Home NasionalNusantara Polisi Terjunkan Petugas Amankan Pusat Perbelanjaan di Solo Selama PPKM Darurat

Polisi Terjunkan Petugas Amankan Pusat Perbelanjaan di Solo Selama PPKM Darurat

oleh Uti Farinzi
 

Pasar Klewer, pusat pasar batik terbesar di Jawa Tengah yang tutup selama PPKM Darurat. (Foto : Istimewa)

 
 
FAKTUALid –  Polsek Pasar Kliwon Solo,n Jawa Tengah menerjunkan aparatnya untuk melakukan patroli pengamanan di pusat perbelanjaan dan usaha di kawasam tersebut yang tutup selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.
 
“Kami menerjunkan tim pengamanan di pusat perbelanjaan dan pasar di kawasan Pasar Kliwon yang sementara ditutup selama PPKM Darurat,” jelas Kapolsek Pasar Kliwon, AKP Achmad Riedwan Prevoost, Selasa (13/7/2021).
 
Hal itu dilakukan agar pedagang dan pemilik usaha tidak was-was dengan barang dagangan yang ditinggal. Di Pasar Kliwon Solo merupakan kawasan sentra bisnis di Kota Solo. Di area tersebut juga terdapat Pasar Klewer yang menjadi pasar batik terbesar di Jawa Tengah. Serta deretan toko-toko berbagai usaha.
 
“Kami proaktif memastikan PPKM Darurat berjalan maksimal, termasuk di pusat perbelanjaan,” katanya.
 
Menurut Prevoost, sebagian pedagang di Pasar Klewer dan pusat tekstil lain seperti Beteng dan Pusat Grosir Solo (PGS) telah memindahkan barang dagangan mereka ke rumah masing-masing.
 
“Mereka sudah persiapan, tapi petugas tetap kita siagakan 24 jam non stop. Kita bagi dalam beberapa shift,” jelasnya lagi.
 
Selama penerapan PPKM Darurat ini, Pemerimtah Kota (Pemkot) Solo menutup 15 pasar non esensial dan kritikal. 
 
Selain mengamankan sektor usaha selama PPKM Darurat, polisi bersama dengan Satpol PP juga terus melakukan patroli untuk menertibkan masyarakat yang melanggar aturan PPKM Darurat.
 
Menurut Kepala Satpol PP Kota Solo, Arif Darmawan tindakan tegas akan diterapkan bagi pelanggar aturan PPKM Darurat.
 
“Selama ini hanya penutupan usaha, ke depan akan kita tindak dengan Tipiring (tindak pidana ringan),” kata Arif.
 
Saat ini pihaknya tengah menyiapkan peraturan daerah (Perda) yang mengatur tentang sanksi bagi pelanggar aturan PPKM Darurat. Pelanggaran banyak dilakukan PKL dan warung-warung makan.
 
“Kami capek, karena mereka seperti kucing-kucingan dengan petugas. Takutnya nanti petugas kami jadi emosi. Makanya tindakan tegas akan kami terapkan,” pungkasnya. (Uti Farinzi) ***
 

Tinggalkan Komentar