Nusantara
Waduh, Baru Dua Kali Beroperasi Mobil Wisata Listrik Dievaluasi

Mobil wisata listrik di Kota Solo akan dievaluasi. (Foto: Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Baru dua kali dioperasikan, mobil wisata listrik di Kota Solo akan dievaluasi. Pasalnya, pengoperasian mobil listrik tersebut berpotensi melanggar UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).
Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Hari Prihatno, Kamis (6/1/2022), evaluasi sekaligus pembahasan ulang dilakukan agar pemanfaatan mobil wisata listrik hibah dari Tahir Foundation itu bisa optimal.
“Operasional baru Sabtu dan Minggu tanggal 1 dan 2 Januari kemarin. Kalau hari biasa seperti ini kan tidak beroperasi,” jelasnya.
Pada ujicoba hari Sabtu-Minggu kemarin mobil wisata listrik tersebut dioperasikan di tiga rute. Tetapi hal tersebut berpotensi melanggar aturan LLAJ karena mobil wisata itu beroperasi di jalan umum.
Terkait hal itu, Hari mengatakan mobil wisata listrik tersebut kemungkinan akan ditarik ke salah satu obyek wisata seperti di Taman Balekambang Solo.
“Tetap jalan tetapi kemungkinan akan ditarik di kawasan wisata, gambarannya di Taman Balekambang. Tetapi ini masih mau dirapatkan Jumat besok dengan Pak Wakil Wali Kota (Teguh Prakosa),” jelasnya lagi.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa mengatakan pihaknya meminta Dishub untuk melakukan pembahasan bersama dengan stakeholder terkait. Menurut Teguh, pengoperasionalan mobil listrik wisata tersebut tidak menimbulkan masalah asalkan ada Peraturan Wali Kota (Perwali) nya karena hanya digunakan untuk kegiatan tertentu.
“Akan kita carikan solusinya seperti apa bisa dibuatkan regulasi khusus misalnya. Tetapi nanti akaj kita bahas dulu,” ujarnya.
Sebelumnya, mobil wisata listrik itu telah dioperasikan di tiga rute. Yakni rute pertama, Benteng Vastenburg – Pasar Gede – Keraton Kasunanan – Baluwarti – Batik Kauman. Rute kedua dari Kampung Batik Laweyan – Sondakan – Pasar Oleh-oleh Jongke – Pajang. Dan rute ketiga, Pura Mangkunegaran – Stadion Manahan – Pasar Balekambang – Pasar Depok.
Pada ujicoba hari Sabtu-Minggu lalu, masih digratiskan. Tetapi ke depan akan ditarik tiket sebesar Rp20.000 per penumpang. ***














