Home News Panglima TNI Pengganti Hadi Tjahjanto, Antara Laut, Darat dan Pemilu 2024

Panglima TNI Pengganti Hadi Tjahjanto, Antara Laut, Darat dan Pemilu 2024

oleh Gungdewan
Beredar calon Panglima TNI mulai dari Kasum TNI Letjen Eko Margiyono, KSAD Jenderal Andika Perkasa dan KSAL Laksamana Yudo Margono. (Ist)

Beredar calon Panglima TNI mulai dari Kasum TNI Letjen Eko Margiyono, KSAD Jenderal Andika Perkasa dan KSAL Laksamana Yudo Margono (Ist)

FAKTUAL-INDONESIA: Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto baru akan memasuki pensiun akhir November mendatang namun nama-nama calon penggantinya sudah mulai beredar.

Panglima TNI  sebagai pucuk pimpinan mempunyai wewenang komando operasional militer untuk menggerakkan pasukan atau alat negara.

Mengingat posisi Panglima TNI itu maka perlu pertimbangan matang untuk menunjuk figur yang pantas untuk mengemban tugas.

Presiden Joko Widodo yang memiliki hak prerogatif untuk menentukan siapa calon Panglima TNI untuk menggantikan Hadi Tjahjanto yang akan pensiun pada 1 Desember 2021 belum menentukan pilihan calon yang akan diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia (DPR RI).

Calon Panglima TNI yang ditunjuk Presiden akan  melakukan pemaparan visi dan misinya, dan jika diterima DPR maka dilantik presiden dan diambil sumpahnya sebagai panglima TNI.

Belum adanya calon pilihan Presiden maka prediksi pun beredar di masyarakat siapa dijagokan untuk menjadi Panglima TNI berikutnya.

Nama-nama yang mencuat tentunya sesuai norma hukum dan perundang-undangan, ketiga kepala staf matra TNI memiliki peluang untuk menjadi panglima TNI karena amanat undang-undang mengharuskan demikian.

Akhir-akhir ini nama yang mencuat sebagai calon Panglima TNI antara lain Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono, dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.

Di luar kepala staf itu muncul juga nama yang lahi naik daun Kepala Staf Umum (Kasum) TNI AD, Letjen TNI Eko Margiyono.

Kepentingan 2024

Sepanjang sejarah TNI, baru dua kali seorang laksamana TNI menjadi panglima TNI dan dua kali pula seorang marsekal TNI menjadi panglima TNI.

Selebihnya panglima TNI dijabat oleh Jenderal TNI.

Laksamana TNI Widodo Adi Sutjipto menjadi kepala staf di luar angkatan darat pertama yang menjadi Panglima TNI.

Setelah itu Panglima TNI dipercayakan kepada angkatan darat, udara, darat, laut, darat, darat, dan udara (Marsekal TNI Hadi Tjahjanto).

Melihat urutan pengisi jabatan Panglima TNI di era reformasi itu maka calon pengganti Hadi Tjahjanto berasal dari angkatan darat.

Namun bila Presiden Jokowi sebagai pemilik hak prerigatif menghendaki lain bisa saja kepala staf angkat laut atau udara yang terpilih.

Karena itu peluang tetap terbuka untuk Andika Perkasa, Yudo Margono, dan Fadjar Prasetyo. Meskipun peluang lebih besar ada pada Andika Perkasa dan Yudo Margono mengingat panglima petahana berasal dari angkatan udara.

Tetapi ada yang mengkaitkan pemilihan Panglima TNI kali ini dengan tahun 2024 yang penuh dengan aktivitas politik termasuk Pemilihan Presiden.

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menilai perlu ada “the rising star” calon Panglima TNI agar bisa mengemban amanah meneruskan kepemimpinan di TNI melewati tahun 2024 yang banyak aktivitas politik.

“Opsi pertama kalau ketiga kepala staf angkatan menjadi Panglima TNI secara bergantian, untuk tahun 2024 tidak bisa masuk ke ranah itu (Pemilu). Karena itu opsi kedua yaitu harus ada ‘the rising star’ yang pernah menjabat Kasad, Kasau, dan Kasal untuk meneruskan kepemimpinan hadapi Pemilu 2024,” kata TB Hasanuddin dalam diskusi bertajuk “Tantangan Besar Panglima TNI Baru” di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis.

Dia menjelaskan, opsi pertama terkait calon Panglima TNI, kalau melihat masa pensiun, Jenderal Andika Perkasa akan pensiun pada 1 Desember 2022, Laksamana TNI Yudo Margono pensiun pada 1 Desember 2023, dan Marsekal TNI Fadjar Prasetyo pensiun Mei 2023.

Namun menurut dia, ketiga kepala staf angkatan tersebut tidak bisa mempersiapkan diri untuk pelaksanaan Pemilu Presiden (Pilpres), Pemilu Legislatif (Pileg), dan Pilkada 2024.

“Kalau mau Panglima TNI ke depan mendampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit yang pensiun 2027, perlu harus ada Panglima TNI dari kepala staf angkatan yang baru. Dan kita tidak bisa melihat siapa ‘the rising star’ ke depan,” ujarnya.

TB Hasanuddin menilai Pemilu 2024 harus mendapatkan perhatian dari Panglima TNI selanjutnya karena momen politik tersebut membutuhkan pengamanan dan stabilitas situasi politik.

“Saya melihat TNI saat ini sudah bagus dan tertib, tidak seperti era orde baru yaitu TNI memihak pada satu kelompok dan golongan karena saat ini tidak memihak siapapun. Kalau pun ada, itu hanya oknum saja, bukan perintah struktural satuan,” katanya.

Dia mengatakan, Komisi I DPR tidak mempermasalahkan siapa nama calon Panglima TNI yang diajukan Presiden Jokowi yang penting mampu melaksanakan tugas dengan baik dan tidak boleh berpolitik.

Menurut dia, Komisi I DPR siap melaksanakan uji kelayakan calon Panglima TNI dan dalam prosesnya kemungkinan hanya akan memberikan pesan-pesan kepada calon Panglima TNI untuk membangun institusi TNI ke depan.

Adakah munculnya nama Kepala Staf Umum (Kasum) TNI AD Eko Margiyono meramaikan bursa calon Panglima TNI itu terkait dengan momen politik tahun 2024 yang membutuhkan pengamanan dan stabilitas situasi politik?

Semua kini berpulang kepada Presiden sebagai pemegang hak prerogative dan DPR RI.

Meskipun seharusnya bila TNI solid dan tetap memperhatikan ke daulatan negara serta menyatu dengan rakyat, pengantian Panglima TNI tidak akan banyak dipengaruhi oleh batas usia, waktu dan juga wilayah darat, laut maupun udara. ***

‘HUBUNGI KAMI’

Apakah Anda tertarik  oleh isu-isu yang diangkat dalam tulisan ini? Atau Anda memiliki ide soal politik, ekonomi, hukum dan lainnya? Bagikan pengalaman dan pendapat Anda dengan mengirim email ke aagwared@gmail.com

Harap sertakan foto dan nomor kontak Anda untuk konfirmasi. ***

You may also like

Tinggalkan Komentar