Nusantara
Sudah Ada Investor, Kebun Binatang TSTJ Solo Akan Dikembangkan Seperti Miniatur Taman Safari

Taman Satwa Taru Jurug Solo akan dikembangkan menjadi miniatur Taman Safari Indonesia. (Foto: Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Kebun binatang Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo, Jawa Tengah akan dikembangkan seperti miniatur Taman Safari Indonesia. Pengembangan kebun binatang yang dibangun tahun 1976 tersebut melibatkan investor yang bonafiid di bidangnya. Nilai investasi pembangunan TSTJ tersebut lebih dari Rp20 miliar.
“Miniatur taman safari bisa juga, tadi sudah kita bahas. Tidak ada lagi konsep -konsep kebun binatang yang pakai kerangkeng, semua dilepas semua. Nanti ada petting zoo, pokoknya tanpa kerangkeng semua,” jelas Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka seusai bertemu dengan investor TSTJ, Hans Manansang yang juga Direktur Taman Safari Indonesia, di Loji Gandrung, rumah dinas Wali Kota Solo, Selasa (22/2/2022).
Gibran juga mengatakan TSTJ termasuk salah satu kebun binatang yang bisa bertahan selama pandemi. Karena tidak semua kebun binatang bisa tetap berjalan selama pandemi Covid-19.
“Tidak mudah berjualan tiket selama pandemi, tetapi TSTJ bisa berjalan baik meskipun banyak tantangannya. Tetapi secara komersial cukup baik dan saat ini akan dinaikkan kelasnya. Apalagi sejak tahun 1976, baru sekarang akan direvitalisasi,” jelasnya lagi.
Meskipun akan dikembangkan, tetapi apa yang ada di TSTJ saat ini akan dipertahankan termasuk keberadaan Taman Gesang. Nantinya, TSTJ akan dibagi menjadi tujuh zona.
“Tapi belum bisa saya bocorin sekarang ya kalau sudah pasti saja ya. Nanti tetap jalan kaki bukan pakai mobil, biasanya ada sungainya, ga ada pagarnya pokoknya nanti ada pemisahnya nanti saja kalau gambarnya udah jadi,” katanya.
Terkait kerjasama tersebut, Gibran mengatakan sudah ditentukan tetap menjadi Perumda. Dirinya juga mengaku sebelum bekerjasama dengan Taman Safari Indonesia, dirinya sudah mengajukan ke sejumlah investor lainnya.
“Untuk masalah kerja sama sambil jalan ya. Sebelum dengan Taman Safari kan saya tawarkan ke yang lain dulu, tapi tidak berhasil ya ini rezekinya di Taman Safari, prosesnya lama,” katanya lagi.
Sementara itu, Hans Manansang yang juga Ketua DPP Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (Putri), pada kesempatan yang sama mengatakan apa yang dilakukan untuk TSTJ bukan hanya investasi tetapi ingin membangun yang sudah ada.
“Tapi ingin membangun yang sudah ada, kita revitalisasi dibuat lebih modern dan bisa lebih meningkatkan sisi edukasi. Sehigga orang yang datang, anak-anak bisa belajar mencintai satwa terutama satwa-satwa Indonesia,” ujar Hans.
Hans juga belum bisa memastikan berapa besar nilai investasi untuk pengembangan TSTJ, tetapi dirinya mengatakan lebih dari Rp20 miliar.
“Masa pembangunan akan bertahap, tahun ini akan masuk fase pertama. Fase pertama ini sifatnya untuk memberikan gmbaran apa yang akan dilakukan di fase kedua. Jadi desainnya secara keseluruhan tapi pembnagunannya kita bikin fase demi fase,” pungkasnya. ***














