti medis yang mengatakan bahwa bermain game dapat dijadikan terapi alternatif untuk mengobati gangguan mental seperti alzheimer . Sebab, selama bermain game, otak anda akan dituntut untuk bekerja keras mengatur fungsi kognitif yang bersamaan dengan fungsi motorik yang kompleks.
Jika hobi bermain game ini tidak dikendalikan, bisa akan berkembang dan menjadi ketagihan. Untuk dokter atau ahli gangguan jiwa dapat mendiagnosis gaming disorder.
Gejala dan perilaku dair ketagihan game harus terjadi secara terus menerus paling tidak selama 12 bulan dan menunjukan “efek samping” gangguan berat pada pribadi si pemain game, seperti perubahan kepribadian, perilaku, karakteristik, bahkan hingga fungsi otak.
Seseorang akan disebut ketagihan apabila candunya juga sudah menyebabkan gangguan atau bahkan konflik pada hubungan sosialnya dengan orang lain maupun lingkungan sekitar seperti sekolah atau tempat kerja.***













